Selasa, Oktober 27, 2026
Google search engine

KDM Mau Jadikan Tuparev sebagai Kota Tua, Ikonik Ruang Publik Karawang yang Tidak Semrawut

KARAWANG – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menginginkan Kawasan Jalan Tuparev – Karawang menjadi ruang publik yang ramah pejalan kaki hingga bebas dari parkir liar.

Bahkan dalam gagasan untuk menata Kawasan Jalan Tuparev agar tidak ‘semrawut’, KDM mengaku akan mejadikannya sebagai ‘Kota Tua’ yang ikonik.

KDM menyebut jika Jalan Tuparev memiliki nilai historis dan potensi ekonomi yang besar. Tetapi kondisinya saat ini dinilai masih semrawut dan kurang tertata secara estetika.

Berita Lainnya  Khidmat dan Penuh Haru, Siswa SMAK Santo Aloysius Nyanyikan Lagu 'Ibu Pertiwi' di Tengah Kabut Pekat Karhutla

“Tuparev itu harusnya menjadi ikon. Saya ingin Tuparev disulap menjadi kawasan Kota Tua-nya Karawang. Trotoarnya diperlebar, bangunannya dipertahankan arsitektur lamanya, dan pencahayaannya dibuat artistik,” tutur KDM, saat Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Karawang, dilansir dari instagram @informasi_karawang, Sabtu (9/5/2026).

Selain penataan bangunan dan jalan, KDM juga berencana menghadirkan ruang publik bernama Pelataran Cinta” yang difungsikan sebagai tempat interaksi masyarakat.

“Nanti kita buatkan Pelataran Cinta. Bukan berarti tempat orang pacaran yang negatif, tapi ruang publik tempat bertemunya rasa kasih sayang antarwarga. Tempat seniman berekspresi, tempat warga berjalan kaki dengan nyaman, dan tempat UMKM lokal naik kelas,” katanya.

Berita Lainnya  PERADI Kritik Keras Barrier Gate di Mapolresta Karawang : "Bikin Ribet Masyarakat yang Berkunjung"

Menurut KDM, konsep tersebut bertujuan menghidupkan kembali identitas Karawang sebagai kota yang tidak hanya berkembang secara industri, tetapi juga memiliki karakter budaya dan ruang terbuka yang humanis.

la juga menargetkan kawasan Jalan Tuparev ke depan terbebas dari parkir liar dan memiliki tata lalu lintas yang lebih tertib, agar masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati suasana kota dengan nyaman.

“Kalau penataannya bagus, ekonomi pasti tumbuh. Orang akan datang ke sini bukan cuma buat belanja, tapi buat wisata sejarah dan kuliner. Karawang harus punya kebanggaan estetika,” pungkasnya.***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Korupsi hingga TPPU, Mantan Bupati Gowa Resmi Ditahan

GOWA - Mantan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, resmi ditahan oleh penyidik Subdit III Tipidkor Polda Sulawesi Selatan pada Senin, 26 Oktober 2026. Setelah menjalani...

PSSI Kecam Keras Penyerangan yang Tewaskan Bobotoh di Bogor, Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku

JAKARTA - Ketua Umum PSSI sekaligus Menpora, Erick Thohir, mengecam keras insiden penyerangan yang menewaskan seorang suporter Persib Bandung (Bobotoh) berinisial ARK (16 tahun)...

Polisi Amankan Pelaku Pembacokan Remaja Bobotoh Bogor

BOGOR - Polres Bogor bergerak cepat mengamankan pelaku yang terlibat dalam tewasnya seorang remaja Bobotoh berinisial ARK yang ditemukan bersimbah darah di Jalan Raya...

Istri dan Anak Asal Bogor Dibunuh Suami Siri, Dicekik – Dibakar hingga Dimasukan ke Penggilingan Daging

MADIUN - Dwi Bagus Martono, pelaku pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anak laki-lakinya yang berinisial AGEF (4), asal Kabupaten Bogor, ditangkap polisi. Kedua...

Polisi Selidiki Tewasnya Remaja Bobotoh Bogor, Minta Warga Beri Informasi Sekecil Apapun untuk Percepat Proses Hukum

BOGOR - Menanggapi insiden tewasnya seorang remaja Bobotoh berinisial ARK (16) yang diduga menjadi korban pembacokan dan penghadangan di Jalan Raya Jakarta-Bogor usai menonton...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan