Selasa, April 14, 2026
spot_img

Pemkab Bekasi Kebut Perbaikan Jalan Rusak Jelang Mudik Lebaran

BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mempercepat perbaikan jalan rusak di sejumlah titik dengan skema pergeseran anggaran serta memajukan jadwal proyek fisik dari semester kedua ke semester pertama tahun 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, terutama pada jalur-jalur utama yang dipadati kendaraan pemudik.

“Kami telah menggeser jadwal proyek agar bisa dikerjakan dalam waktu dekat. Insya Allah sebelum Lebaran kami pastikan jalan di Kabupaten Bekasi sudah diperbaiki semua,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat ditemui di Cikarang Utara, Rabu (25/2/2026).

Berita Lainnya  BGN Akui Pengadaan 21.801 Unit Sepeda Motor untuk Dukung Operasional MBG

Asep mengatakan, prioritas perbaikan difokuskan pada lintasan strategis yang menjadi akses utama pemudik guna menjamin keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan perjalanan saat Lebaran.

Namun demikian, sebagai pelaksana tugas kepala daerah, Asep mengaku masih harus mengajukan izin ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pergeseran anggaran untuk percepatan proyek tersebut.

“Sedang izin pergeseran ke Kemendagri. Insya Allah secepatnya jalan rusak akan kita lakukan perbaikan,” kata Asep.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, menyebut ada dua jalur krusial yang menjadi perhatian utama dan kini dikebut perbaikannya agar dapat dilalui optimal pada H-10 Lebaran 2026.

Berita Lainnya  Bupati Aep : Kita Bukan Superman, Kita Adalah Superteam

“Ada dua jalur yang harus kita tangani segera. Pertama jalur jalan negara dari batas kota sampai batas Karawang, kemudian Kalimalang,” kata Henri.

Henri mengatakan saat ini Pemkab Bekasi sudah menyiapkan anggaran perbaikan berkala jalan kabupaten sebesar sekitar Rp 11 miliar. Anggaran ini difokuskan untuk menangani titik-titik kerusakan yang dinilai mendesak.

Namun, Henri menjelaskan lokasi pekerjaan harus disesuaikan karena kerusakan terbaru ditemukan di titik yang berbeda dari perencanaan awal.

“Anggaran berkala kami siapkan sekitar Rp 11 miliar, tapi titiknya harus digeser karena kerusakan sekarang beda lokasi,” ujarnya.

Berita Lainnya  Wamendagri Sidak Pemkot Bekasi, Tanggapi Kebijakan Tri Adhianto

Ia mengatakan, saat ini proses pengadaan barang dan jasa, termasuk jasa konsultasi, telah berjalan.

Pemerintah daerah, kata dia, tinggal menunggu keputusan pimpinan dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk memulai pelaksanaan fisik di lapangan.

“Jasa konsultasi sudah jalan. Kalau sudah turun keputusan dan anggaran, kegiatan fisik langsung kita eksekusi,” kata Henri.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kasak-kusuk ke Kejati Jabar Soal Dugaan Ijon Pokir

KARAWANG - Kabar teranyar mengenai dugaan ijon pokir anggota DPRD Karawang mengerucut kepada informasi beberapa pihak yang sudah 'kasak-kusuk' berkomunikasi dengan penyidik Kejaksaan Tinggi...

Terima Uang Rp 2,94 Miliar, KPK Periksa Henri Lincoln

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Henri Lincoln untuk mengonfirmasi penerimaan...

Pemborong Menjerit, Mau Nyari Untung Malah Buntung

KARAWANG - Mayoritas pengguna jasa (pemborong) yang mengerjakan proyek atau pekerjaan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang mulai menjerit. Hal ini...

Meski Sudah Jerat 2 Tersangka, Korupsi Ambulans RSUD Subang Kembali Dilaporkan

SUBANG – Langkah hukum baru diambil oleh dua praktisi hukum, Taufik H. Nasution, SH. MH. M.Kes dan Hugo S. Tambunan, SH.Mereka mendatangi Kejaksaan Negeri...

Wagub Krisantus Bakal Cium Lutut KDM, Jika Bisa Bangun Kalbar

SINTANG - Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus Kurniawan menanggapi keinginan warga yang ingin “meminjam” Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi untuk memperbaiki jalan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan