KARAWANG – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menginginkan Kawasan Jalan Tuparev – Karawang menjadi ruang publik yang ramah pejalan kaki hingga bebas dari parkir liar.
Bahkan dalam gagasan untuk menata Kawasan Jalan Tuparev agar tidak ‘semrawut’, KDM mengaku akan mejadikannya sebagai ‘Kota Tua’ yang ikonik.
KDM menyebut jika Jalan Tuparev memiliki nilai historis dan potensi ekonomi yang besar. Tetapi kondisinya saat ini dinilai masih semrawut dan kurang tertata secara estetika.
“Tuparev itu harusnya menjadi ikon. Saya ingin Tuparev disulap menjadi kawasan Kota Tua-nya Karawang. Trotoarnya diperlebar, bangunannya dipertahankan arsitektur lamanya, dan pencahayaannya dibuat artistik,” tutur KDM, saat Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Karawang, dilansir dari instagram @informasi_karawang, Sabtu (9/5/2026).
Selain penataan bangunan dan jalan, KDM juga berencana menghadirkan ruang publik bernama Pelataran Cinta” yang difungsikan sebagai tempat interaksi masyarakat.
“Nanti kita buatkan Pelataran Cinta. Bukan berarti tempat orang pacaran yang negatif, tapi ruang publik tempat bertemunya rasa kasih sayang antarwarga. Tempat seniman berekspresi, tempat warga berjalan kaki dengan nyaman, dan tempat UMKM lokal naik kelas,” katanya.
Menurut KDM, konsep tersebut bertujuan menghidupkan kembali identitas Karawang sebagai kota yang tidak hanya berkembang secara industri, tetapi juga memiliki karakter budaya dan ruang terbuka yang humanis.
la juga menargetkan kawasan Jalan Tuparev ke depan terbebas dari parkir liar dan memiliki tata lalu lintas yang lebih tertib, agar masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati suasana kota dengan nyaman.
“Kalau penataannya bagus, ekonomi pasti tumbuh. Orang akan datang ke sini bukan cuma buat belanja, tapi buat wisata sejarah dan kuliner. Karawang harus punya kebanggaan estetika,” pungkasnya.***










