Senin, April 13, 2026
spot_img

Alami Luka Bakar 63% di Kebakaran SPBE Mustikajaya, Pelajar Meninggal Saat Jalani Perawatan

KOTA BEKASI – Sapta Prihantono, pelajar kelas X jurusan teknik mesin SMK Negeri 15 Kota Bekasi, meninggal setelah mengalami luka bakar serius dalam kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Indogas Andalan Kita di Mustikajaya, Kota Bekasi.

Korban mengembuskan napas terakhir pada Selasa (7/4/2026) usai menjalani perawatan dengan luka bakar mencapai 63 persen.

“Iya, korban atas nama Sapta meninggal. Sedangkan ayah dan saudara almarhum masih dirawat di rumah sakit,” ujar Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan, Rabu (8/4/2026).

Kebakaran terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Saat kejadian, Sapta berada di rumah kontrakan bersama ayah dan ketiga kakaknya yang lokasinya berdekatan dengan area SPBE.

Berita Lainnya  Pria di Subang Hilang Selama 6 Hari, Tim Gabungan Sisir Sungai Ciasem

Sebelum meninggal, Sapta sempat dirawat di RS Citra Arafiq Bantargebang sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Maka menyebutkan, total lima anggota keluarga Sapta menjadi korban dalam insiden tersebut. Kini, empat anggota keluarga lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Untuk Sapta, satu keluarga yang dirawat lima orang. Karena Sapta meninggal, sisa empat orang. Dua orang dirawat di RSUD Cibitung dan dua lainnya di RS Citra Arafiq,” kata Maka.

Selain Sapta, dua korban lain juga meninggal dunia akibat luka bakar parah, yakni Suyadi dan Djaimun yang merupakan petugas keamanan PT Indogas Andalan Kita.

“Betul. Korban yang meninggal dunia atas nama Suyadi dengan luka bakar 92 persen dan Djaimun dengan luka bakar 97 persen,” kata Maka.

Berita Lainnya  Remaja Bekasi Tewas Tenggelam di Wisata Green Canyon Karawang

Suyadi meninggal pada Minggu (5/4/2026), sementara Djaimun meninggal pada Senin (6/4/2026).

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengatakan, Pemerintah Kota Bekasi akan memanggil pengelola SPBE untuk meminta pertanggungjawaban terhadap para korban dan bangunan terdampak.

“Besok saya akan komunikasi dengan pemilik SPBE. Kami undang mereka,” ujar Harris.

Ia menilai operasional SPBE harus memenuhi standar, termasuk terkait kerja sama dan pengawasan dari Pertamina.

“Kami akan bahas standar yang harus dipenuhi. Ada beberapa syarat yang akan kami bicarakan dengan Pertamina,” katanya.

Terkait tuntutan warga agar SPBE ditutup, Harris menyatakan hal tersebut masih dalam tahap kajian. Pemerintah Kota Bekasi juga akan mengevaluasi seluruh SPBE yang beroperasi di wilayah tersebut.

Berita Lainnya  Influencer Purwakarta Tewas Misterius di Kosan

“Ini sedang kami kaji. Kami juga sedang mengkaji semua SPBE di Kota Bekasi, total ada empat. Minimal aspek K3 harus diperhatikan karena kami tidak ingin kejadian serupa terulang,” ujarnya.

Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran juga berdampak pada puluhan warga di sekitar lokasi. Setelah dilakukan verifikasi ulang, jumlah kepala keluarga terdampak tercatat sebanyak 39 KK.

“Awalnya ada 47 KK, tetapi setelah diverifikasi menjadi 39 KK. Terdiri dari 35 KK warga Kota Bekasi dan 4 KK warga luar Kota Bekasi,” kata Maka.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Terima Uang Rp 2,94 Miliar, KPK Periksa Henri Lincoln

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Henri Lincoln untuk mengonfirmasi penerimaan...

Pemborong Menjerit, Mau Nyari Untung Malah Buntung

KARAWANG - Mayoritas pengguna jasa (pemborong) yang mengerjakan proyek atau pekerjaan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang mulai menjerit. Hal ini...

Meski Sudah Jerat 2 Tersangka, Korupsi Ambulans RSUD Subang Kembali Dilaporkan

SUBANG – Langkah hukum baru diambil oleh dua praktisi hukum, Taufik H. Nasution, SH. MH. M.Kes dan Hugo S. Tambunan, SH.Mereka mendatangi Kejaksaan Negeri...

Wagub Krisantus Bakal Cium Lutut KDM, Jika Bisa Bangun Kalbar

SINTANG - Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus Kurniawan menanggapi keinginan warga yang ingin “meminjam” Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi untuk memperbaiki jalan...

KDM Minta Samsat Tiru Perbankan, Bayar Pajak Jangan Dibuat Berbelit

BANDUNG - Layanan pembayaran pajak kendaraan di Samsat seluruh Jawa Barat, harus bisa seperti di Perbankan yang efektif dan efisien. Hal itu diungkapkan Gubernur Jabar,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan