Selasa, Agustus 4, 2026
spot_img

Ada Oknum Pejabat Coba Suap Kang Rek Supaya Jadi Kepala Dinas?

SUBANG – Di tengah panasnya skandal dugaan gratifikasi yang diungkap oleh dr Maxi dengan tertuduh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Subang, Heri Sopandi, Bupati Subang Reynaldi kembali memicu kegaduhan publik melalui pernyataan kontroversialnya.

Usai melantik 8 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Jumat (9/1/2026), Bupati melontarkan pengakuan mengejutkan mengenai adanya oknum calon kepala dinas yang berniat menyuap dirinya sebesar Rp500 juta. Pernyataan ini dinilai sebagai “bola panas” baru di tengah krisis kepercayaan masyarakat yang sedang melanda Pemerintah Kabupaten Subang.

Pengakuan Terbuka Bupati Subang

Dalam keterangannya yang dikutip dari media online, Bupati Reynaldi secara terbuka membeberkan upaya penyuapan terhadap dirinya.

“Saya buka aja ini, saya buka ke semua. Beberapa hari lalu sebelum saya melantik ini, makanya saya beberapa hari lalu gak ada di Rumdin (Rumah Dinas), karena ada orang yang keliling-keliling bawa uang pengen jadi kepala dinas. Nominalnya Rp500 juta,” ungkap Bupati Subang.

Berita Lainnya  Guru Ngaji Diduga Cabuli Sejumlah Murid Laki-laki, Gak Mau Diusir dari Kampung Berakhir Rumah Dikepung

Kritik Pedas Paguyuban Sundawani Wirabuana

Menanggapi pengakuan tersebut, Ketua Paguyuban Sundawani Wirabuana, Yosep, angkat bicara. Menurutnya, pernyataan Bupati tersebut justru menjadi blunder jika tidak dibarengi dengan tindakan hukum yang konkret.

“Jangan sampai pernyataan ini hanya menjadi bumbu politik atau sekadar upaya membangun citra bersih di tengah badai kasus dr Maxi. Jika benar ada yang mencoba menyuap Rp500 juta, itu adalah tindak pidana serius. Pertanyaannya sederhana: Kenapa tidak langsung ditangkap atau dilaporkan?” ujar Yosep dengan nada tegas.

Yosep menekankan bahwa sebagai kepala daerah, Bupati memiliki kewajiban moral dan hukum untuk menjaga integritas pemerintahan, bukan sekadar melempar isu.

Berita Lainnya  Iming-iming Kerja di Pemerintahan, Perawat ASN di Cianjur Diduga Lakukan Asusila Sesama Jenis

“Kami dari Sundawani Wirabuana mendesak Bupati untuk buka-bukaan. Siapa oknum tersebut? Jangan melempar isu ke publik yang hanya akan menimbulkan fitnah dan kegaduhan baru. Kalau tidak dilaporkan ke pihak berwajib, publik wajar curiga apakah ini fakta atau hanya narasi pengalihan isu,” tambahnya.

Narasi Penolakan Suap Ditengah Isu “Setoran”

Pernyataan Bupati ini muncul tepat saat publik menanti kejelasan atas nyanyian dr Maxi mengenai dugaan aliran dana “setoran” sebesar Rp100 juta hingga Rp1 miliar yang diduga mengalir melalui perantara Heri Sopandi.

Namun, klaim Bupati yang menolak suap Rp500 juta ini justru dianggap janggal oleh berbagai pihak. Secara hukum, upaya penyuapan adalah delik yang seharusnya ditindaklanjuti dengan laporan resmi. Jika Bupati memiliki bukti namun memilih diam, hal itu bisa dipandang sebagai bentuk pembiaran terhadap praktik korupsi.

Berita Lainnya  Viral Video Oknum Anggota Polisi Tampar Siswa

“Masyarakat Subang sudah cerdas. Kami tidak butuh pengakuan heroik tentang menolak suap, kami butuh supremasi hukum yang jelas. Segera ungkap identitas oknum tersebut atau publik akan menganggap ini hanya strategi pengalihan perhatian dari kasus besar yang sedang diselidiki aparat,” tutup Yosep.***

Sumber : TriBerita.com

Kegaduhan Baru! Bupati Subang Klaim Ditawar Sogokan Rp500 Juta, Yosep Sundawani: “Segera Lapor, Jangan Hanya Narasi Kosong!”

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

707 Siswa dan Guru di SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

SEMARANG - Sebanyak 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Yaitu dimana 693...

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan