Minggu, Juni 21, 2026
spot_img

Ada Oknum Pejabat Coba Suap Kang Rek Supaya Jadi Kepala Dinas?

SUBANG – Di tengah panasnya skandal dugaan gratifikasi yang diungkap oleh dr Maxi dengan tertuduh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Subang, Heri Sopandi, Bupati Subang Reynaldi kembali memicu kegaduhan publik melalui pernyataan kontroversialnya.

Usai melantik 8 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Jumat (9/1/2026), Bupati melontarkan pengakuan mengejutkan mengenai adanya oknum calon kepala dinas yang berniat menyuap dirinya sebesar Rp500 juta. Pernyataan ini dinilai sebagai “bola panas” baru di tengah krisis kepercayaan masyarakat yang sedang melanda Pemerintah Kabupaten Subang.

Pengakuan Terbuka Bupati Subang

Dalam keterangannya yang dikutip dari media online, Bupati Reynaldi secara terbuka membeberkan upaya penyuapan terhadap dirinya.

“Saya buka aja ini, saya buka ke semua. Beberapa hari lalu sebelum saya melantik ini, makanya saya beberapa hari lalu gak ada di Rumdin (Rumah Dinas), karena ada orang yang keliling-keliling bawa uang pengen jadi kepala dinas. Nominalnya Rp500 juta,” ungkap Bupati Subang.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Tertipu, Warga yang akan Dibantunya Ternyata Pelaku Curanmor

Kritik Pedas Paguyuban Sundawani Wirabuana

Menanggapi pengakuan tersebut, Ketua Paguyuban Sundawani Wirabuana, Yosep, angkat bicara. Menurutnya, pernyataan Bupati tersebut justru menjadi blunder jika tidak dibarengi dengan tindakan hukum yang konkret.

“Jangan sampai pernyataan ini hanya menjadi bumbu politik atau sekadar upaya membangun citra bersih di tengah badai kasus dr Maxi. Jika benar ada yang mencoba menyuap Rp500 juta, itu adalah tindak pidana serius. Pertanyaannya sederhana: Kenapa tidak langsung ditangkap atau dilaporkan?” ujar Yosep dengan nada tegas.

Yosep menekankan bahwa sebagai kepala daerah, Bupati memiliki kewajiban moral dan hukum untuk menjaga integritas pemerintahan, bukan sekadar melempar isu.

Berita Lainnya  Pohon Tumbang di Karawang Timpa Truk Kontainer Peti Kemas, Sopir dan Penumpang Perempuan Tewas

“Kami dari Sundawani Wirabuana mendesak Bupati untuk buka-bukaan. Siapa oknum tersebut? Jangan melempar isu ke publik yang hanya akan menimbulkan fitnah dan kegaduhan baru. Kalau tidak dilaporkan ke pihak berwajib, publik wajar curiga apakah ini fakta atau hanya narasi pengalihan isu,” tambahnya.

Narasi Penolakan Suap Ditengah Isu “Setoran”

Pernyataan Bupati ini muncul tepat saat publik menanti kejelasan atas nyanyian dr Maxi mengenai dugaan aliran dana “setoran” sebesar Rp100 juta hingga Rp1 miliar yang diduga mengalir melalui perantara Heri Sopandi.

Namun, klaim Bupati yang menolak suap Rp500 juta ini justru dianggap janggal oleh berbagai pihak. Secara hukum, upaya penyuapan adalah delik yang seharusnya ditindaklanjuti dengan laporan resmi. Jika Bupati memiliki bukti namun memilih diam, hal itu bisa dipandang sebagai bentuk pembiaran terhadap praktik korupsi.

Berita Lainnya  PAD dan Serapan Anggaran Masih Rendah, Plt Bupati Bekasi : "Sekarang Kita Mulai Geber"

“Masyarakat Subang sudah cerdas. Kami tidak butuh pengakuan heroik tentang menolak suap, kami butuh supremasi hukum yang jelas. Segera ungkap identitas oknum tersebut atau publik akan menganggap ini hanya strategi pengalihan perhatian dari kasus besar yang sedang diselidiki aparat,” tutup Yosep.***

Sumber : TriBerita.com

Kegaduhan Baru! Bupati Subang Klaim Ditawar Sogokan Rp500 Juta, Yosep Sundawani: “Segera Lapor, Jangan Hanya Narasi Kosong!”

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Siapakah Fatimah Azzahra yang Berani Mengkritik Habis-habisan Program MBG

Sosok Mahasiswi Cerdas yang Menyita Perhatian Publik JAKARTA - Nama Fatimah Azzahra menjadi perbincangan luas di media sosial setelah tertangkap kamera wartawan saat melakukan orasi...

Roy Suryo dan dr. Tifa Ditahan, Jokowi akan Tunjukan Ijazah Asli di Pengadilan

SOLO - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menanggapi penahanan dua tersangka kasus dugaan fitnah ijazah palsu UGM, Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma alias...

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi MBG, Total Sudah 6 Tersangka

JAKARTA - Kejagung kembali menetapkan tersangka baru di kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak yang ditetapkan sebagai tersangka baru adalah...

Polisi Masih Upaya Pecahkan Misteri Tewasnya ASN Purwakarta, Ambil Sampel Darah untuk Uji Forensik

PURWAKARTA - Tim penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta bekerja secara sistematis, teliti, dan bertahap dalam menangani kasus misterius kematian Yogi Saleh (40), Kepala...

KPK Putuskan Tidak Lanjutkan Penyelidikan Korupsi MBG

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk sementara waktu tidak melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan