Senin, Maret 9, 2026
spot_img

Dari Penyanyi Dangdut, Jabat Bupati, hingga Ditangkap KPK

JAKARTA – Kisah kehidupan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq seperti permainan roller coaster. Anak pedangdut legendaris A. Rafiq itu pernah juga di dunia hiburan, menjadi kepala daerah, hingga kini ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Adapun riwayat pendidikan Fadia adalah SD Negeri Karet Tengsin 14 Tanah Abang, Jakarta Pusat, SMP Negeri 8 Tanah Abang, Jakarta Pusat, SMA Negeri 58 Ciracas, Jakarta Timur, S1 Manajemen Universitas AKI Semarang, S2 Manajemen Universitas Stikubank Semarang, dan S3 UNTAG Semarang.

Fadia pernah mengikuti jejak ayahnya menjadi pedangdut dan sempat melejit dengan sebuah singel yang berjudul Cik Cik Bum Bum (2000). Wanita nama lengkap Laila Fathiah ini menikah dengan pedangdut Ashraff Abu yang hits dengan tembang Sarmila pada era 2000-an.

Berita Lainnya  Anggota DPR Gerindra Minta Gaji Guru Tidak Dibentukan dengan MBG

Ashraff Abu kini sebagai Anggota Komisi X DPR Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Tengah (Jateng). Setelah menjadi penyanyi dangdut, Fadia terjun ke dunia politik.

Diawali dengan Wakil Bupati Pekalongan periode 2011-2016 mendampingi Amat Antono. Kemudian, Fadia dilantik sebagai Bupati Pekalongan di Grhadika Bhakti Praja, Minggu, 27 Juni 2021.

Pada periode pertama, Fadia didampingi Riswandi yang menjabat Wakil Bupati Pekalongan. Pelantikan saat itu dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Setelah itu, Fadia kembali terpilih dalam pilkada berikutnya. Fadia Arafiq dan Sukirman dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan periode 2025-2030 di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis 20 Februari 2025.

Berita Lainnya  Perintah Kapolri, Semua Anggota Polri Harus Tes Urine

Saat itu, Presiden Prabowo Subianto melantik 961 kepala daerah dari seluruh Indonesia yang digelar serentak termasuk Fadia.

Kini, Fadia berada di Gedung Merah Putih KPK. Pemilik nama asli Laila Fathiah ini tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.23 WIB, Selasa (3/3/2026).

Hal tersebut diketahui dari dua mobil hitam beriringan memasuki kawasan Gedung Merah Putih KPK yang membawa sejumlah pihak yang diamankan, termasuk Fadia.

Mereka termasuk Fadia masuk lewat bassement atau tidak melalui pintu depan yang biasa tempat diturunkannya pihak-pihak yang terjaring OTT selama ini. Sehingga, belum diketahui berapa jumlah orang yang ditangkap dalam operasi senyap tersebut.

Sebelumnya, KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, operasi senyap tersebut terjadi di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng).

Berita Lainnya  Hampir 4 Ribu Warga Jabar Tertahan di Timur Tengah, Pemprov Buka Hotline

Adanya OTT ini dikonfirmasi Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Salah satu yang diamankan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.

“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/3/2026).

Budi belum menjelaskan lebih lanjut terkait perkara yang melatarbelakangi OTT ini. Termasuk berapa orang yang diamankan.

“Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.***

Sumber : SindoNews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Longsor TPST Bantargebang : 4 Tewas, 4 Selamat, 5 Masih Pencarian

BEKASI - Proses pencarian korban longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang Bekasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan pada Senin (9/3/2026). Namun, proses evakuasi menghadapi...

Akal-akalan Korupsi Bupati Pekalongan, ART Jadi Dirut Perusahaan

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang menjerat...

Rame Terus, Dedi Mulyadi Sebut Pinjaman Rp 2 Triliun ke BJB Masih Wacana

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan rencana pinjaman Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) kepada Bank BJB senilai Rp 2 triliun masih...

Pemerintah Batasi Akses Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia, memberikan dukungan terhadap langkah pemerintah yang membatasi akses media sosial untuk anak di bawah...

Delpedro dkk Bebas, Yusril Minta JPU Tak Cari-cari Alasan Kasasi

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra meminta jaksa penuntut umum (JPU) tidak mencari-cari alasan untuk mengajukan kasasi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan