Senin, September 21, 2026
spot_img

Masih Ada Oknum Jual Nama ‘Timses Pilkada’ untuk Minta Jatah Proyek di Dinas-dinas

KARAWANG – Satu Tahun telah berlalu, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Kabupaten Karawang dimenangkan oleh Pasangan Calon (Paslon), H. Aep Syaepuloh dan H. Maslani. Tentu euforia kemenangan bukan hanya sekedar tepuk tangan dan kepuasan hati para pendukung saja. Melainkan ada harapan lain dibalik itu semua.

Porsi kue Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) begitu menggiurkan untuk dapat dinikmati dalam bentuk kegiatan proyek pengadaan barang dan jasa. Informasi liar mulai bertebaran, dimana patut diduga ada beberapa terduga oknum yang masih mengatas namakan tim sukes meminta jatah proyek APBD di beberapa dinas.

Menanggapi perihal tersebut, salah seorang pemerhati politik dan pemerintahan yang juga bagian dari pendukung Paslon Aep – Maslani, yaitu Andri Kurniawan bependapat, bahwa dinamika seperti itu merupakan hal yang lumrah.

Berita Lainnya  Rekening Bank untuk 200 Juta Warga, Sulit Lawan Prabowo di Pemilu 2029

“Tetapi yang terpenting pak Bupati H. Aep tidak pernah merestui, apalagi sampai memerintahkan kepada kalangan pendukung untuk mendapatkan proyek dengan cara – cara yang tidak baik,” katanya.

“Hingga sampai saat ini yang saya perhatikan, pak Bupati tidak pernah melakukan hal demikian. Selama ini semua kegiatan pengadaan barang dan jasa disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berjalan secara normatif dan on the track,” timpal Andri.

Lebih lanjut Andri menjelaskan, baik itu di OPD teknis yang terdapat kegiatan pembangunan konstruksi, maupun pengadaan berupa barang dan jasa di OPD lainnya, menurutnya masih berjalan secara profesional.

Berita Lainnya  Prabowo Geram dan Sindir Pakar : "Saking Pintarnya Jadi Goblok...!"

Penunjukan penyedia jasa secara langsung dilakukan secara profesional, dengan pertimbangan aspek normatif dan track record yang baik.

“Buktinya banyak pihak yang sewaktu Pilkada bagian dari pendukung kompetitor atau lawan politik Bupati, tapi tetap mendapatkan proyek,” katanya.

“Ya kalau pun ada yang kemudian mengatas namakan tim sukses atau yang mengaku dekat dengan pak Bupati, itu hoax dan hanya akal-akalan oknum saja, yang tidak diketahui oleh beliau,” timpal Andri.

Menurutnya, kalau memang ada yang jual – jual nama Bupati, apalagi sampai melakukan tindakan intervensi terhadap Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), termasuk terhadap Kelompok Kerja (Pokja) di Barang dan Jasa Sekretariat Daerah (Barjas Setda) Karawang, maka sebagai bagian dari Non-Governmental Organization (NGO), Andri mengaku tidak akan segan – segan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memprosesnya.

Berita Lainnya  Prabowo Geram dan Sindir Pakar : "Saking Pintarnya Jadi Goblok...!"

“Sebab tindakan tersebut dapat mencoreng nama baik Bupati. Kita harus belajar dari kasus hukum yang sedang terjadi di Kota Bandung. Dimana Wakil Wali Kotanya patut diduga melakukan Abuse Of Power. Saya menduga, selain ada ‘mens-rea’ untuk mendapatkan keuntungan, patut diduga adanya desakan permintaan dari kalangan pendukung,” pungkasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Awalnya Garang Sambil Bawa Parang, Ujung-ujungnya Minta Maaf

Kasus pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang berakhir damai setelah pelaku pemuda bersenjata tajam menyampaikan permohonan maaf...

Ibu Guru ini Didatangi Pejabat Kampar, Setelah Viralkan Bangunan Sekolah Berdinding Triplek

Pada Rabu, 16 September 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi Kelas Jarak Jauh UPT SDN 007 Desa Sungai...

Kapal Ikan China Tabrak Kapal Kargo di Perairan Singapura, 8 Orang Dilaporkan Hilang

Kapal ikan berbendera China, Luqing Yuanyu 108, bertabrakan dengan kapal kargo berbendera Panama bernama First Margaux di perairan dekat Singapura pada Minggu, 20 September...

Heboh ‘Mata Air Keramat’ di Gunung Sindur, Warga Ambil Air hingga Berdoa

Warga di Kampung Kareo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, dihebohkan oleh Mata Air Keramat Kareo yang airnya mendadak berubah warna menjadi merah...

Stafsus Menang Turun Tangan Selesaikan Masalah Pembubaran Tempat Ibadah Jemaat GKPI di Tangerang

Ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, dibubarkan sekelompok warga pada Minggu (20/9/2026). Peristiwa tersebut...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan