Jumat, Juni 12, 2026
spot_img

Warga Jabar Puas Kepemimpinan KDM, Tapi Sektor Ekonomi Jadi Sorotan

BANDUNG – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan tingkat kepuasan warga terhadap kinerja Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selama satu tahun memimpin Jawa Barat mencapai angka 95,5 persen. Warga merasa puas dalam segi penyediaan listrik, pendidikan, kesehatan dan kualitas infrastruktur serta peningkatan jumlah jalan.

Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan periode 30 Januari hingga tanggal delapan Februari tahun 2026. Jumlah sampel sebanyak 800 responden dengan metode multistage random sampling dan margin of error 3,5 persen.

“Pertama, approval rating (tingkat kepuasan) KDM sebagai Gubernur Jawa Barat itu masih tinggi ya. Saya sebut sangat tinggi karena mencapai 95,5 persen,” ucap Founder Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia Prof Burhanudin Muhtadi saat rilis di salah satu hotel di Bandung, Senin (16/2/2026).

Berita Lainnya  Soal Kontroversi 'Map Bertuliskan Bupati Karawang' di Rumah Eks Kepala BGN, Ternyata Hanya Dokumen Pengajuan Kekurangan SPPG

Ia menuturkan warga yang merasa puas dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selama satu tahun kepemimpinan mengalami kenaikan dibandingkan 100 hari pertama sejak dilantik pada Februari tahun 2025. Namun begitu, tingkat kepuasan warga terhadap Dedi Mulyadi relatif sulit untuk ditingkatkan kembali.

“Sembilan puluh lima koma lima persen karena base-nya sangat tinggi, memang tidak mudah untuk meningkatkan karena sudah tinggal 4,5 persen lagi yang masih menyatakan kurang puas ya. Artinya ini satu capaian yang positif,” kata dia.

Berita Lainnya  Diduga Tertipu WO yang Dikenal di Instagram, Pasangan Pengantin Viral ini Resmi Buat Laporan Polisi

Burhanudin mengatakan warga merasa puas terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi karena terkait penyediaan listrik, pendidikan, kesehatan, kualitas infrastruktur dan peningkatan jumlah jalan. Kondisi itu yang menopang kepuasan warga Jawa Barat mencapai 80 hingga 90 persen.

Dari 23 variabel kinerja yang diuji, ia mengatakan semuanya mengalami kenaikan dibandingkan saat 100 hari menjabat. Namun, masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan berkaitan dengan kinerja Pemprov Jabar.

Overall itu rata-ratanya masih 71 persen,” kata dia.

Ia menyebut tingkat kepuasan warga Jawa Barat terhadap kinerja Pemprov Jabar di sektor ekonomi masih di bawah 60 persen. Bahkan kinerja di sektor akses peningkatan modal masih di bawah 50 persen.

Berita Lainnya  Sidang Kasus Ade Kunang, Kadis BMSDA Bekasi Akui Ploting 42 Paket Proyek atas Permintaan Abah Kunang

“Tetap perlu ada kewaspadaan terutama berkaitan dengan isu-isu ekonomi karena kita tahu belakangan seiring dengan pemotongan transfer ke daerah dan kinerja Pemprov suka tidak suka harus mengikuti ya, menyesuaikan,” kata dia.

Survei Indikator Politik Indonesia menyebut pengentasan kemiskinan baru 51 persen, peningkatan kualitas tenaga kerja 58 persen, jaminan sosial bagi warga kurang mampu 60 persen. Pengelolaan sampah sebanyak 64 persen.***

Sumber : Republika.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tetapkan Tersangka Baru, Kejagung Bongkar ‘Kongkalikong’ Pengaturan Titik SPPG

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS) sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejagung mengungkapkan...

Fraksi Demokrat Dorong Regulasi Pengawasan LGBT, Pemerhati Sosial : “Mereka Harus Dibina, Bukan Dibinasakan”

KARAWANG - Pasca 'viral video pesta gay' di Theatre Night Mart - tempat hiburan malam di Jalan Tuparev, hingga berujung aksi demonstrasi tokoh agama,...

Kasus Dugaan Gratifikasi Anne Ratna Mustika, LM Kembali Diperikza Kejari Purwakarta

PURWAKARTA – Mantan anggota DPRD Purwakarta berinisial LM kembali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Senin (9/6/2026). Pemeriksaan terhadap LM berlangsung cukup lama. Ia...

Dugaan Penyimpangan Revitalisasi Pasar Kranji Baru Dilaporkan ke Kejari Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Berlarut-larutnya revitalisasi Pasar Kranji Baru membuat para pedagang resah. Para pedagang yang tergabung dalam Rukun Warga Pasar Kranji Baru menilai terdapat...

Pemkot Bekasi Larang ASN ‘Ngonten’ Pakai Seragam dan Atribut Dinas

KOTA BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan surat edaran (SE) untuk aparatur sipil negara (ASN). Isinya terkait larangan ASN Pemkot Bekasi membuat konten mengenakan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan