Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Hampir Semua RW di Kota Bekasi Kebut Cairkan Dana Rp 100 Juta

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi memastikan hampir seluruh Rukun Warga (RW) telah mencairkan dana operasional Rp100 juta menjelang akhir November 2025.

Dana yang digelontorkan untuk mendukung administrasi kesekretariatan hingga fasilitas kegiatan lingkungan itu disebut langsung dikebut pencairannya oleh para ketua RW.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyebut bahwa hingga pekan lalu, 91,26 persen dari total 1.020 RW sudah keluar Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan siap digunakan.

“Mereka sudah bisa mencairkan anggarannya,” ujar Tri, Senin (1/12/2025).

Program bantuan dana RW sejak awal menjadi pusat perhatian publik lantaran nilai yang tergolong besar.

Berita Lainnya  Nusron Wahid Dikejar dan Dicecar Pertanyaan oleh Wartawan : "Ini Saya Mau Pulang"

Di beberapa daerah, program serupa pernah tersandung persoalan akuntabilitas dan rawan digunakan untuk kepentingan di luar urusan warga.

Pemkot Bekasi pun menegaskan bahwa penggunaan anggaran harus tegak lurus pada proposal yang diajukan masing-masing RW. Pemkot berjanji melakukan pengawasan bersama DPRD.

“Anggaran ini benar-benar harus dimanfaatkan untuk kebutuhan lingkungan,” kata Tri.

Wajib Menyusun Laporan

Setiap RW diwajibkan menyusun laporan penggunaan dana secara tertib dan tepat waktu. Pemerintah menetapkan batas akhir 20 Desember 2026 sebagai momentum pertanggungjawaban.

Berita Lainnya  KDM Ungkap 3 Perusahaan yang Kerjasama dengan PT. Jui Shin Indonesia, Salah Satunya Diduga Milik Anggota DPRD Jabar

Namun, tenggat tersebut menimbulkan pertanyaan. Dengan pencairan yang baru dilakukan di akhir tahun, apakah waktu pelaksanaan program dan penyusunan laporan cukup memadai?.

Buru-buru mencairkan dana menjelang tutup anggaran menimbulkan kekhawatiran klasik: proyek dikebut demi terserap, bukan demi kualitas dan kebutuhan nyata warga.

Pandangan redaksi, program besar di tingkat akar rumput membutuhkan standar pengawasan berlapis, mulai dari transparansi belanja hingga keterlibatan warga dalam pengawasan.

Publik pun akan mencermati apakah Rp100 juta per RW itu akan berubah menjadi fasilitas dan pelayanan yang kasat mata— atau justru menguap dalam tumpukan kuitansi.

Berita Lainnya  Prabowo : "Saya Bisa Diundang di Acara Tidak Terlalu Besar, Kalau Perlu Tidak Ada Wartawan"

Dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp100 miliar, keberhasilan program bantuan RW ini bisa menjadi cermin tata kelola Pemkot Bekasi.

Namun, kegagalan menjaga akuntabilitasnya dapat memperpanjang daftar persoalan anggaran daerah yang sering kali berhenti pada seremonial serapan, bukan manfaat.***

Sumber : GoBekasi.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

KPK Diminta Bongkar Dugaan Gratifikasi Pencaplokan Lahan Hutan Jadi Kawasan Industri di Karawang

KARAWANG - Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Serikat Tani Karawang (SETAKAR) ke kantor ATR/BPN Karawang, pada Kamis (24/9/2026), Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan,...

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan