Senin, Mei 18, 2026
spot_img

Cabuli Santriwati, Oknum Pimpinan Ponpes di Garut Diamankan Polisi

GARUT – Seorang oknum pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Garut – Jawa Barat, berinisial AN, dipolisikan setelah diduga mencabuli salah seorang santriwati.

Saat ini, lelaki berumur 45 tahun tersebut sudah diamankan polisi dan tengah menjalani proses pemeriksaan.

Kabar mengenai dugaan pencabulan yang dilakukan oknum pimpinan ponpes ini, muncul ke publik setelah sejumlah warganet mengunggah video yang dinarasikan rumah lelaki itu digeruduk warga pada Sabtu, (16/5/2026) malam tadi.

Video tersebut menunjukkan momen detik-detik ketika sang oknum pimpinan ponpes digiring petugas kepolisian di tengah-tengah perkampungan warga.

“Cabul…cabul,” teriak sejumlah warga mengiringi langkah sang oknum pimpinan ponpes saat digiring polisi masuk ke mobil patroli, dilansir dari DetikJabar.

Berita Lainnya  Sering Disebut Melakukan Pemujaan dan Kelenik, ini Jawaban Dedi Mulyadi

Dugaan aksi pencabulan yang dilakukan oleh AN ini, dilaporkan menimpa salah seorang santriwati yang ada di pondok pesantren, yang berlokasi di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut tersebut.

Aditya Kosasih, kuasa hukum korban menuturkan, kasusnya terungkap setelah korban bercerita kepada orang tua salah satu rekannya, sesama santriwati di ponpes tersebut. Informasi itu kemudian disampaikan ke orang tua korban, hingga akhirnya orang tua melapor ke polisi didampingi Adit.

“Kami sudah membuat laporan resmi ke polisi. Kepada orang tua temannya, awalnya korban mengaku diusir. Setelah diajak bicara lebih lanjut, korban akhirnya menceritakan dugaan perlakuan tidak pantas yang dialaminya,” ungkap pengacara dari LBH DPC PDI Perjuangan Garut itu.

Berita Lainnya  Makam Dibongkar, Polisi Selidiki Kasus Bayi Tewas Tak Wajar di Karawang

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin mengatakan jika pihaknya telah menerima pelaporan terkait kasus tersebut dari pihak keluarga. Menurut Joko, pelaporan masuk ke Polres Garut pada Sabtu siang kemarin.

“Laporan masuk sekitar pukul 1 siang,” ungkap Joko.

Kabar dugaan pencabulan yang dilakukan oknum pimpinan ponpes ini, rupanya cepat menyebar di kalangan masyarakat, yang bermukim di sekitar lingkungan pesantren di Samarang, Garut. Kabar tersebut membuat masyarakat resah, hingga sempat terjadi ketegangan saat massa yang geram menggeruduk rumah sang oknum.

“Tidak sampai terjadi aksi main hakim sendiri kepada korban. Karena situasi demikian, jajaran Polsek Samarang kemudian mengambil tindakan untuk mengamankan yang bersangkutan dan langsung dibawa ke Polres Garut,”ujar Joko.

Berita Lainnya  Nekat Beraksi di Area Pabrik BYD, Curanmor Kritis Setelah Dihajar Warga dan Pekerja Proyek

Joko menambahkan, saat ini kasusnya sedang diselidiki oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Garut. Saat ini, oknum pimpinan pesantren tersebut sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Unit PPA.

“Kasusnya sedang kami dalami. Kami melibatkan pihak-pihak terkait juga untuk memeriksa korban,”pungkas Joko.***

Ket foto : Tangkapan layar video viral.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

MAKI Sentil Pembelaan Nadiem Via Opini Medsos

JAKARTA - Ketua Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengaku penasaran dengan strategi pembelaan hukum yang akan disampaikan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan...

Jawa Barat Bakal Ganti Nama Jadi Tatar Sunda, ini Penjelasan Pemprov

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa Hari Tatar Sunda yang perayaannya diisi dengan rangkaian kirab budaya mengarak mahkota Binokasih ke berbagai daerah,...

Denda Kelebihan Izin Rp 224,7 Juta Dibayar, KDM Pastikan WNI Terlantar di Libya Bisa Pulang

KARAWANG - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) memastikan empat warga negara Indonesia (WNI) yang terlantar di Libya akhirnya bisa dipulangkan ke Tanah...

Diperkirakan Telan Anggaran Rp 2,7 Miliar untuk 4 Kabupaten, Kirab Milangkala Tatar Sunda Dinilai Tak Sesuai Sejarah

BANDUNG - Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Maulana Yusuf Erwinsyah mengkritik perayaan Milangkala Tatar Sunda yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat di...

Berpotensi Timbulkan Aneka Tafsir, Yusril Minta Pembuat Film Pesta Babi Jelaskan Makna Judul

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menilai judul film dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan