Jumat, Mei 8, 2026
spot_img

Pemkab Bekasi Usulkan Flyover Telaga Asih dan Underpass Lemahabang

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi mengusulkan pembangunan dua perlintasan tidak sebidang berupa flyover Telaga Asih dan underpass Lemahabang kepada pemerintah pusat guna mengatasi kemacetan serta meningkatkan keselamatan di jalur perlintasan kereta api.

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja mengatakan, kondisi sejumlah perlintasan kereta sebidang di Kabupaten Bekasi sudah lama menjadi keluhan masyarakat, terutama saat jam sibuk ketika antrean kendaraan mengular hingga menyebabkan kemacetan panjang.

“Dengan kondisi beberapa titik di Kabupaten Bekasi yang masih terdapat perlintasan kereta sebidang, ini sudah sejak lama dikeluhkan masyarakat, terutama di jam-jam sibuk seperti di perlintasan kereta Lemahabang. Makanya kami menyampaikan permohonan kepada pemerintah pusat untuk dapat membantu pemerintah daerah membangun fly over atau underpass,” ujar Asep.

Ia menjelaskan, peningkatan frekuensi perjalanan kereta api di lintas Manggarai-Cikarang juga membuat kebutuhan pembangunan perlintasan tidak sebidang menjadi semakin mendesak.

Berita Lainnya  Polemik Dana Hibah Rp 100 Juta untuk RW, DPRD Minta Pencairan Ditunda

“Frekuensi perjalanan kereta api sekarang semakin meningkat seiring operasional KRL dan pengembangan jalur kereta. Kondisi ini tentu harus diimbangi dengan penanganan perlintasan agar keselamatan dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga,” katanya.

Pemkab Bekasi sendiri mengusulkan pembangunan fly over pada JPL 104 ruas Jalan Telaga Asih-Wanasari di antara Stasiun Cibitung dan Stasiun Metland Telaga Murni serta underpass di Jalan KH Ma’mun Nawawi pada lintas Stasiun Cikarang-Stasiun Lemahabang.

“Sebagai bentuk keseriusan, kami juga sudah menyiapkan dukungan teknis seperti Detail Engineering Design (DED) dan dokumen pendukung lainnya agar proses pembangunan bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono mengatakan dua titik tersebut menjadi prioritas karena tingkat kepadatan kendaraan yang sangat tinggi setiap harinya.

Berita Lainnya  Tekan Angka Pengangguran, Para Pencaker Ikuti Pembekalan Magang ke Jepang

“Kemarin kami sudah sampaikan kepada Bappenas bagaimana kondisi di Kabupaten Bekasi. Tingkat kemacetan di dua titik tersebut memang luar biasa,” ujar Agus di Cikarang, Kamis (7/5/2026).

Menurut Agus, usulan pembangunan fly over dan underpass itu juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk membenahi perlintasan sebidang di berbagai daerah.

“Maka dua itu yang kami usulkan, sebagaimana arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi perlintasan sebidang di seluruh wilayah,” katanya.

Ia menyebut seluruh dokumen teknis kedua proyek telah dipersiapkan, termasuk Detail Engineering Design (DED) dan estimasi kebutuhan anggaran pembangunan.

“DED sudah ada, tetapi nanti kemudian dihitung ulang oleh Bappenas kebutuhannya seperti apa,” ucapnya.

Berdasarkan perhitungan sementara, pembangunan underpass Lemahabang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp99 miliar, sedangkan fly over Telaga Asih sekitar Rp85 miliar.

Berita Lainnya  67 Desa di Karawang akan Gelar Pilkades Serentak pada November 2026

Agus menambahkan, rencana pembangunan underpass Lemahabang sebenarnya telah dipersiapkan sejak beberapa tahun lalu. Bahkan Pemerintah Kabupaten Bekasi telah melakukan pembebasan lahan di sekitar lokasi proyek guna mendukung percepatan pembangunan.

“Perlintasan Lemahabang ini memang menjadi salah satu titik krusial karena menjadi penghubung jalan provinsi dan jalan nasional sehingga kepadatan kendaraan sangat tinggi, terutama saat kereta melintas,” tandasnya. (*)

Sumber : bekasikab.go.id

Ket foto : Perlintasan Kereta Api Lemahabang Kecamatan Cikarang Utara yang kerap menjadi titik kemacetan saat jam sibuk pada pagi dan sore hari.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Demo Bupati Indramayu, Massa Lemparkan Puluhan Ular ke Aparat yang Berjaga

INDRAMAYU – Suasana di depan Pendopo Kabupaten Indramayu mendadak riuh saat puluhan ekor ular meluncur ke arah barisan penjagaan aparat keamanan. Aksi tak lazim...

Jadi Sorotan Satelit NASA, Kota Bekasi Disebut Salah Satu Kota Paling Beracun di Dunia

KOTA BEKASI - Di tengah bakal adanya proyek pengelolaan sampah energi listrik (PSEL), Kota Bekasi kembali jadi sorotan internasional setelah hasil pemantauan satelit mengungkap...

Dikritik Budayawan, Lokasi Kirab Mahkota Binokasih Dipindah ke Masjid Syech Quro

KARAWANG - Pasca dikritik keras budayawan, Nace Permana, titik lokasi Kirab Mahkota Binokasih dalam rangka Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Karawang akhirnya dipindah ke...

Gaduh Duit Sogokan Rekrutmen Nakes, Askun : Karawang Harus Bersih dari Oknum ASN Biadab

KARAWANG - Terkait adanya dugaan uang sogokan atau suap Rp 10 juta dalam rekrutmen tenaga kerja kesehatan (Nakes) di RSUD Rengasdengklok yang melibatkan oknum...

Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Subang berinisial MR (56) ditangkap polisi setelah melakukan penipuan proyek fiktif terhadap warga Jakarta. MR, pria yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan