Selasa, Juli 14, 2026
spot_img

Disentil Purbaya, KDM Minta BPK Dalami Audit Kas Pemrov Jabar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengunjungi kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat pada Jumat (24/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Dedi meminta lembaga auditor negara itu melakukan pendalaman terhadap audit kas Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

Permintaan ini disampaikan sebagai bentuk upaya memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

Langkah itu juga menjadi respons atas dugaan adanya dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang disimpan dalam bentuk deposito, sebagaimana pernah disinggung oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

“Hari ini kita ke Badan Pemeriksa Keuangan untuk meminta Badan Pemeriksa Keuangan melakukan pendalaman audit terhadap kas Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Dedi kepada awak media di lokasi.

Berita Lainnya  Bejat! Anak Sendiri kok Dicabuli, Si Gondrong Kini Sudah Diringkus Polisi

Audit Rutin dan Akuntabilitas Pemda

Dedi menjelaskan bahwa audit terhadap keuangan Pemprov Jabar saat ini memang tengah berlangsung sebagai bagian dari pemeriksaan rutin akhir tahun.

Menurutnya, proses audit ini penting untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan.

“Karena kan auditnya juga sedang berjalan, ya kan audit akhir tahun yang dilakukan hari ini sudah sedang berjalan audit Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan, kan itu rutin dilakukan,” tambahnya.

Ia menambahkan, hasil audit nantinya akan menunjukkan sejauh mana Pemprov Jabar memiliki perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik.

Berita Lainnya  Plt Bupati Bekasi Apresiasi Polri Hadirkan Ruang Kreasi Pelajar dan Penguatan UMKM

“Sehingga nanti di sana bisa terlihat apakah Pemerintah Provinsi Jawa Barat satu memiliki perencanaan keuangan yang baik, yang kedua, memiliki pengelolaan keuangan yang baik,” ucapnya.

Bangun Kepercayaan Publik Lewat Audit Terbuka

Dedi menekankan pentingnya audit BPK sebagai sarana membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah.

Menurutnya, hanya ada dua lembaga yang memiliki kewenangan memeriksa arus kas daerah, yakni BPK dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Kalau inspektorat kan internal audit pemerintah. Nah ini langkah-langkah yang dilakukan untuk memberikan penjelasan kepada publik bahwa belanja pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat dilakukan secara terbuka, bisa diakses oleh publik,” katanya.

Berita Lainnya  Bupati Karawang Tinjau Pembangunan Rulahu bagi Lansia

Minta Hasil Audit Diumumkan Lebih Cepat

Sebagai bentuk komitmen transparansi, Dedi juga meminta agar hasil audit belanja Pemprov Jabar dapat segera diumumkan kepada publik.

Biasanya, hasil audit diumumkan pada kisaran April tahun berikutnya, namun ia berharap laporan kali ini bisa dipercepat.

“Tetapi khusus untuk belanja Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini agar segera dilakukan pengumuman hasil audit,” pungkasnya.

Sumber: https://bandung.kompas.com/read/2025/10/24/140702778/disentil-purbaya-dedi-mulyadi-minta-bpk-dalami-audit-kas-pemprov-jabar.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sakit Hati karena Sering Di-bully, Siswa ini Ledakan Bom Rakitan di Lingkungan Sekolah

PADANG - Diduga menyimpan dendam karena sering mendapatkan perundungan atau bullying dari temannya, R (17) siswa MAN 3 Padang - Sumatera Barat, meledakan bom...

KPK Dalami Aliran Dana Rp100 juta ke Gus Miftah dalam Kasus Korupsi Proyek JGSS

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengusut Miftah Maulana Habiburrohman atau Gus Miftah yang diduga menerima Rp 100 juta dari proyek pembangunan jalur...

Polisi Tangkap Pelaku Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah – Jaksel

JAKARTA - Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku pria berinisial MY...

2 Saksi Ahli Nilai Penangkapan Ade Kunang Tidak Penuhi Karakteristik OTT

BANDUNG - Dua saksi ahli dihadirkan tim penasihat hukum Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM Kunang alias Abah Kunang, di persidangan...

Diduga Terlibat Kasus Asusila, Maskar Desak Bupati Karawang Copot Kadishub Muhana

KARAWANG - Beberapa orang yang mengatasnamakan gerakan Masyarakat Karawang (Maskar), melakukan aksi demonstrasi dan orasi di depan kantor Bupati Karawang, Senin (13/7/2026). Beberapa orang ini...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan