Selasa, September 15, 2026
spot_img

Dugaan Jual Beli Proyek di PUPR Karawang, Pentahelix atau Benar-benar ‘Lingkaran Setan’

KARAWANG – Terkait dugaan jual beli proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang – Jawa Barat, pernyataan Kabid SDA Aris Purwanto di Media Online NasionalPublik.com beberapa hari lalu telah membuat gaduh publik.

Polemik ini bermula saat Aris Purwanto menyebut ada ‘faktor eks’ yang mempengaruhi dugaan jual beli proyek di dinasnya. Sebagai pejabat struktural dan PPK, bahkan Aris mengaku tidak berdaya menghadapi faktor eks yang ia istilahkan dengan ‘lingkaran’.

Atas pernyataannya tersebut, akhirnya publik seperti kembali diingatkan tentang dugaan jual beli proyek di Dinas PUPR yang konon sudah menjadi ‘rahasia umum’, karena dipengaruhi ‘lingkaran setan’.

Yaitu dimana setiap kualitas pekerjaan pembangunan di Dinas PUPR tidak akan maksimal, karena setiap pemborong harus menyetor sejumlah fee kepada ‘lingkaran setan’, sebagai syarat untuk mendapatkan jatah proyek pekerjaan. Alhasil, kualitas pekerjaan menjadi buruk, karena adanya faktor pengurangan anggaran yang dicaplok ‘lingkaran setan’ tersebut.

Meskipun beberapa hari kemudian, Aris Purwanto mengklarifikasi pernyataanya soal istilah ‘lingkaran’ yang ia klaim sebagai pengertian konsep atau sistem pentahelix.

Yaitu dimana unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu padu berkoordinasi, serta berkomitmen untuk mengembangkan pembangunan di Kabupaten Karawang.

Berita Lainnya  SEPETAK Tuntut Nusron Wahid Dicopot, Desak Sahkan RUU Reforma Agraria

Aris Purwanto Dinilai Hanya Mencari Alasan Pembenaran

Menyikapi polemik ini, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian, SH. MH menilai, jika penjelasan Aris Purwanto soal istilah ‘lingkaran’ yang diartikan sebagai konsep pentahelix hanyalah alasan untuk mencari pembenaran. Karena pernyataanya Aris tersebut sudah terlanjur membuat gaduh publik.

“Kan katanya dia seorang akademisi dan doktor juga ya!. Masa bicara sama wartawan seperti itu ngomongnya. Apa kaitannya antara istilah lingkaran dengan pentahelix?. Saya yakin dia keceplosan saat dimintai keterangan oleh wartawan,” tutur Asep Agustian.

“Jangan mencari pembenaran?, karena publik butuh kebenaran. Jangan mencari-cari alasan. Jangan membuat konotasi berbeda dengan alasan yang semakin ngawur,” timpalnya.

Yang jelas, sambung Asep Agustian, Bidang SDA PUPR Karawang selalu sering menjadi sorotan publik khususnya awak media massa, semenjak dijabat oleh Aris Purwanto. Hal ini tentu berkaitan dengan dugaan jual beli proyek pekerjaan hingga isu setiap pemborong yang harus menyetor fee ketika ingin mendapatkan proyek pekerjaan.

“Makanya saya minta ke Pak Bupati untuk mengevaluasi kinerja Kabid SDA PUPR ini. Bupati harus memastikan benar gak adanya praktek jual beli proyek seperti itu. Karena ini berkaitan dengan kualitas dan kuantitas pekerjaan proyek. Nanti yang rugi masyarakat juga,” katanya.

Berita Lainnya  Komunitas Ojek Online Marah ke AMPB, Desak Minta Maaf 1x24 Jam

Minta APH Tidak Tutup Mata

Praktisi hukum yang akrab disapa Askun (Asep Kuncir) ini juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Karawang tidak menutup mata atas persoalan ini.

Karena tentu akan menjadi kecurigaan publik ketika APH hanya berdiam diri dalam menyikapi persoalan ini (dugaan jual beli proyek di PUPR Karawang).

“Kejaksaan Pidsus berani gak nih?. Kalau APH tidak berani, berarti ada apa-apa dengan Kabid SDA PUPR yang songong, sombong dan merasa paling hebat ini,” sentil Askun.

Bahkan Askun menantang buka-bukaan tentang siapa oknum PUPR Karawang yang selama ini menempatkan seorang perempuan yang ditugaskan untuk mengambil fee jatah proyek pekerjaan.

“Yuk kita buka-buka’an siapa yang menyimpan seorang wanita di PUPR yang menarik fee dari pemborong. Ini kan sebenarnya jelas bentuk ‘lingkaran setan’ tentang dugaan jual beli proyek di PUPR Karawang,” katanya.

“Hari ini saya harus garis bawahi, APH berani tidak untuk memeriksa pejabat yang konon katanya merasa paling bersih selama menjabat. Anda bicara pentahelix, maka Askun bicara soal hukum. Kalau masalah ini ada keterlibatan kepala dinas, maka semuanya ditunggu di hotel prodeo (penjara, red),” tegas Askun dengan nada bicara keras.

Berita Lainnya  Aksi BEM Unsika, Corat-coret Foto Prabowo hingga Bagikan Makanan Gratis ke Masyarakat

Jangan Main-main dengan Bupati Aep yang Paham Pekerjaan Kontruksi

Askun juga mengingatkan kepada semua pejabat Dinas PUPR Karawang, khususnya Kabid SDA untuk tidak bermain-main dengan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh yang diketahui paham betul akan pekerjaan kontruksi karena berlatar belakang seorang pengusaha.

“Bupati hari ini mengerti tentang pekerjaan. Jangan main-main dengan Bupati Aep. Kalau coba main-main, saya yakin anda akan dipindahkan (mutasi, red). Tinggal tunggu saja mutasi pejabat yang akan datang. Karena pernyataan itu (pernyataan Aris Purwanto di media massa), sama saja memalukan kepemimpinan bupati,” kata Askun.

“PUPR sejak dia menjabat selalu rame. Media massa terus menyorot Bidang SDA PUPR. Kabid SDA ini dikasih hati malah minta jantung. Kalau dia selalu merasa bersih, kenapa terus disorot media massa?,” timpal Askun.

“Intinya persoalan ini harus diusut APH. Kalau APH tidak selidiki, berarti ada pentahelix antara Kabid SDA PUPR dengan APH,” tutup Askun, saat menutup pernyataannya dengan sindiran dan kelakar.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Berawal dari ‘Heureuy’, Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

SUKABUMI - Seorang oknum pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) telah dijemput...

Tegas! Pemprov Jabar Tutup Aktivitas Pertambangan PT. MPB di Karawang Selatan

KARAWANG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup aktivitas pertambangan PT. Mas Putih Belitung  (anak perusahaan PT. Jui Shin Indonesia), yang tidak mematuhi ketentuan...

Singgung Soal ‘Ideologi Politik’, Kepala BGN Malah Salahkan Guru, Orang Tua Siswa, Wartawan hingga LSM yang ‘Ngeramein’ Keracunan MBG

JAKARTA - Meski total korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mencapai hampir 50 ribu orang yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia,...

KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : “Ekspresi Tidak Bisa Berbohong”

BANDUNG - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang, Muhammad Fajar Aldila terhadap sekretaris pribadinya berinisial RY dinyatakan 'clear' oleh Gubernur Jawa...

Disuruh Beli Mi Goreng Malah Mi Kuah, Prajurit TNI AU Meninggal Dianiaya Senior

JAKARTA - Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF), prajurit TNI AU di Magetan, Jawa Timur (Jatim), meninggal secara tak wajar setelah diduga dianiaya seniornya di...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan