Senin, September 21, 2026
Google search engine

Ada Oknum Pejabat Coba Suap Kang Rek Supaya Jadi Kepala Dinas?

SUBANG – Di tengah panasnya skandal dugaan gratifikasi yang diungkap oleh dr Maxi dengan tertuduh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Subang, Heri Sopandi, Bupati Subang Reynaldi kembali memicu kegaduhan publik melalui pernyataan kontroversialnya.

Usai melantik 8 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Jumat (9/1/2026), Bupati melontarkan pengakuan mengejutkan mengenai adanya oknum calon kepala dinas yang berniat menyuap dirinya sebesar Rp500 juta. Pernyataan ini dinilai sebagai “bola panas” baru di tengah krisis kepercayaan masyarakat yang sedang melanda Pemerintah Kabupaten Subang.

Pengakuan Terbuka Bupati Subang

Dalam keterangannya yang dikutip dari media online, Bupati Reynaldi secara terbuka membeberkan upaya penyuapan terhadap dirinya.

“Saya buka aja ini, saya buka ke semua. Beberapa hari lalu sebelum saya melantik ini, makanya saya beberapa hari lalu gak ada di Rumdin (Rumah Dinas), karena ada orang yang keliling-keliling bawa uang pengen jadi kepala dinas. Nominalnya Rp500 juta,” ungkap Bupati Subang.

Berita Lainnya  Tidak Terafiliasi dengan Ormas, Polisi Ungkap Motif 3 Pelaku Pengeroyokan Bambang Setiawan

Kritik Pedas Paguyuban Sundawani Wirabuana

Menanggapi pengakuan tersebut, Ketua Paguyuban Sundawani Wirabuana, Yosep, angkat bicara. Menurutnya, pernyataan Bupati tersebut justru menjadi blunder jika tidak dibarengi dengan tindakan hukum yang konkret.

“Jangan sampai pernyataan ini hanya menjadi bumbu politik atau sekadar upaya membangun citra bersih di tengah badai kasus dr Maxi. Jika benar ada yang mencoba menyuap Rp500 juta, itu adalah tindak pidana serius. Pertanyaannya sederhana: Kenapa tidak langsung ditangkap atau dilaporkan?” ujar Yosep dengan nada tegas.

Yosep menekankan bahwa sebagai kepala daerah, Bupati memiliki kewajiban moral dan hukum untuk menjaga integritas pemerintahan, bukan sekadar melempar isu.

Berita Lainnya  Sudah 10 Hari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Belum Ditemukan, Operasi Pencarian Dihentikan

“Kami dari Sundawani Wirabuana mendesak Bupati untuk buka-bukaan. Siapa oknum tersebut? Jangan melempar isu ke publik yang hanya akan menimbulkan fitnah dan kegaduhan baru. Kalau tidak dilaporkan ke pihak berwajib, publik wajar curiga apakah ini fakta atau hanya narasi pengalihan isu,” tambahnya.

Narasi Penolakan Suap Ditengah Isu “Setoran”

Pernyataan Bupati ini muncul tepat saat publik menanti kejelasan atas nyanyian dr Maxi mengenai dugaan aliran dana “setoran” sebesar Rp100 juta hingga Rp1 miliar yang diduga mengalir melalui perantara Heri Sopandi.

Namun, klaim Bupati yang menolak suap Rp500 juta ini justru dianggap janggal oleh berbagai pihak. Secara hukum, upaya penyuapan adalah delik yang seharusnya ditindaklanjuti dengan laporan resmi. Jika Bupati memiliki bukti namun memilih diam, hal itu bisa dipandang sebagai bentuk pembiaran terhadap praktik korupsi.

Berita Lainnya  Bawa 243 Orang, Kapal Feri Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Perairan Laut Jawa

“Masyarakat Subang sudah cerdas. Kami tidak butuh pengakuan heroik tentang menolak suap, kami butuh supremasi hukum yang jelas. Segera ungkap identitas oknum tersebut atau publik akan menganggap ini hanya strategi pengalihan perhatian dari kasus besar yang sedang diselidiki aparat,” tutup Yosep.***

Sumber : TriBerita.com

Kegaduhan Baru! Bupati Subang Klaim Ditawar Sogokan Rp500 Juta, Yosep Sundawani: “Segera Lapor, Jangan Hanya Narasi Kosong!”

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

2 Pemuda Pemeran ‘A Day in My Life’ Ditetapkan Tersangka, Positif Mengidap HIV

Dua pria pemeran video asusila sesama jenis di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres...

Nusron Wahid Dikejar dan Dicecar Pertanyaan oleh Wartawan : “Ini Saya Mau Pulang”

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid kembali menghadiri rapat di DPR RI pada Senin, 21 September 2026. Kehadiran mendadaknya dalam rapat pleno pengambilan keputusan RUU Pengaturan Reforma...

Awalnya Garang Sambil Bawa Parang, Ujung-ujungnya Minta Maaf

Kasus pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang berakhir damai setelah pelaku pemuda bersenjata tajam menyampaikan permohonan maaf...

Ibu Guru ini Didatangi Pejabat Kampar, Setelah Viralkan Bangunan Sekolah Berdinding Triplek

Pada Rabu, 16 September 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi Kelas Jarak Jauh UPT SDN 007 Desa Sungai...

Kapal Ikan China Tabrak Kapal Kargo di Perairan Singapura, 8 Orang Dilaporkan Hilang

Kapal ikan berbendera China, Luqing Yuanyu 108, bertabrakan dengan kapal kargo berbendera Panama bernama First Margaux di perairan dekat Singapura pada Minggu, 20 September...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan