Minggu, Juni 21, 2026
spot_img

PDI Perjuangan Kawal Visi ‘Jabar Istimewa’

BANDUNG – Jajaran Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Barat bersilaturahmi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (30/12/2025).

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen kolaborasi dalam mengawal visi pembangunan “Jabar Istimewa” sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru hasil konferensi daerah awal Desember lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Ono Surono menyampaikan bahwa komunikasi politik yang intensif sangat dibutuhkan mengingat tantangan yang dihadapi Jawa Barat saat ini sangat kompleks.

Meski memiliki sejarah politik yang berbeda pada pilgub lalu, Ono menegaskan bahwa kepentingan rakyat adalah prioritas di atas segalanya.

Berita Lainnya  Kontroversi Map Bertuliskan Bupati Karawang, Gus Ucim : 'Gak Bisa Serta Merta Dikaitkan, Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah'

“Silaturahmi ini kan sangat penting. Kami yakin Gubernur Jawa Barat ini menghadapi berbagai macam problem masyarakat di Jabar yang tidak mudah. Sehingga kolaborasi penting dilakukan, termasuk PDI Perjuangan,” ujar Ono usai pertemuan.

Ono menambahkan bahwa PDI Perjuangan melihat adanya keselarasan visi yang signifikan antara program partai dengan arah kebijakan Gubernur saat ini, terutama terkait isu lingkungan dan sosial.

“Banyak berbagai macam hal yang sangat relate sekali dengan program PDI Perjuangan hasil kongres kemarin. Misalnya, terkait dengan pengendalian alih fungsi lahan, penanganan bencana, budaya, hingga toleransi. PDI Perjuangan dan Ono Surono akan menjadi garda terdepan mengawal visi Jabar Istimewa: lembur diurus kota ditata,” tuturnya.

Berita Lainnya  Beredar Isu Miring Oknum Anggota DPRD Karawang Partai Islam Disebut Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi kesediaan PDI Perjuangan untuk bersinergi sekaligus tetap kritis dalam mengawal pemerintahan.

Bagi Dedi, fungsi kontrol dari partai politik adalah bagian dari napas demokrasi yang harus tetap hidup.

“Mengisi ruang kritis di pemerintahan itu kan bagian dari budaya demokrasi karena demokrasi harus ada yang mengkritisi,” ungkap Dedi.

Dedi juga mengakui adanya kedekatan emosional yang kuat dengan keluarga besar PDI Perjuangan, mengingat prinsip-prinsip perjuangan Bung Karno telah lama menjadi landasannya dalam memimpin.

Berita Lainnya  Menunggu 'Nyanyian' Sony Sonjaya yang akan Bongkar Nama-nama Besar di Korupsi MBG

“Dalam konsepsi ini kita jujur saja, apa yang dilakoni oleh PDIP yang menjadi cita-cita besar gagasan Bung Karno itu sebenarnya sudah saya terapkan sejak lama, sehingga memang punya kedekatan emosional yang kuat,” pungkasnya.***

Sumber : bandunghariini.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa Nakal

BANDUNG - Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait program sekolah swasta gratis tidak hanya menitikberatkan pada akses pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter siswa. Gubernur Jawa...

‘Nyanyian’ Sony Sonjaya Setorkan 41 Nama Tokoh yang Diduga Terlibat Korupsi MBG

JAKARTA - Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya kembali 'bernyanyi' terkait kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengungkap nama-nama baru...

Viral Video Anggota TNI Diduga Intimidasi Petani di Tasikmalaya

TASIKMALAYA - Dugaan intimidasi terhadap petani yang tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP) di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Wiria Cakra, Kecamatan...

Siapakah Fatimah Azzahra yang Berani Mengkritik Habis-habisan Program MBG

Sosok Mahasiswi Cerdas yang Menyita Perhatian Publik JAKARTA - Nama Fatimah Azzahra menjadi perbincangan luas di media sosial setelah tertangkap kamera wartawan saat melakukan orasi...

Roy Suryo dan dr. Tifa Ditahan, Jokowi akan Tunjukan Ijazah Asli di Pengadilan

SOLO - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menanggapi penahanan dua tersangka kasus dugaan fitnah ijazah palsu UGM, Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma alias...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan