Senin, Juli 6, 2026
spot_img

Kunjungi PLUT KUMKM Subang, Mahasiswa Malaysia Antusias Belajar Membatik

SUBANG – Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT KUMKM) Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Subang menerima kunjungan puluhan dosen dan mahasiswa dari Universiti Islam Selangor (UIS) Malaysia dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja (STIESA) Subang.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program penguatan wawasan kewirausahaan, pembelajaran ekonomi kreatif, serta pengenalan potensi dan produk unggulan lokal Kabupaten Subang kepada mahasiswa dari dua negara.

Kolaborasi Internasional dan Apresiasi Mitra

Acara dibuka dengan sambutan dari Perwakilan Kepala UPTD PLUT KUMKM Subang, Dewi Oktalya Anggraini, S.STP., M.AP., yang menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan kolaboratif tersebut.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa Nakal

Sementara itu, pihak STIESA melalui Dr. Gugyh Susandy menyampaikan apresiasi tinggi kepada PLUT sebagai mitra strategis. Ia juga menegaskan komitmen STIESA untuk terus mengenalkan produk Subang ke kancah internasional melalui kolaborasi aktif dengan mahasiswa luar negeri.

Senada, Dr. Suhaila Binti Nadzri dari UIS Malaysia menyampaikan terima kasih atas fasilitas dan penerimaan yang diberikan. Ia berharap kunjungan ini tidak hanya membuka wawasan mahasiswa UIS terkait UMKM, ekonomi kreatif, dan peluang bisnis di Subang, tetapi juga membuka peluang kerja sama lanjutan antara UIS dan STIESA di masa depan.

Usai sesi sambutan, peserta menerima pemaparan mendalam dari para konsultan PLUT Subang. Sandy Hallymansyah memaparkan profil PLUT, layanan pendampingan UMKM, program pelatihan, serta peran strategis lembaga tersebut dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Berita Lainnya  SMA-SMK Swasta di Kota Bekasi Tolak Program Sekolah Gratis Dedi Mulyadi

Materi berlanjut dengan fokus pada salah satu produk unggulan, yaitu Batik Subang. Budiana Yusuf menjelaskan sejarah, perkembangan motif, dan karakteristik khas batik Subang. Gambaran mengenai perkembangan industri batik dan peluang usahanya juga disampaikan oleh Ketua PHRI Subang, Hj. Ratna Setiawan.

Kegiatan mencapai puncaknya ketika mahasiswa diajak meninjau langsung dan mencoba praktik dasar pembuatan batik bersama para pengrajin. Mereka berdiskusi mengenai teknik pewarnaan, proses produksi, hingga tantangan industri. Peserta juga menyaksikan demonstrasi pembuatan ecoprint, teknik fesyen ramah lingkungan.

Berita Lainnya  Aturan Teknis Belum Jelas, Sekolah Swasta di Purwakarta Bingung Jalankan Program SSK Dedi Mulyadi

Di akhir kegiatan, mahasiswa berkesempatan melihat berbagai produk oleh-oleh khas Subang, mulai dari karya batik hingga makanan tradisional daerah.

Melalui kegiatan sinergi ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM. Diharapkan kolaborasi antara STIESA, UIS Malaysia, dan PLUT KUMKM Subang ini dapat terus terjalin untuk memperkuat kerja sama akademik dan kewirausahaan di masa mendatang.***

Sumber : KotaSubang.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Kejagung Ungkap Dugaan Keterlibatan Anggota TNI Aktif di Korupsi Program MBG

JAKARTA - Penyidikan kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap adanya dugaan keterlibatan anggota militer aktif yang berdinas di Badan Gizi Nasional (BGN). Direktur...

Usulan Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Tatar Sunda Menguat

BANDUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat memastikan akan menindaklanjuti usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Provinsi Pasundan. Usulan...

Diduga Jadi Korban Peluru Nyasar TNI, Warga Intan Jaya – Papua Tengah Arak Jenazah Ibu Hamil

Seorang ibu hamil bernama Melkiana Dwitau meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya setelah diduga terkena peluru nyasar di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan...

Tuai Banyak Pujian, Luna Maya Bangun Gedung Taman Kanak-kanak di NTT

ARTIS Luna Maya mengunjungi Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu, 1 Juli 2026. Dia ke sana, untuk melakukan peletakan batu pertama...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan