Senin, Mei 25, 2026
spot_img

Polisi Buru Para Preman Kampung yang Aniaya Pemilik Hajatan hingga Tewas

PURWAKARTA – Polres Purwakarta terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pengeroyokan terhadap Dadang, warga Desa Kertamukti Kecamatan Campaka, yang tewas usai dikeroyok oleh sejumlah preman kampung di acara hajatan pernikahan.

Polisi pun mengaku telah mengidentifikasi terhadap identitas para pelaku yang kini sedang diburu.

“Sudah teridentifikasi pelaku yang melakukan peristiwa penganiayaan tersebut yang saat ini dalam pengejaran pihak kepolisian,” tutur Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saeful Uyun, dilansir dari detikjabar, pada Minggu (5/4/2026).

Berita Lainnya  Heryanto, Pelaku Pembunuhan Karyawati Minimarket Divonis Hukuman Mati

Dalam upaya pengumpulan bukti, polisi juga telah meminta keterangan dari keluarga korban yang tengah menyelenggarakan hajatan pernikahan saat insiden terjadi, serta sejumlah saksi dari warga sekitar lokasi kejadian.

Selain itu, proses visum dan autopsi terhadap jenazah korban juga telah dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian.

AKP Uyun menambahkan bahwa penyidik masih melakukan serangkaian pemeriksaan maraton untuk mengumpulkan keterangan dari para saksi.

“Untuk peristiwa penganiayaan yang terjadi di Campaka, pihak penyidik masih marathon melakukan pemeriksaan dan permintaan keterangan terhadap saksi-saksi,” ujarnya.

Berita Lainnya  Berpotensi Timbulkan Aneka Tafsir, Yusril Minta Pembuat Film Pesta Babi Jelaskan Makna Judul

Diketahui, insiden tragis ini bermula ketika korban sedang menggelar acara hajatan. Sekelompok orang yang tidak dikenal datang dan meminta uang yang mereka sebut ‘jatah preman’.

Awalnya, korban memberikan uang sebesar Rp 100 ribu. Namun, kelompok tersebut kembali meminta tambahan uang sejumlah Rp 500 ribu.

Penolakan dari korban memicu keributan, yang berujung pada penganiayaan. Korban dipukul menggunakan bambu yang mengenai bagian kepalanya.***

Sumber : Detik.com

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KDM Sebut Persib Klub Profesional Tanpa Campur Tangan Pemerintah, Janji Guyur Bonus Rp 1 Miliar dari Kantong Pribadi

BANDUNG - Sebagai pencetak rekor hattrick juara tiga kali berturut-turut, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyebut jika Persib Bandung merupakan klub sepak...

Hoaks Teror Pocong, Polisi Ungkap Hanya Cosplay Pengamen

JAKARTA - Polisi mengungkap sosok menyerupai pocong yang sempat meresahkan warga di kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Sosok pocong tersebut ternyata seorang pengamen yang...

KPK Pastikan akan Proses Dugaan Korupsi Pengadaan Mobil Ambulans Dinkes Kota Bekasi

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal menindaklanjuti laporan masyarakat, terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan mobil ambulans dan mobil jenazah,...

Dari Rebutan Anggaran hingga Merasa Paling Penting, AHY Sentil Kerja Kementerian Era Prabowo

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyentil kementerian di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dia menyebut masih ada...

Guru Swasta Teriak Tagih Janji KDM, Askun : ‘Bayar-lah, Kasian Mereka’

KARAWANG - Sebagian guru sekolah swasta tingkat SMK, SMA atau sederajatnya di Kabupaten Karawang dikabarkan tengah mengeluh. Mereka berteriak menagih janji Gubernur Jawa Barat,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan