Minggu, April 26, 2026
spot_img

Menkeu Purbaya Minta Program MBG Lebih Efisien

JAKARTA – Sejumlah pos anggaran di Badan Gizi Nasional (BGN) terus menuai sorotan publik. Yaitu dari mulai pengadaan 21.801 motor listrik untuk kepala SPPG, hingga Rp 6,9 miliar pengadaan 17 ribu pasang kaos kaki.

Kemudian, Rp 1,57 miliar untuk 12 paket kontrak pengadaan sikat dan semir sepatu, hingga terakhir Rp 5,7 miliar untuk berlangganan lisensi Zoom Meeting selama April-Desember 2026.

Sejumlah pos anggaran di BGN ini menjadi kontroversi. Karena bagaimana tidak, alih-alih seharusnya fokus pada program pemenuhan gizi anak melalui program MBG, sejumlah pos angaran BGN yang dinilai ‘pemborosan anggaran’ ini juga dilakukan ditengah kebijakan efisiensi anggaran.

Berita Lainnya  Kaji Dokumen Keuangan, KPK Belum Bisa Pastikan Kapan Panggil Lagi Ridwan Kamil

Menyikapi kontroversi ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sudah meminta agar program MBG bisa lebih efisien. Hal ini juga sudah disampaikannya kepada Kepala BGN, Dadan Hindayana secara langsung dalam beberapa kesempatan diskusi.

“Kita enggak akan masuk ke MBG. Kita mendukung MBG. Cuman kita minta ke MBG supaya lebih efisien lah. Itu aja kira-kira. Kita diskusi terus dengan kepala MBG,” kata Purbaya, saat media briefing, Jumat (24/4/2026), dilansir dari CNBC Indonesia.

Menurut Purbaya, program penghematan sudah dilakukan dengan memangkas hari MBG menjadi 5 hari dari semula 7 hari. Purbaya menambahkan, BGN juga sudah berjanji akan melakukan penghematan lainnya, sehingga anggarannya bisa dihemat dari semula Rp 335 triliun.

Berita Lainnya  Diperiksa KPK, Istri Ono Surono Dicecar 16 Pertanyaan

“Mereka akan kendalikan yang lain-lain sehingga anggarannya akan jauh lebih kurang dari yang Rp335 triliun itu. Jadi akan ada banyak penghematan untuk MBG,” ujarnya.

Adapun menyoal temuan KPK terkait potensi korupsi di program MBG, Purbaya menegaskan menjadi bagian wewenang KPK. Kendati demikian, Purbaya melihat ada kelemahan di sana sini dalam program ini.

Namun, kekurangan dan kelemahan ini dalam batasan normal mengingat programnya yang masih baru.

Melihat kelemahan ini, Purbaya menegaskan Kemenkeu membantu melakukan pengawasan dan screening pembiayaannya, sehingga tidak ada program aneh-aneh.

Berita Lainnya  Dalih Ade Kunang : itu Uang Pinjaman Pribadi untuk Lunasi Utang Biaya Pilkada

“Kita sih kita lihat memang ada kelemahan sana sini, tapi untuk program baru normal lah bisa diperbaiki ke depan. Yang untuk jadi kami juga akan perbaiki proses screening pembiayaannya, sehingga enggak ada lagi program-program yang aneh yang dibiayain,” paparnya.

“Penghematan dari situ ya,” lanjutnya.

Terakhir, Purbaya memastikan Kemenkeu mendukung MBG. Namun, Kemenkeu tetap minta ke MBG supaya lebih efisien.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ferry Irwandi Bongkar Kejanggalan Kasus Chromebook, Penerima Gratifikasi Hanya Jadi Saksi

JAKARTA - Kreator konten sekaligus aktivis, Ferry Irwandi, melayangkan kritik keras terhadap Kejaksaan Republik Indonesia terkait pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Ferry...

Intervensi Musorkablub KONI Subang, Pesan WhatsApp Elita Budiati Menuai Polemik

SUBANG — Polemik dugaan intervensi politik dalam tubuh olahraga dan birokrasi di Kabupaten Subang kian memanas menjelang Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI...

BGN Kembali Disorot, Kali ini Soal Rp 5,7 Miliar Anggaran Zoom Meeting

JAKARTA - Badan Gizi Nasional menggelontorkan anggaran sebesar Rp 5,7 miliar untuk berlangganan lisensi Zoom Meeting selama April-Desember 2026. Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan anggaran...

‘Shut Up KDM’, Kritik Keras Suporter untuk Dedi Mulyadi

BANDUNG - Suasana laga antara Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4) malam, tidak hanya diwarnai persaingan...

Pertama di Indonesia, Kabupaten Bekasi Bentuk Satgas Perlindungan Guru

BEKASI - Kabupaten Bekasi mencatatkan sejarah baru di dunia pendidikan tanah air. Daerah ini menjadi yang pertama di Indonesia yang menginisiasi pembentukan Satgas Perlindungan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan