Jumat, Mei 29, 2026
spot_img

Demo di Lembur Pakuan Dihadang Warga, Massa Tetap Tak Bisa Temui KDM

SUBANG – Aksi demonstrasi dilakukan LSM Pemuda dan Mahasiswa di kediaman Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), di Lembur Pakuan – Subang, Kamis (19/2/2026).

Meski tuntutan massa aksi berkaitan dengan tata kelola pemerintahan Pemprov Jabar, tetapi aksi demo dilakukan di Lembur Pakuan. Pasalnya, massa pendemo menganggap setiap aksi demonstrasi di Gedung Sate – Bandung tak pernah ditemui KDM.

Alih-alih bisa menyampaikan aspirasi langsung ke KDM, massa pendemo malah dihadang warga yang merasa khawatir, jika aksi demonstrasi bisa mengganggu ketertiban, kenyamanan dan kenyamanan Lembur Pakuan.

Alhasil, massa pendemo tetap tak bisa menemui KDM. Meski massa pendemo dan warga sudah saling berhadapan, tetapi aksi demonstrasi ini berlangsung kondusif karena dijaga ketat aparat kepolisian.

Berita Lainnya  'Perang Dingin' Dugaan Sengketa Piutang Rp 35 Miliar, Abang Ijo Tolak Kompensasi Proyek APBD

Namun demikian, massa pendemo tetap menyampaikan aspirasinya soal sejumlah proyek jalan Pemprov Jabar yang hanya memiliki umur layanan sangat pendek, karena baru selesai dibangun namun telah mengalami kerusakan. Pendemo menduga hal tersebut terjadi akibat spesifikasi teknis yang tidak sesuai dengan standar.

Pendemo juga menyoroti adanya isu mengenai individu berinisial DK, HU dan HD yang disebut-sebut mampu mengendalikan atau mengatur alokasi proyek di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Massa meminta agar dugaan tersebut ditelusuri secara transparan oleh aparat penegak hukum.

Berita Lainnya  Tolak Hilirisasi Aspal Buton Dibangun di Karawang, Sultan Buton Surati Prabowo

Tak hanya itu, massa mengecam adanya dugaan oknum yang mencatut atau menjual nama Gubernur Dedi Mulyadi dalam praktik pengaturan proyek. Mereka meminta gubernur mengambil langkah tegas untuk membersihkan praktik-praktik yang dinilai merusak integritas pemerintahan daerah.

Ketua Bidang Hukum LSM Pemuda, Andri, S.H., menyatakan bahwa aksi digelar di Lembur Pakuan karena upaya audiensi dan demonstrasi sebelumnya di kantor dinas terkait serta di Gedung Sate tidak membuahkan tanggapan serius.

“Kami sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi di kantor dinas dan Gedung Sate, namun tidak ada respons yang kami anggap substansial. Karena itu kami datang ke sini agar aspirasi ini benar-benar didengar,” ujar Andri dalam orasinya.

Berita Lainnya  Diduga Masih Pekerjakan THL, Pejabat PUPR 'Kangkangi' Kebijakan Bupati

Sementara itu, di tengah aksi tersebut, agenda Gubernur Dedi Mulyadi terpantau tetap berjalan. Pada hari yang sama, ia melakukan kunjungan kerja ke Majalengka untuk meninjau bencana pergerakan tanah serta menyiapkan bantuan infrastruktur dan hunian bagi warga terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari KDM maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait tuntutan yang disampaikan massa pendemo.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Polda Jabar Bongkar Sidikat Penipuan Titik Proyek SPPG

BANDUNG - Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) berhasil membongkar sindikat penipuan bermodus penjualan titik proyek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi...

Polda Jabar akan Tindak Konten ‘Teror Pocong’ di Media Sosial

BANDUNG - Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengambil sikap tegas menanggapi maraknya fenomena konten viral bertema “teror pocong” di media sosial yang memicu...

Tak Ada Intruksi Prajurit TNI Turut Serta Berantas Begal

JAKARTA - Markas Besar (Mabes) TNI memastikan tidak ada instruksi langsung dari Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto agar prajurit TNI turut serta memberantas...

Menteri HAM Pigai Tak Setuju Begal Ditembak Mati

BANDUNG - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menolak wacana penembakan langsung terhadap pelaku begal seperti yang disampaikan Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi...

Polisi Ungkap Bengkel Motor di Cirebon Dijadikan Tempat Penjualan ‘Pil Setan’

CIREBON - MAB (31), seorang pemilik bengkel motor di Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, terpaksa diamankan Satres Narkoba Polresta Cirebon, setelah diduga menjadi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan