Senin, Mei 11, 2026
spot_img

KDM Mau Jadikan Tuparev sebagai Kota Tua, Ikonik Ruang Publik Karawang yang Tidak Semrawut

KARAWANG – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menginginkan Kawasan Jalan Tuparev – Karawang menjadi ruang publik yang ramah pejalan kaki hingga bebas dari parkir liar.

Bahkan dalam gagasan untuk menata Kawasan Jalan Tuparev agar tidak ‘semrawut’, KDM mengaku akan mejadikannya sebagai ‘Kota Tua’ yang ikonik.

KDM menyebut jika Jalan Tuparev memiliki nilai historis dan potensi ekonomi yang besar. Tetapi kondisinya saat ini dinilai masih semrawut dan kurang tertata secara estetika.

Berita Lainnya  Diduga Masih Pekerjakan THL, Pejabat PUPR 'Kangkangi' Kebijakan Bupati

“Tuparev itu harusnya menjadi ikon. Saya ingin Tuparev disulap menjadi kawasan Kota Tua-nya Karawang. Trotoarnya diperlebar, bangunannya dipertahankan arsitektur lamanya, dan pencahayaannya dibuat artistik,” tutur KDM, saat Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Karawang, dilansir dari instagram @informasi_karawang, Sabtu (9/5/2026).

Selain penataan bangunan dan jalan, KDM juga berencana menghadirkan ruang publik bernama Pelataran Cinta” yang difungsikan sebagai tempat interaksi masyarakat.

“Nanti kita buatkan Pelataran Cinta. Bukan berarti tempat orang pacaran yang negatif, tapi ruang publik tempat bertemunya rasa kasih sayang antarwarga. Tempat seniman berekspresi, tempat warga berjalan kaki dengan nyaman, dan tempat UMKM lokal naik kelas,” katanya.

Berita Lainnya  Hadirkan Ustaz Maulana, Sanema Tour Gelar  Halal Bihalal Antar Jamaah

Menurut KDM, konsep tersebut bertujuan menghidupkan kembali identitas Karawang sebagai kota yang tidak hanya berkembang secara industri, tetapi juga memiliki karakter budaya dan ruang terbuka yang humanis.

la juga menargetkan kawasan Jalan Tuparev ke depan terbebas dari parkir liar dan memiliki tata lalu lintas yang lebih tertib, agar masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati suasana kota dengan nyaman.

“Kalau penataannya bagus, ekonomi pasti tumbuh. Orang akan datang ke sini bukan cuma buat belanja, tapi buat wisata sejarah dan kuliner. Karawang harus punya kebanggaan estetika,” pungkasnya.***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bentrok Bobotoh dengan The Jak Mania Terjadi di Sejumlah Titik di Karawang

KARAWANG - Bentrokan antara Bobotoh dengan The Jak Mania terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Karawang, usai kegiatan nonton bareng (Nobar) Persib Bandung melawan...

Pelaku Penadah HP Curian di Bekasi Pakai Aluminum Foil buat Tangkal Sinyal

JAKARTA - Polisi menangkap tiga orang penadah handphone curian di Bekasi Timur. Para tersangka menggunakan aluminum foil untuk mengacak sinyal pendeteksi handphone. Kanit Reskrim Polsek...

252 Siswa di Jakarta Timur Keracunan MBG

JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat sebanyak 252 siswa mengalami gejala diduga keracunan makanan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di...

Makam Dibongkar, Polisi Selidiki Kasus Bayi Tewas Tak Wajar di Karawang

KARAWANG - Diduga mengalami kematian tak wajar, pihak kepolisian akhirnya melakukan ekshumasi atau proses pembongkaran makam seorang bayi laki-laki berinisial TP (1,5), asal Desa...

Demo Bupati Indramayu, Massa Lemparkan Puluhan Ular ke Aparat yang Berjaga

INDRAMAYU – Suasana di depan Pendopo Kabupaten Indramayu mendadak riuh saat puluhan ekor ular meluncur ke arah barisan penjagaan aparat keamanan. Aksi tak lazim...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan