Kamis, Juni 25, 2026
spot_img

Singgung Pendidikan Militer, Verrell Malah Kena Ulti Om Zein

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein) menanggapi komentar anggota Komisi X DPR RI, Verrell Bramasta, soal program pendidikan militer gagasan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Melalui unggahan di akun media sosialnya, Verrell Bramasta selaku anggota DPR RI Dapil Jabar VII (Purwakarta, Karawang, dan Bekasi) menyampaikan kekhawatirannya terkait program pendidikan berkarakter itu.

Sebagaimana diketahui, program pendidikan berkarakter ini dilakukan dengan mengirim para siswa yang dianggap bermasalah atau nakal ke barak militer untuk dibina oleh tentara agar menjadi lebih disiplin.

“Saya sepakat bahwa pendidikan karakter adalah fondasi penting untuk membangun generasi muda,” kata Verrel Bramasta, dikutip dari unggahan akun Instagram @bramastavrl, Selasa (6/5/2025).

“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi upaya pemerintah daerah untuk menerapkan kedisiplinan dan juga akhlak yang mulia untuk pendidikan karakter siswa-siswi yang sedang mengalami masalah perilaku,” sambungnya.

Berita Lainnya  KBM Sekolah Rakyat di Bekasi Dimulai Akhir Juni 2026

Verrel Bramasta menyebutkan bahwa dalam banyak kasus, perilaku menyimpang remaja bukan hanya karena disiplin yang lemah melainkan juga berasal dari masalah keluarga, tekanan sosial, dan emosional yang belum tertangani.

Politikus muda jebolan aktor itu lantas khawatir bahwa pendidikan militer bagi siswa nakal dengan melibatkan TNI ini, nantinya bisa membentuk karakter anak yang keras bukan tangguh.

“Namun dengan hal ini, saya mencermati adanya kekhawatiran dari berbagai pihak terutama beberapa orang tua yang concern mengenai pro dan kontra terhadap kebijakan tersebut, apalagi pendekatan yang digunakan adalah military approach,” ungkap Verrel Bramasta.

“Bila kita hanya mengandalkan physical approach atau pendekatan secara fisik tanpa menyentuh dimensi psikologis dan juga spiritual para remaja ini, saya rasa kita malah akan membentuk karakter anak-anak muda yang keras, bukan yang tangguh,” lanjutnya.

Diulti Om Zein

Mengetahui program pendidikan militer gagasan Gubernur Jabar dikritik Verrel Bramasta, Om Zein pun dengan sigap pasang badan membela.

Berita Lainnya  Komisi XIII DPR Semprot Pigai karena Mendadak Usulkan Tambahan Anggaran di Tengah Rapat

Om Zein dengan tegas meminta Verrel Bramasta untuk turun langsung ke lapangan dan melihat kondisi pelajar yang sedang mengikuti program pendidikan berkarakter di markas TNI.

“Ya ampun mas, mas-kan (Verrel Bramasta) Dapil sini. Mendingan turun langsung, daripada cuma berwacana,” ujar Om Zein, Jumat (9/5/2025), dilansir TribunJabar.id.

Om Zein juga membantah pernyataan Verrel Bramasta soal orang tua yang khawatir soal dikirimnya para siswa nakal ke barak militer.

Menurut Om Zein, justru orang tua yang menitipkan anaknya untuk mengikuti pendidikan di barak militer, merasa senang dan mendukung program tersebut.

“Orang tua yang menitipkan anaknya di Barak Militer semua senang, mas,” sebut Om Zein.

Lebih lanjut, Om Zein menantang balik Verrel Bramasta untuk ikut terjun langsung menangani para siswa yang dianggap bermasalah.

Berita Lainnya  Aturan Teknis Belum Jelas, Sekolah Swasta di Purwakarta Bingung Jalankan Program SSK Dedi Mulyadi

“Gini deh mas, ada 30 pelajar yang mau ikut program ini. Gimana kalau kita bagi dua, saya ambil 15 pelajar, mas ambil 15 pelajar. Yang 15 pelajar mas bina dengan cara mas, yang 15 lagi kami bina di barak militer. Yuk, action aja, mas. Daripada kita terus wacana,” tutur Om Zein.

Meski menimbulkan pro kontra, Dedi Mulyadi tetap melanjutkan program pendidikan militer bagi siswa nakal di Jabar.

Uji coba program pendidikan militer ini telah dimulai dengan dikirimnya 39 siswa SMP yang dianggap nakal ke Resimen Artileri Medan 1/Sthira Yudha, Batalyon Armed 9 di Bungursari, Purwakarta, Jabar, pada Kamis (1/5/2025) lalu.

Sumber : Tribun

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Demo Emak-emak di Karawang: “Jangan Hentikan MBG, Anak-anak Kami Butuh Makan Bergizi”

KARAWANG - Massa aksi yang didominasi kalangan emak-emak melakukan aksi demonstrasi di depan gerbang kantor Pemkab Karawang, Rabu (24/6/2026). Massa aksi menyampaikan tuntutan menolak penghentian...

Aturan Teknis Belum Jelas, Sekolah Swasta di Purwakarta Bingung Jalankan Program SSK Dedi Mulyadi

PURWAKARTA - Sejumlah sekolah swasta di Kabupaten Purwakarta mengaku masih kebingungan menjalankan Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi...

Digembleng Ala Militer, 2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal

JAKARTA - Dua orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal...

Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

JAKARTA - Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin berkaitan dengan pengakuan menerima uang Rp20 juta terkait...

Kasus Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah, Anne Ratna Mustika kembali Datangi Kejari Purwakarta

PURWAKARTA - Mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (ARM) kembali terpantai mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada Senin (22/6/2026). Selain Anne tampak juga pengembang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan