Minggu, Juli 12, 2026
spot_img

KDM : Jadi Pemimpin Jangan Melulis di Atas Air

BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim hadir dalam “Catalyst 2025: National Seminar for Change and Progress”, yang digelar oleh Universitas Pakuan (UNPAK).

Mengusung tema “Value-Based Leadership: The Foundation of Economic Progress and National Future”, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa sosok pemimpin yang dibutuhkan saat ini adalah yang mampu mengorkestrasikan seluruh sumber daya alam dan sumber daya manusia menjadi satu kesatuan irama.

Berita Lainnya  Job Fair Kota Bekasi, 7 Ribu Pencaker Berebut 3,5 Ribu Loker di 50 Perusahaan

“Kalau menjadi pemimpin, jangan melukis di atas air, tapi pilihlah untuk mengukir di atas batu dengan berbekal ketekunan, energi, dan cibiran,” ujar Dedi Mulyadi di Ballroom Gedung Graha Pakuan Siliwangi, Jalan Pakuan, Kota Bogor, Selasa (24/6/2025).

Inkonsistensi dalam kepemimpinan dan sistem, menurut Dedi Mulyadi, menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi saat ini karena semua pihak tidak bergerak menuju tujuan yang sama.

Ia menambahkan, dalam berbicara tentang kepemimpinan, tidak harus selalu mengambil ideologi atau filsafat asing karena Indonesia pun memiliki banyak nilai dan filosofi luhur.

Berita Lainnya  Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan nilai-nilai tersebut karena manusia yang terikat pada peradaban dan alamnya akan merasakan kebahagiaan. Sebaliknya, ketika manusia berpisah dari alam dan lingkungannya, maka akan kehilangan kebahagiaan.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim menuturkan, kehadiran Gubernur Jawa Barat merupakan sebuah keberuntungan yang patut disyukuri mengingat padatnya agenda orang nomor satu di Jawa Barat tersebut.

Hal yang disampaikan Dedi Mulyadi, menurut Dedie Rachim, bisa menjadi inspirasi positif bagi para mahasiswa dalam membangun karakter sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan. (Diskominfo Kota Bogor/ Rani)

Berita Lainnya  Warga Karawang Barat Keluhkan Serangan Kutu Beras, Mata Anak Sampai Bengkak
Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Belum Ada Urgensi Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda

KARAWANG - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Sjamsurijal menilai belum ada urgensi terkait perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda. Cucun pun meminta...

Bejat! Anak Sendiri kok Dicabuli, Si Gondrong Kini Sudah Diringkus Polisi

KARAWANG - DH (46), seorang ayah asal Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa diringkus polisi, setelah kedapatan memperkosa anak kandungnya sendiri. Ironisnya,...

Bikin Bingung! Dedi Mulyadi Sebut Jalan Bergelombang Interchange Karawang Barat Kewenangan Jasa Marga

KARAWANG - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) merespon keluhan masyarakat mengenai banyaknya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan jalan bergelombang di Jalan Interchange...

Ono Surono dan Dedi Mulyadi Sependapat Tak Perlu Ada Perubahan Nama Jawa Barat Menjadi Tatar Sunda

BANDUNG - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono hingga Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi alias KDM secara terpisah mengutarakan pendapat senada bahwa...

Pertama, Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50 di KM 57A Karawang

KARAWANG - Presiden Prabowo meluncurkan Biodiesel B50 di Rest Area KM 57A, Tol Jakarta - Cikampek, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan