Minggu, September 20, 2026
spot_img

Polisi Buru Para Preman Kampung yang Aniaya Pemilik Hajatan hingga Tewas

PURWAKARTA – Polres Purwakarta terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pengeroyokan terhadap Dadang, warga Desa Kertamukti Kecamatan Campaka, yang tewas usai dikeroyok oleh sejumlah preman kampung di acara hajatan pernikahan.

Polisi pun mengaku telah mengidentifikasi terhadap identitas para pelaku yang kini sedang diburu.

“Sudah teridentifikasi pelaku yang melakukan peristiwa penganiayaan tersebut yang saat ini dalam pengejaran pihak kepolisian,” tutur Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saeful Uyun, dilansir dari detikjabar, pada Minggu (5/4/2026).

Berita Lainnya  Menko Zulhas Akui MBG Gagal: Anggaran Besar, Dua Tahun Berjalan, Banyak Masalah!

Dalam upaya pengumpulan bukti, polisi juga telah meminta keterangan dari keluarga korban yang tengah menyelenggarakan hajatan pernikahan saat insiden terjadi, serta sejumlah saksi dari warga sekitar lokasi kejadian.

Selain itu, proses visum dan autopsi terhadap jenazah korban juga telah dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian.

AKP Uyun menambahkan bahwa penyidik masih melakukan serangkaian pemeriksaan maraton untuk mengumpulkan keterangan dari para saksi.

“Untuk peristiwa penganiayaan yang terjadi di Campaka, pihak penyidik masih marathon melakukan pemeriksaan dan permintaan keterangan terhadap saksi-saksi,” ujarnya.

Berita Lainnya  Dugaan Korupsi Penyaluran KPR, Kejari Karawang Tetapkan Tersangka Baru

Diketahui, insiden tragis ini bermula ketika korban sedang menggelar acara hajatan. Sekelompok orang yang tidak dikenal datang dan meminta uang yang mereka sebut ‘jatah preman’.

Awalnya, korban memberikan uang sebesar Rp 100 ribu. Namun, kelompok tersebut kembali meminta tambahan uang sejumlah Rp 500 ribu.

Penolakan dari korban memicu keributan, yang berujung pada penganiayaan. Korban dipukul menggunakan bambu yang mengenai bagian kepalanya.***

Sumber : Detik.com

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Peras 21 Kepala Sekolah, Dua Staf Dinas Pendidikan Banyuasin Kena OTT di Hotel

Polda Sumatera Selatan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua staf Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin berinisial RB dan...

Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan 3 Siswi Magang dengan Modus Karaoke Bersama

SUKABUMI - Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdis) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP (54) ditetapkan jadi tersangka atas kasus tindak asusila terhadap tiga siswi magang. Aksi pencabulan...

Pria ini Dilaporkan ke Polisi Setelah Mengaku Bertemu dengan Allah dan Rasulullah

Seorang pria di Jember bernama Abdullah Arrosy dilaporkan ke Polres Jember pada Kamis, 17 September 2026, karena membuat konten TikTok yang mengaku pernah bertemu...

Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, viral di media sosial setelah tertangkap kamera melakukan video call dan menjulurkan lidah saat mengikuti rapat...

Prabowo : “Saya Bisa Diundang di Acara Tidak Terlalu Besar, Kalau Perlu Tidak Ada Wartawan”

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menghadiri berbagai agenda kegiatan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk ketika diundang Pondok Modern Darussalam Gontor. Pernyataan tersebut disampaikan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan