BEKASI – Sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Sentra Grosir Cikarang (SGC) lama, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, terbakar, Minggu (17/5/2026), sekitar pukul 19.43 WIB.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran ini. Tetapi yang pasti sekitar tujuh lapak pedagang ludes di lalap si jago merah.
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja bersama Sekretaris Daerah, Endin Samsudin meninjau langsung lokasi kebakaran Pasar Ramayana Cikarang pada Minggu (16/5/2026) malam.
Dalam kunjungannya, ia memastikan Pemerintah Kabupaten Bekasi akan segera menyiapkan langkah penataan kawasan pasar secara menyeluruh.
Asep Surya Atmaja menyampaikan bahwa kondisi pasar saat ini dinilai sudah semrawut dan membutuhkan pembenahan serius agar para pedagang maupun masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman.
“Kita juga tidak akan berdiam diri. Pedagang juga sering mengeluh karena tempatnya sudah mulai sempit. Kalau kita lihat kondisi seperti ini terus, tidak akan selesai-selesai,” ujarnya saat meninjau lokasi kebakaran.
Ia mengatakan, pemerintah daerah akan membentuk tim untuk menentukan langkah terbaik terhadap bangunan pasar yang telah beberapa kali mengalami kebakaran tersebut.
“Insyaallah minggu ini, hari Selasa, saya akan undang semua bidang terkait di bawah Pak Sekda untuk melakukan penilaian. Setelah itu kita akan putuskan langkah selanjutnya secepatnya,” katanya.
Menurutnya, salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah melakukan perapihan total hingga pembongkaran bangunan apabila hasil penilaian menyatakan kondisi struktur sudah berisiko.
“Kalau memang harus kita rapikan, kita ratakan dengan tanah dan nanti kita bangun kembali. Tapi semua tergantung hasil penilaian,” tegasnya.
Asep juga mengungkapkan konsep besar yang tengah disiapkan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk kawasan pasar tersebut. Ia ingin menghadirkan pasar tradisional dengan konsep modern terbesar di wilayah Jawa Kabupaten Bekasi di atas lahan seluas 2,6 hektare.
“Nanti kita buat klaster-klaster, yang ikan di satu area, sayuran di area lain, buah juga tersendiri. Bisa dibuat lebih tertata dan nyaman,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mempertimbangkan penganggaran melalui APBD untuk mendukung revitalisasi pasar apabila dinilai memungkinkan secara keuangan daerah.
Ia meminta para pedagang bersabar karena pemerintah saat ini sedang memikirkan solusi terbaik agar para pedagang mendapatkan tempat berjualan yang layak dan pembeli pun merasa nyaman saat berbelanja.
“Saya datang malam-malam dari Bandung setelah acara dengan Pak Gubernur karena ingin melihat langsung kondisi di sini. Kalau memang harus dirapikan, akan kita rapikan secepat mungkin,” katanya.
Asep menambahkan, Pasar Ramayana Cikarang diketahui telah mengalami kebakaran hingga enam kali. Karena itu, pemerintah akan sangat berhati-hati sebelum memutuskan mempertahankan atau membongkar bangunan yang ada.
“Kalau hasil penilaian menyatakan bangunannya masih kokoh, tentu akan kita pertimbangkan untuk dirapikan saja. Tapi kalau berisiko, maka harus ada tindakan sesuai aturan karena ini juga menyangkut aset daerah,” tandasnya.***
Sumber : bekasikab.go.id










