Minggu, Maret 22, 2026
spot_img

Hanya Mengundang Camat dan Perusahaan, Forum Diskusi Bapenda Mengecewakan

KARAWANG – Sempat ditantang debat terbuka karena mengklaim tidak pernah ada kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan wilayah Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2), forum Focus Group Discussion (FGD) yang digelar selama dua hari oleh Pemkab melalui Bapenda Karawang ternyata hanya mengundang camat dan perusahaan.

Tentu saja forum diskusi yang membahas polemik kenaikan PBB-P2 ini dinilai mengecewakan, karena di luar ekspektasi publik yang selama ini dinilai mengetahui persis dalam hal persoalan perpajakan di Karawang.

Karena dari awal publik berharap forum diskusi yang digelar Bapenda juga mengundang para tokoh petani, aktivis, Ormas dan LSM, praktisi hukum, serta beberapa pengamat kebijakan publik lain yang selama ini menyoroti persoalan PBB-P2.

“Dengan pengelolaan PBB-P2 yang baik, Karawang tidak hanya tumbuh sebagai pusat industri, melainkan daerah yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi,” tutur Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, seperti dilansir dari Prokompim Karawang.

“Kami mengajak seluruh unsur pemerintah dan dunia usaha untuk berperan aktif dalam pengelolaan pajak yang transparan. Bersama-sama membangun Karawang yang lebih maju, berdaya saing, dan berkeadilan,” timpalnya.

Berita Lainnya  Semrawut Tata Kota Karawang, Hak Pejalan Kaki Disabilitas Netra Dihajar Reklame

Diberitakan sebelumnya, Andhika Kharisma SH, CPL – penggugat kenaikan PBB-P2 ke Mahkamah Agung (MA) meminta, agar Bupati Aep tidak ‘bersembunyi’ dibalik kebijakan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Karawang Nomor : 973/Kep.502-Huk/2021 tentang penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Bahkan Andhika menantang Bupati dan Bapenda untuk menggelar debat terbuka dalam menyikapi persoalan ini.

“Silahkan undang kami di forum diskusi atau debat terbuka yang katanya mau digelar Bapenda. Maka di situ akan kami buka semua datanya. Karena kami melakukan gugatan ke MA juga bukan tanpa dasar,” ujar Andhika Kharisma, Senin (3/11/2025).

Dijelaskannya, memang betul kenaikan PBB-P2 terakhir terjadi di zaman pemerintahan Bupati Cellica, tepatnya di akhir tahun 2021. Tetapi persoalannya, kebijakan yang ‘cacat formil’ tersebut kemudian dikuatkan oleh Bupati Aep dengan menerbitkan Perda Karawang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, tertanggal 27 Desember 2023.

Berita Lainnya  Rusak Estetika Kota, Reklame Liar di Bantargebang - Setu Ditertibkan

Kenapa kebijakan Cellica atas Surat Keputusan (SK) Bupati Karawang Nomor : 973/Kep.502-Huk/2021 yang dikuatkan Perda Nomor 17 Tahun 2023 dinilai cacat formil, Andhika menjelaskan, karena kebijakan Bupati Cellica tersebut tidak didasarkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada), sesuai amanat Peraturaan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 85 tahun 2025 (perubahan atas PMK Tahun 2014).

Terlebih, saat ini sudah terbit Perbup Nomor 6 Tahun 2025, tentang perubahan atas Perbup Karawang Nomor 65 Tahun 2024 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2025.

“Kalau Bupati Aep mengklaim tidak ada kenaikan PBB sampai 600% lebih, seharusnya cabut atau batalkan dong Perda Nomor 17 Tahun 2023 dan Perbup Nomor 6 Tahun 2025. Bukan malah menguatkan kebijakan Bupati Cellica sebelumnya. Buat dong aturan baru yang lebih pro terhadap rakyat. Jangan sembunyi dan berkilah dibalik kebijakaan Cellica,” katanya.

Aksi Demonstrasi Komando Batal

Dikesempatan lain, kabar teranyar menyebut bahwa rencana aksi demonstrasi sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) di Kabupaten Karawang yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Indonesia Maju (Komando) yang akan digelar Kamis (6/11/2025), batal digelar.

Berita Lainnya  Warga Menangis Tagih Janji KDM dan Lurah Jujun

Hal ini menyusul setelah Komando bertemu dan melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, Asep Aang Rahmatullah, serta didampingi sejumlah pejabat strategis lain seperti Kepala Bapenda, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR dan Kepala DLHK.

Namun demikian, Ketua Umum Komando, Dudung Ridwan menyampaikan, jika aksi demonstrasi Kamis besok bukan batal digelar, melainkan ditunda.

Diamininya, hal ini menyusul adanya sejumlah kesepakatan setelah bertemu Sekda Karawang.

“Hasil koordinasi dengan rekan-rekan koalisi, besok aksi di tunda, menindaklanjuti komitmen pemerintah pada pertemuan (audiensi) hari ini selama 7 hari kerja.
Jika dalam 7 hari kerja tidak ada tindak lanjut atas hasil kesepakatan, maka kita akan gelar aksi,” katanya, saat dikonfirmasi Opiniplus.com.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Polda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terkini kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Pelaku diduga berjumlah empat orang dengan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan