Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

PKB Minta Aep-Maslani Kembali Kaji Usulan Program SAMISADE

KARAWANG – Ketua DPC PKB Karawang, DR. H. Rahmat Hidayat Djati, M.IP meminta agar Bupati dan Wakil Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh – H. Maslani kembali mempertimbangkan dan mengkaji usulan partainya mengenai program Satu Miliar Satu Desa/ Kelurahan (SAMISADE).

Hal ini disampaikan Kang Toleng di hadapan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bappeinda) Pemkab Karawang, M. Ridwan Salam S.Sos, M.Si, saat keduanya berkesempatan menjadi narasumber Diskusi Publik dengan tema ‘Satu Tahun Kepemimpinan Aep-Maslani’ yang digelar Pusat Studi Ngawarak Luhur, di Lapak Ngopi Karawang, Sabtu (31/1/2026).

Awalnya Kang Toleng memaparkan salah satu program Aep-Maslani yang berdampak langsung ke masyarakat, yaitu dukungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui pembiayaan Universal Health Coverage (UHC). Sehingga dengan ini Pemda Karawang diganjar UHC Awards beberapa waktu lalu.

Namun yang menjadi ‘PR’ hari ini adalah bagaimana agar pemahaman UHC sampai di pikiran masyarakat secara menyeluruh. Karena menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami UHC.

Berita Lainnya  Update Longsor TPST Bantargebang : 6 Meninggal, 6 Selamat, 1 Masih Pencarian

“Salah satu program prioritas Aep-Maslani yang berdampak yaitu UHC. Tapi sering kali masalahnya masyarakat tidak mengerti bagaimana caranya berpindah dadi BPJS ke UHC. Jangankan yang tua, yang muda juga masih banyak yang gak paham. Padahal kalau sudah pindah ke UHC tidak perlau bayar lagi, karena sudah dibayar pemda,” tutur Kang Toleng.

Diskusi publik yang digelar Pusat Studi NGAWARAK LUHUR membahas satu tahun kepemimpinan Aep-Maslani.

Di tengah penyampaian materinya, Kang Toleng meminta kepada Pemkab Karawang yang dalam hal ini Aep-Maslani, untuk kembali mempertimbangkan dan mengkaji soal usulan program partainya mengenai program satu miliar satu desa.

Karena diulasnya, program SAMISADE sempat diusulkan PKB saat menjadi parpol pengusung Aep-Maslani di Pilkada. “PKB menitipkan satu program yang sepertinya harus dikaji lagi oleh Aep-Maslani, yaitu satu miliar satu desa,” tuturnya di hadapan peserta diskusi publik.

Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat ini berpendapat, bahwa semua program pembangunan daerah semuanya akan berbasis pembangunan desa. Maka jika 309 desa/kelurahan di Karawang dialokasikan anggaran Rp 1 miliar, maka persoalan pelayanan sosial, keagamaan, kebudayaan dan lain sebagainya cukup diselesaikan di tingkat desa, tidak lagi menjadi beban pemerintah daerah.

Berita Lainnya  Sempat akan Dipangkas Purbaya, BGN Pastikan Anggaran MBG Tetap Rp 335 Triliun

“Ini mungkin perlu diskusi lebih lanjut. Jika APBD Karawang sudah diangka 4,9 triliun dengan 30% belanja pegawai dan sisanya belanja publik/pembangunan, artinya itu masih gede, kira-kira masih bisa gak satu miliar satu desa untuk 309 desa/kelurahan,” papar Kang Toleng.

“Kalau misalnya 309 miliar dipercayakan ke desa atau keluarahan mungkin atau tidak. Meski secara matematika itu nilainya kecil, jika melihat APBD Karawang saat ini,” timpal Kang Toleng.

Jika aparat desa/kelurahan di Karawang sudah bagus (profesional dan transparan), Kang Toleng berpendapat jika sebenarnya persoalan-persoalan sosial cukup diselesaikan di desa saja, tidak lagi diurusi pemda lewat Dinas Sosial.

Kalau kita punya aparat keluarahan desa yang bagus, maka urusan2 dasar diselesaikan desa saja. Misalnya kerawanan sodial uang selama ini berpusat di dinsos. “Ini catatan kita yang masih merupakan pertanyaan,” katanya.

Berita Lainnya  Sudah Dilarang Dedi Mulyadi, Para Penyapu Koin Tetap Beraksi

“Beberapa Kades pengen PKB menyuarakan ini (program SAMISADE). Kita PKB menjadi bagian yang menjadi perancang, simulasi dan penerapannya harus seperti apa. Ada juga Kades yang mengkritik atau tidak setuju. Karena kita juga harus akui beberapa desa belum bisa menerapkan transparansi anggaran,” beber Kang Toleng.

Menurut Kang Toleng, satu tahun kepemimpinan Aep-Maslani sudah lumayan dalam merealisasikan janji politiknya, Aep-Maslani sudah berjalan on the track.

“Karena tidak ujug-ujug manfaatnya harus bisa langsung dirasakan masyarakat, karena masih dalam tahap proses,” katanya.

“Saya kira pemerintahan Aep-Maslani terbuka untuk semua usulan. Meskipun tidak semua usulan bisa dipakai, tapi masih ada yang harus dikaji lagi (satu miliar satu desa salah satunya),” tandas Kang Toleng.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kangkangi Inpres, IWOI Karawang Soroti Minimnya Keterlibatan KDKMP dalam Program MBG

KARAWANG — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang menyoroti dugaan pelanggaran terhadap Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan...

Pakar Hukum : KPK Mending di Bawah Kejagung dan Polri

JAKARTA - Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepatutnya menjadi lembaga di bawah Kejaksaan Agung (Kejagung) atau...

Tangan Tak Diborgol, Gus Yaqut Kembali Jadi Tahanan Rutan

JAKARTA - Tangan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tak diborgol saat kembali ditahan usai sempat dialihkan menjadi tahanan rumah. KPK mengatakan petugas...

Disuruh PL Buat Ngecek Warem, Pria ini Malah Temukan Pemilik Tempat Karaoke Tewas Membusuk

SUBANG - Warga Pantura di wilayah Patokbeusi, Kabupaten Subang, digegerkan dengan penemuan jenazah pemilik warung remang-remang (Warem). Korban bernama Ani Anggraeni (47), warga Tasikmalaya,...

Kecelakaan Maut di Majalengka, 6 Pemudik Asal Rengasdengklok Tewas

MAJALENGKA - Kecelakaan maut menimpa mobil travel jenis Elf yang membawa rombongan pemudik di turunan Desa Maniis, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/3/2026) malam....

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan