Rabu, Juni 24, 2026
spot_img

Apa yang Harus Dibanggakan dari Tugu 7,8 Miliar The Window Karawang?

Alih-alih akan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Pangkal Perjuangan, The New Landmark atau bangunan ikon baru Kabupaten Karawang – Jawa Barat, tugu The Window justru malah mendapatkan banyak cibiran.

10 M di Purwakarta bisa jadi air mancur sribaduga min…

Kemarin baru lewat sini, perasaan warna pink nya pias banget kaya kepanasan gitu dekil gak seterang di video ini…

The window : jendela berlubang. Maksudnya awas jalan Karawang banyak yang berlubang…

Ewh alus alus na akh kos kaleng sarden kitu…

Mending dibikin tugu biawak bisa dibikin sekecamatan…

Mirip kaleng krupuk…

Tidak ada estetik2 nya cuma bangunan persegi panjang. Menyala anggaran…

Itulah sekelumit komentar cibiran warga di postingan instagram @halokrw mengenai keberadaan tugu The Window di Interchange Karawang Barat, yang dinilai sama sekali tidak mencerminkan ikon Karawang sebagai Kota Pangkap Perjuangan atapun Kota Lumbung Padi.

Berita Lainnya  Bupati Subang Resmikan Jalan Beton di Pagaden

Meski sebelumnya DLHK Karawang mengklaim tugu The Window akan menjadi kebanggaan masyarakat Karawang, dengan alasan tugu ikon ini hanya ada 3 di dunia, yaitu di Paris, Dubai Frame dan terakhir di Karawang, tetapi pada kenyataanya justru banyak pemerhati pemerintahan Karawang mempertanyakan manfaat dari tugu The Window.

Banyak aktivis atau pemerhati Karawang menilai jika mega proyek The Window hanya sarat kepentingan anggaran pada zaman pemerintahan Bupati Cellica Nurrachadiana.

Seperti yang disampaikan aktivis Karawang atau Ketua Paguyuban Seniman Jawa Barat, Nace Permana yang menilai Landmark The Window sama sekali tidak mencerminkan ciri khas Karawang.

Berita Lainnya  Bupati Subang Resmikan Jalan Beton di Pagaden

Bahkan kata Nace, masyarakat awam mengatakan tugu itu mirip sarang burung, bahkan gerbang masuk ke dunia lain.

“Terlepas dari penilaian masyarakat, saya sendiri menilai filosofi tugu itu sulit dimengerti. Dari perspektif seni pun tidak bisa dipahami,” kata Nace, dilansir dari Pikiran Rakyat, Jumat (16/5/2025).

Padahal kata Nace, sebelumnya Pemkab Karawang membuka pintu dialog dengan masyarakat untuk mendirikan tugu, banyak ikon-ikon Karawang yang bisa diimplementasikan menjadi tugu. Misalnya, Tugu Padi, Jaipongan, Gendang, atau ornamen industri karena Karawang juga dikenal sebagai daerah industri.

Bahkan, lanjut Nace, Karawang memiliki ikon Bedog Lubuk yang kini menjadi logo Pemkab berjuluk Lumbung Padi tersebut. Ikon itu telah diaplikasikan oleh para seniman dengan membuat bedog Lubuk berukuran raksasa.

Berita Lainnya  Bupati Subang Resmikan Jalan Beton di Pagaden

“Jika pihak Pemkab mau menjadikan golok itu dijadikan tugu, kami akan lepaskan dengan lapang dada,” kata Nace.

Sehingga menurut Nace, Tugu Jendela yang terpasang di gerbang masuk ke Kota Karawang itu tidak mencerminkan nilai-nilai Kekarawangan.

“Kalau ikonnya saja sulit dipahami, apalagi isinya? Arah pembangunan Karawang terhambat dari ikon tersebut, tidak jelas,” kata Nace dengan nada keras.

Itulah sekelumit cibiran atau kritikan terhadap tugu The Window Karawang yang menghabiskan anggaran Rp 7,8 miliar. Bagaimana dengan pendapat anda?. Silahkan tulis di kolom komentar.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Digembleng Ala Militer, 2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal

JAKARTA - Dua orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal...

Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

JAKARTA - Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin berkaitan dengan pengakuan menerima uang Rp20 juta terkait...

Kasus Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah, Anne Ratna Mustika kembali Datangi Kejari Purwakarta

PURWAKARTA - Mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (ARM) kembali terpantai mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada Senin (22/6/2026). Selain Anne tampak juga pengembang...

Dedi Mulyadi Buka Sayembara akan Beri Rp 250 Juta bagi yang Menemukan Taufik Hidayat

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membuka sayembara bagi masyarakat untuk menemukan keberadaan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan terhadap YTR di Kabupaten Bandung. Hadiah...

SMA-SMK Swasta di Kota Bekasi Tolak Program Sekolah Gratis Dedi Mulyadi

KOTA BEKASI - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa mayoritas SMA/SMK swasta di Bekasi menolak program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK)...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan