Kamis, Juli 9, 2026
spot_img

Ini Tampang Pembunuh Artis Sandy Permana saat Dibekuk Polisi di Karawang

KARAWANG | OPINIPLUS.COM | – Tersangka pembunuhan artis Sandy Permana, yaitu Nanang alias Nanang Gimbal akhirnya dibekuk polisi di Kabupaten Karawang, Rabu (15/1/2025).

Nanang ditangkap sekitar pukul 10.45 WIB, saat bersembunyi di RT 04/RW 09, Dusun Poris, Desa Kutamukti, Kecamatan Kutawaluya.

“Iya (sudah ditangkap),” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Onkoseno, dilansir dari berbagai sumber.

Onkoseno menjelaskan, penangkapan Nanang dilakukan bersama tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Sementara, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan, saat ditangkap Nanang sudah berambut pendek, berkacamata, mengenakan jaket dan kaus berwarna gelap.

Tersangka kemudian digelandang ke Polda Metro Jaya untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan.

Nanang ‘Gimbal’ sempat potong rambut saat melakukan pelarian untuk mengelabuhi petugas kepolisian.

“Pelaku dengan sengaja kabur dan bersembunyi untuk hindari kejaran petugas kami,” ungkap Ade Ary .

Diketahui sebelumnya, aktor Sandy Permana, pemain di serial ‘Mak Lampir’, tewas setelah menjadi korban penusukan di dekat rumahnya di kawasan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/1/2025).

Ade Andriani, istri Sandy Permana mengungkap sosok terduga pembunuh suaminya. “Tetangga, orangnya pelaku ini dia orangnya tertutup enggak berbaur sama warga,” katanya.

Dia menyampaikan, ciri-ciri pelaku berambut gimbal dan penuh tato. Selain itu, pelaku tinggal bersama istri dan anaknya berlima selama 13 tahun di perumahan ini.

“Enggak (interaksi) karena kita dekat cuma sama istrinya. Kalau suaminya kan dia sama siapapun dia enggak mau dekat sepertinya,” katanya.

Dia juga mengungkap latar belakang terduga pelaku yang membunuh Sandy Permana merupakan kru dari sinetron yang pernah dibintangi almarhum suaminya, yakni sinetron Mak Lampir dan Tukang Bubur Naik Haji.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG - H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda. Dikatakan Toto,...

Soal Usulan Pergantian Nama Jawa Barat, Seluruh Fraksi DPRD Jabar Beri ‘Lampu Hijau’

BANDUNG - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda memasuki babak baru setelah seluruh fraksi di DPRD resmi memberikan lampu hijau...

Dugaan Pungli Pasar Bantargebang, Kejari Kota Bekasi Segera Periksa Kepala Disdagperin

KOTA BEKASI – Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengadaan dan pengelolaan fasilitas Pasar Bantargebang terus terus berjalan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi kini...

Dulu Puji-puji dan Berlindung di Ketiak Dedi Mulyadi, Sekarang Lurah Jujun Serang Balik

KARAWANG - Siapa yang tidak tahu kedekatan antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Lurah Jujun atau Kades Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan