Rabu, Agustus 12, 2026
spot_img

Sempat Berseteru dengan Ormas, Dedi Mulyadi Puji Keberanian Kijagakali

Saat melakukan peninjauan pembangunan bendungan di Kabupaten Bekasi, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) dihampiri seorang aktivis lingkungan yang dikenal dengan sebutan ‘Samanhudi dari Kijagakali’.

Saat keduanya berdekatan, KDM mengaku sudah mengetahui sedikit tentang sosok dan aksi Kijagakali yang membersihkan sampah-sampah di Kabupaten Bekasi, khususnya sampah-sampah sungai.

Karena aksi Kijagakali yang berseteru dengan oknum anggota Ormas sempat viral di TikTok. “Wah ini dia jagoan kita,” sapa KDM kepada Kijagakali yang menghampirinya.

“Kenapa pecinya tinggi,” tanya KDM lagi kepada sosok pria yang identik dengan pakaian pangsi hitam, rambut gondrong dan peci tinggi tersebut.

Berita Lainnya  Bentang Alam Karst Pangkalan Adalah Kawasan Lindung Geologi, Pertambangan Dilarang

“Inj filosofi pak. Jadi lebih menghargai kepala pak dari dasar-dasar pemikiran,” jawab Kijagakali.

“Jadi lebih menghargai kepala dari pada kaki?,” tanya KDM lagi.

“Bukan begitu pak. Sesuatu yang kita yakini untuk kemanfaatan dan kemaslahatan harus kita perjuangkan,” terang Kijagakali.

“Saya tahu bapak di TikTok aja,” kata KDM.

“Hebat di Bekasi ada orang yang ngurusin sungai. Bapak ngapain ngurusin sungai. Gak digaji, dicaci maki orang, berhadapan dengan preman kemarin di Bekasi ya,” tutur KDM.

Berita Lainnya  Diduga Belum Lengkapi Izin, Pemprov Jabar Dituntut Evaluasi Pertambangan PT. MPB di Karawang

“Jadi dasarnya keprihatinan pak,” jawab Kijagakali.

Disampaikannya, dulu petani Bekasi Utara mengalami kekeringan selama 2 tahun. Jangankan untuk pertanian, untuk sanitasi pun agak berat. “Kita berjuang bersamalah,” kata Kijagakali.

“Persoalannya bukan hanya infrastruktur kali, tapi juga sampah yang ada di kali,” timpalnya.

“Ini orang sini buang sampahnya ke sungai satu truk,” sindir KDM.

“Iya pak. Tapi setelah kita identifikasi, ternyata bukan hanya sampah Kabupaten Bekasi, tetapi juga sampah Kota Bekasi dan DKI Jakarta,” terang Kijagakali.

“Sampah DKI dari mana, kok bisa dari DKI ke Bekasi,” tanya KDM.

Berita Lainnya  Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

“Pluit pak,” jawab Kijagakali.

Disampaikannya, pengelolaan sampah Apartemen Pluit Jakarta yang dikelola pihak ketiga tidak baik. Karena pihak ketiganya kembali bekerjasama dengan seorang Kadus di Tarumajaya Bekasi. Sampai Ki Joko Kali mengaku menyetop kerjasamanya.

“Terus dari Kadus dikemanain,” tanya Kijagakali.

“Ya terdampar aja pak, ada yang ke kali dan ada yang kemana-mana,” kata Kijagakali.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Siswa SMA Tewas Tertabrak KRL di Stasiun Jurangmangu – Tanggerang Selatan

TANGGERANG - Terjadi kecelakaan di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, Senin (10/8/2026), setelah seorang pelajar SMA tewas tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL). Peristiwa yang terjadi sekitar...

Dugaan Korupsi KPR BTN, Manajemen PT. BAS Janji Koperatif dan Selesaikan Sengketa Konsumen

KARAWANG - Terkait dugaan korupsi KPR Bank BTN yang sedang ditangani Kejaksaan Negeri Karawang, Manajemen PT. Bumi Artha Sedayu (BAS) akhirnya angkat bicara. Plt. Direktur...

Bentuk Protes Harga Telur Terus Anjlok, Peternak di Yogyakarta Bagikan Ribuan Ekor Ayam

JOGJA - Ratusan peternak di DIY mendatangi kantor DPRD DIY, Senin (10/08/2026). Sebelum masuk ke gedung wakil rakyat tersebut, mereka terlebih dahulu membagi-bagikan ayam...

3 Kali Mangkir Panggilan, Kejari Bekasi Tahan Mantan Dirus Perumda Tirta Bhagasasi

BEKASI - Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menahan mantan Direktur Usaha Perumda Tirta Bhagasasi berinisial AEZ (35) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemasangan...

2 Tahun Misteri Hilangnya Paramitha Titania Akhirnya Terungkap, Tulang Belulang Korban Ditemukan di Jurang

MOROWALI - Tulang belulang Paramitha Titania Anggelica (28), yang hilang sejak Juli 2024, ditemukan di dalam jurang Desa Kalono, Kecamatan Bungku, Kabupaten Morowali, Sulawesi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan