Rabu, Mei 6, 2026
spot_img

3.442 PPPK Paruh Waktu Resmi Dilantik, Walkot Tri : Disiplin adalah Nafas bagi Pegawai

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi resmi melantik sebanyak 3.442 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang berasal dari Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkungan Pemkot Bekasi. Pelantikan digelar di Alun-Alun M. Hasibuan, Kota Bekasi, dan berlangsung khidmat.

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, serta disaksikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Zudan Arief, sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap proses penataan ASN di daerah. Turut hadir pula Wakil Wali Kota Bekasi dan jajaran pejabat terkait.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan bahwa pengangkatan PPPK Paruh Waktu ini merupakan upaya bersama pemerintah dalam memastikan keberlanjutan jenjang karier para pegawai Non-ASN, khususnya pasca Pelantikan Tahap II pengangkatan PPPK.

Berita Lainnya  Bupati Aep: Otonomi Daerah Jadi Ruang Strategis Percepat Proses Pembangunan

“Ini adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam memaksimalkan proses pengangkatan ASN. Banyak dari mereka yang sudah mengabdi lama, bahkan ada yang 5 tahun, 10 tahun, hingga 20 tahun. Meski mendekati masa pensiun, ini harus menjadi motivasi dan semangat kerja untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujar Tri Adhianto dalam sambutannya.

Tri menegaskan bahwa disiplin merupakan modal utama dan menjadi ‘nafas’ bagi setiap pegawai pemerintah. Ia bahkan mencontohkan bahwa pihaknya baru saja menandatangani keputusan pemberhentian terhadap dua pegawai yang tidak menunjukkan kedisiplinan dalam bekerja.

Berita Lainnya  Bupati Aep Jawab Kesedihan Nenek Tasih dengan Kabar Gembira

“Disiplin itu bukan formalitas, tapi tanggung jawab. Tanpa disiplin, pelayanan publik yang maksimal, baik di dinas maupun di wilayah tidak akan terwujud,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tri Adhianto mengingatkan seluruh pegawai agar memaksimalkan pelayanan di tempat tugas masing-masing, baik yang bertugas di perangkat daerah/dinas maupun yang berada di kecamatan dan kelurahan.

Ia menekankan pentingnya menjaga sikap, integritas, serta komitmen dalam memberikan pelayanan yang profesional, cepat, dan responsif kepada masyarakat.

Ia juga menegaskan agar tidak ada praktik pungutan liar (pungli) maupun pelayanan yang menyimpang dari aturan yang berlaku.

Berita Lainnya  Menko Zulhas: Sekolah Bisa Protes MBG ke SPPG, Jangan Akting di Medsos

Pelantikan PPPK Paruh Waktu ini menjadi momen penuh haru dan kebahagiaan bagi para pegawai yang telah lama mengabdi. Acara ditutup dengan suasana keceriaan, di mana para pegawai bernyanyi bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan suka cita atas keberhasilan mereka resmi dilantik.***

Sumber : beritabekasi.co.id

3.442 PPPK Paruh Waktu Dilantik, Tri Adhianto: Disiplin adalah Nafas bagi Pegawai

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Subang berinisial MR (56) ditangkap polisi setelah melakukan penipuan proyek fiktif terhadap warga Jakarta. MR, pria yang...

Kakek Bejat di Subang Cabuli 4 Cucu Tiri Sejak Tahun 2012

SUBANG - HT (66), seorang kakek di Kabupaten Subang - Jawa Barat terpaksa diringkus polisi, karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap...

Ade Armando, Abu Janda hingga Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim

JAKARTA - Aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melaporkan Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Laporan itu...

Ramai Sepatu Rp 700 Ribu untuk Sekolah Rakyat, Gus Ipul: ‘Sudah Melalui Prosedur…’

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pengadaan sepatu Rp 700 ribu untuk sekolah rakyat telah melalui prosedur yang sesuai....

Ashari, Pelaku Kekerasan Seksual Puluhan Santriwati Ngaku Wali dan Keturunan Nabi

KASUS dugaan kekerasan seksual terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. Pengacara korban, Ali Yusron, mengatakan setidaknya ada 50 santriwati yang diduga...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan