Rabu, September 30, 2026
Google search engine

Sebut ‘Jendral Ompong’, Polda Metro Jaya Bakal Periksa Hercules

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto angkat bicara soal Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules Rosario Marshal yang menyinggung Mayjen (Purn) TNI Rodon Pedrason sebagai ‘jenderal ompong’.

Jenderal Polisi Bintang Dua itu mengungkapkan bahwa jika ada pihak yang merasa dirugikan agar segera melaporkan. Nantinya akan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

“Kemudian ini ada keterkaitan juga dengan TNI yang kemarin kalau ada orang melakukan penistaan secra lisan mengumpat dan lain-lain, kemarin kita saksikan sendiri. Kalau itu ada laporan, pihak yang merasa dirugikan kemudian lapor, kami tentunya juga akan memberikan respons melayani,” jelas Karyoto di Monas, Jumat (9/5).

Kemudian, Karyoto menyebutkan bahwa pernyataan Hercules itu juga telah menjadi bahan diskusi oleh jajarannya. Adapun perkataannya itu bisa masuk dalam kategori penghinaan atau penistaan.

“Kami juga kemarin sebelum ada laporan pun kami sudah menjadi bahan diskusi, apakah perbuatan yang bersangkutan seperti Hercules mengatakan ini, bisa masuk dalam kategori penghinaan, penistaan secara lisan kepada orang-orang yang secara umum adalah orang orang yang sangat terhormat,” tegas Karyoto.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam Jaya Mayjen TNI, Rafael Granada Baay menegaskan bahwa pernyataan Hercules masuk dalam ranah hukum.

“Jelas ya tadi, itu ranah hukum. Saya TNI aktif, jadi kalau kepada prajurit saya, saya pasti bertindak. Yang tadi disampaikan (Kapolda) sudah ranah hukum,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules Rosario Marshal menyatakan keberatannya soal pernyatan dari Mayjen (Purn) TNI Rodon Pedrason.

Saat pembahasan RUU TNI beberapa waktu lalu, Rodon Pedrason menyinggung soal keberadan organisasi masyarkat (ormas) yang sebaiknya ditumpas saja. Hal itu membuat Hercules geram.

“Menurut saya munafik juga jika kita katakan tidak setuju militer dalam berbagai kehidupan sehari-hari, tapi ormas-ormas berseragam ala militer. Kalau saya personal berpikir orang-orang seperti ormas kita tumpas saja,” demikian pernyataan dari Rodon Pedrason.

Mengetahui pernyataan itu, Hercules pun meradang. Ia dengan tegas menyatakan keberatannya.

“Saya menyayangkan itu lho. Katanya ormas itu harus kita tumpas. Saya menyayangkan dia bilang orang itu harus ditumpas,” kata Hercules, di sela acara pramilad GRIB, dikutip dari GRIB TV, Jumat (28/3).

Ia menyatakan, orang-orang yang ada di dalam ormas juga adalah warga negara Indonesia. Tak hanya itu, mereka berasal dari berbagai latar belakang, bahkan ada yang merupakan kiai dan ustaz.

“Ini warga negara Indonesia semua lho. Di sini ada habib, kita undang, ada ustaz, kita undang,” tutur dia.

Hercules juga mengatakan dirinya memiliki posisi penting di beberapa organisasi lain, seperti Majelis Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia (MP3I).

Dia menyebutkan dirinya juga salah satu petinggi di Forum Pondok Pesantren se-Jawa Barat (FPP).

“11.000 pondok pesantren dan kemarin saya diangkat di gedung sate,” katanya.

Tak tanggung-tanggung, Hercules bahkan memberikan pernyataan keras dan menyebut Rodon sebagai ‘jenderal ompong’.

Ia menyinggung bahwa Rodon saat ini sudah pensiun, namun baru berani berniat menumpas ormas.

Pria mualaf itu pun mempertanyakan kenapa sudah pensiun, namun berani menyatakan hal demikian.

“Kalau mantan Bapak Jenderal ini dulu masih aktif tidak berani bilang tumpas, sekarang udah pensiun, udah gigi ompong, bilang tumpas. Gigit pakai apa?” ujarnya. (ars/dpi)

Sumber : tvonenews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

10 Bangunan Klaster Mewah di Lapas Cibinong Akhirnya Dibongkar

Sebanyak 10 bangunan yang disebut sebagai klaster mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, dibongkar pada Rabu (30/9/2026). Pembongkaran dilakukan setelah bangunan...

Kecewa Di-PHK Sepihak, Ibu-ibu Geruduk SPPG dan Ungkap Dugaan Ayam Busuk untuk Diolah Menu MBG

Beberapa ibu-ibu dan warga menggeruduk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terjadi di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, pada Minggu (27/9/2026). Aksi ini dipicu...

Tak Tercatat di SIMAK BMN, KPK Telusuri Sumber Dana 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti keberadaan bangunan di sekitar area Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cibinong, Jawa Barat, yang tidak tercatat di dalam Sistem Informasi Manajemen...

Selama Ada Prabowo, Dedi Mulyadi Tidak Mungkin Maju di Pilpres 2029

Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ikut diperbincangkan dalam bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Namun, pengamat politik Adi Prayitno menilai wacana...

Ombudsman RI : Asal Bayar Rp250 Juta, Warga Binaan Bisa Gunakan HP di Rutan

Anggota Ombudsman RI, Syafrida Rachmawati mengungkapkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) sebesar Rp250 juta bagi warga binaan yang ingin menggunakan handphone di Rutan Kelas...

Hukum

10 Bangunan Klaster Mewah di Lapas Cibinong Akhirnya Dibongkar

Sebanyak 10 bangunan yang disebut sebagai klaster mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, dibongkar pada Rabu (30/9/2026). Pembongkaran dilakukan setelah bangunan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan