Senin, Mei 18, 2026
spot_img

Up Date Kebakaran SPBE Cimuning, 2 Orang Meninggal dan 11 Korban Masih Perawatan

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mulai membahas mekanisme ganti rugi bagi warga terdampak ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Kecamatan Mustikajaya.

Pembahasan ini dilakukan di tengah masih adanya korban yang menjalani perawatan serta jatuhnya korban jiwa akibat insiden tersebut.

Berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan Kota Bekasi, sebanyak 11 dari total 22 korban luka bakar masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

“Sebanyak 11 orang masih menjalani perawatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sri Wijayanti Anggraini, Selasa (7/4/2026).

Berita Lainnya  Jasad 2 Korban Longsor Curug Cileat-Subang Akhirnya Ditemukan

Ia menyampaikan, dari total korban tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara sembilan lainnya telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

“Betul dua orang meninggal dunia dan ada yang sudah kembali,” ujarnya.

Terpisah, Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan sebagian korban masih dirawat, sementara lainnya telah kembali ke rumah untuk menjalani pemulihan.

“Ada yang masih di rumah sakit dalam perawatan, kemudian ada yang sudah berobat jalan,” kata Maka.

Berita Lainnya  Mobil MBG Tabrak Lapak UMKM, 4 Luka-luka dan 1 Orang Kritis

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bekasi tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk menangani dampak insiden tersebut, termasuk membahas tanggung jawab pihak pengelola SPBE terhadap warga terdampak.

Maka menyebut, pihaknya akan menggelar rapat bersama pengelola, pemilik usaha, serta pihak terkait lainnya pada Kamis, 9 April 2026.

“Kami akan rapat dengan mengundang pihak owner dari PT gas itu,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini skema ganti rugi bagi warga masih dalam tahap pembahasan dan belum diputuskan.

Berita Lainnya  Lapak PKL di Pasar SGC Cikarang Utara Terbakar, 7 Lapak Pedagang Ludes Dilalap Si Jago Merah

“Untuk ganti rugi belum tahu, nanti diputuskan dalam rapat ya. Kalau warga sih tetap minta ganti,” tuturnya.

Sejumlah warga terdampak sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan rumah hingga luka-luka akibat ledakan tersebut.

Pemerintah daerah pun berjanji akan mengawal pemenuhan hak-hak korban agar sesuai dengan kerugian yang dialami.***

Sumber : gobekasi.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kasus Suap Ade Kunang, Terdakwa Sarjan Divonis 3,3 Tahun Penjara

BANDUNG - Terdakwa penyuap Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kusawara Kunang dan ayahnya HM Kunang, Sarjan terlihat tidak menaiki mobil tahanan setelah menjalani sidang vonis...

MAKI Sentil Pembelaan Nadiem Via Opini Medsos

JAKARTA - Ketua Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengaku penasaran dengan strategi pembelaan hukum yang akan disampaikan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan...

Cabuli Santriwati, Oknum Pimpinan Ponpes di Garut Diamankan Polisi

GARUT - Seorang oknum pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Garut - Jawa Barat, berinisial AN, dipolisikan setelah diduga mencabuli salah seorang santriwati. Saat ini, lelaki...

Jawa Barat Bakal Ganti Nama Jadi Tatar Sunda, ini Penjelasan Pemprov

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa Hari Tatar Sunda yang perayaannya diisi dengan rangkaian kirab budaya mengarak mahkota Binokasih ke berbagai daerah,...

Denda Kelebihan Izin Rp 224,7 Juta Dibayar, KDM Pastikan WNI Terlantar di Libya Bisa Pulang

KARAWANG - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) memastikan empat warga negara Indonesia (WNI) yang terlantar di Libya akhirnya bisa dipulangkan ke Tanah...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan