Kamis, Juli 9, 2026
spot_img

PT. Chang Sin Didemo Emak-emak, Bupati Sampai Turun Tangan, ‘Malu-maluin Deh’

KARAWANG – Bukan karena persoalan PHK sepihak, CSR yang tidak tepat sasaran atau persoalan industrial lainya. Tiba-tiba saja PT. Chang Sin Indonesia didemo warga sekitar yang mayoritas dari kaum emak-emak.

Puluhan warga ini mendemo PT. Chang Sin yang beralamat di Desa Gintungkerta Kecamatan Klari yang telah menutup gerbang pintu belakang perusahaan.

Alasan demonya cukup sederhana dan rasional. Yaitu dimana perekonomian warga menjadi lumpuh, semenjak gerbang pintu belakang PT. Chang Sin ditutup. Karena selama ini warga memang mengandalkan mata pencaharian mereka dengan cara berdagang di sekitar perusahaan.

Terlebih, mayoritas karyawan perusahaan juga setuju jika gerbang pintu belakang PT. Chang Sin dibuka kembali. Karena kalau harus lewat gerbang depan, para karyawan harus memutar cukup jauh.

Mendengar kabar demo warga di PT. Chang Sin ini, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh langsung turun tangan. Bahkan bukan hanya bupati, di lokasi juga terlihat unsur Muspida lain seperti Kapolres, Dandim 0604, ketua DPRD, Sekda, bahkan sampai sejumlah kepala OPD. Malu-maluin gak tuh kira-kira?.

Di lokasi, para pendemo berteriak kepada bupati untuk dibantu solusi persoalannya, agar perusahaan kembali membuka gerbang pintu belakang PT. Chang Sin.

Sementara PT. Chang Sin beralasan penutupan gerbang pintu belakang tersebut karena manajemen menerima gugatan dari salah satu pengusaha yang memiliki lahan di sekitar pintu gerbang belakang PT. Chang Sin. Alasannya, aktivitas di pintu gerbang belakang PT. Chang Sin menyebabkan kemacetan.

Namun demikian Bupati Aep berpandangan lain, bahwa akses pintu belakang merupakan jalan umum, dan diperuntukkan bagi masyarakat luas. Untuk itu, Pemkab menyarankan agar manajemen kembali membuka pintu gerbang belakang.

“Saya sudah sampaikan kepada jajaran manajemen untuk segera membuka pintu gerbang belakang. Nanti Pemkab akan membantu karena ini adalah jalan umum, selain itu agar aktivitas perekonomian tidak hilang,” kata bupati.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG - H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda. Dikatakan Toto,...

Soal Usulan Pergantian Nama Jawa Barat, Seluruh Fraksi DPRD Jabar Beri ‘Lampu Hijau’

BANDUNG - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda memasuki babak baru setelah seluruh fraksi di DPRD resmi memberikan lampu hijau...

Dugaan Pungli Pasar Bantargebang, Kejari Kota Bekasi Segera Periksa Kepala Disdagperin

KOTA BEKASI – Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengadaan dan pengelolaan fasilitas Pasar Bantargebang terus terus berjalan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi kini...

Dulu Puji-puji dan Berlindung di Ketiak Dedi Mulyadi, Sekarang Lurah Jujun Serang Balik

KARAWANG - Siapa yang tidak tahu kedekatan antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Lurah Jujun atau Kades Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan