Kamis, Agustus 13, 2026
spot_img

Singgung Pendidikan Militer, Verrell Malah Kena Ulti Om Zein

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein) menanggapi komentar anggota Komisi X DPR RI, Verrell Bramasta, soal program pendidikan militer gagasan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Melalui unggahan di akun media sosialnya, Verrell Bramasta selaku anggota DPR RI Dapil Jabar VII (Purwakarta, Karawang, dan Bekasi) menyampaikan kekhawatirannya terkait program pendidikan berkarakter itu.

Sebagaimana diketahui, program pendidikan berkarakter ini dilakukan dengan mengirim para siswa yang dianggap bermasalah atau nakal ke barak militer untuk dibina oleh tentara agar menjadi lebih disiplin.

“Saya sepakat bahwa pendidikan karakter adalah fondasi penting untuk membangun generasi muda,” kata Verrel Bramasta, dikutip dari unggahan akun Instagram @bramastavrl, Selasa (6/5/2025).

“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi upaya pemerintah daerah untuk menerapkan kedisiplinan dan juga akhlak yang mulia untuk pendidikan karakter siswa-siswi yang sedang mengalami masalah perilaku,” sambungnya.

Berita Lainnya  Program LKS Gratis Awal Inovasi Pendidikan Karawang yang Lebih Besar

Verrel Bramasta menyebutkan bahwa dalam banyak kasus, perilaku menyimpang remaja bukan hanya karena disiplin yang lemah melainkan juga berasal dari masalah keluarga, tekanan sosial, dan emosional yang belum tertangani.

Politikus muda jebolan aktor itu lantas khawatir bahwa pendidikan militer bagi siswa nakal dengan melibatkan TNI ini, nantinya bisa membentuk karakter anak yang keras bukan tangguh.

“Namun dengan hal ini, saya mencermati adanya kekhawatiran dari berbagai pihak terutama beberapa orang tua yang concern mengenai pro dan kontra terhadap kebijakan tersebut, apalagi pendekatan yang digunakan adalah military approach,” ungkap Verrel Bramasta.

“Bila kita hanya mengandalkan physical approach atau pendekatan secara fisik tanpa menyentuh dimensi psikologis dan juga spiritual para remaja ini, saya rasa kita malah akan membentuk karakter anak-anak muda yang keras, bukan yang tangguh,” lanjutnya.

Diulti Om Zein

Mengetahui program pendidikan militer gagasan Gubernur Jabar dikritik Verrel Bramasta, Om Zein pun dengan sigap pasang badan membela.

Berita Lainnya  KKN Mahasiswa UBP di Amansari Ditutup Nobar Film Dokumenter

Om Zein dengan tegas meminta Verrel Bramasta untuk turun langsung ke lapangan dan melihat kondisi pelajar yang sedang mengikuti program pendidikan berkarakter di markas TNI.

“Ya ampun mas, mas-kan (Verrel Bramasta) Dapil sini. Mendingan turun langsung, daripada cuma berwacana,” ujar Om Zein, Jumat (9/5/2025), dilansir TribunJabar.id.

Om Zein juga membantah pernyataan Verrel Bramasta soal orang tua yang khawatir soal dikirimnya para siswa nakal ke barak militer.

Menurut Om Zein, justru orang tua yang menitipkan anaknya untuk mengikuti pendidikan di barak militer, merasa senang dan mendukung program tersebut.

“Orang tua yang menitipkan anaknya di Barak Militer semua senang, mas,” sebut Om Zein.

Lebih lanjut, Om Zein menantang balik Verrel Bramasta untuk ikut terjun langsung menangani para siswa yang dianggap bermasalah.

Berita Lainnya  Kolaborasi dengan DLHK dan Aparat Desa, Mahasiswa KKN UBP Karawang Bersih-bersih Sampah di TPS Liar

“Gini deh mas, ada 30 pelajar yang mau ikut program ini. Gimana kalau kita bagi dua, saya ambil 15 pelajar, mas ambil 15 pelajar. Yang 15 pelajar mas bina dengan cara mas, yang 15 lagi kami bina di barak militer. Yuk, action aja, mas. Daripada kita terus wacana,” tutur Om Zein.

Meski menimbulkan pro kontra, Dedi Mulyadi tetap melanjutkan program pendidikan militer bagi siswa nakal di Jabar.

Uji coba program pendidikan militer ini telah dimulai dengan dikirimnya 39 siswa SMP yang dianggap nakal ke Resimen Artileri Medan 1/Sthira Yudha, Batalyon Armed 9 di Bungursari, Purwakarta, Jabar, pada Kamis (1/5/2025) lalu.

Sumber : Tribun

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

BNN Gerebek Kampung Bahari, Warga Melawan Lempar Batu hingga Petasan

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara kembali menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis...

Sidang Paripurna Pemakzulan Bupati Gowa Ricuh, Husniah Talenrang Bawa Wanita Hamil

GOWA - Suasana rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sempat memanas hingga diwarnai kericuhan. Kericuhan ini dipicu oleh teriakan dari...

Kepala SPPG di Karanganyar Muntah Usai Cicipi Ayam Menu MBG

KARANGANYAR - Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 94 siswa SDN 2 Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, batal dibagikan pada Rabu (12/8/2026). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)...

Proses Evakuasi Lansia dalam Sumur Berlangsung Dramatis, Jasad ‘Dijaga’ Ular Kobra

TASIKMALAYA - Proses evakuasi jasad Aam Amelia (45), seorang perempuan di Kabupaten Tasikmalaya, sempat terhenti berulang kali. Penyebabnya, di dalam sumur tua sedalam 12...

Libatkan Sejumlah Ahli, Polisi Ekshumasi Jenazah Sutrimo

JAKARTA - Proses ekshumasi jenazah Sutrimo, yang meninggal di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih berlangsung. Proses ekshumasi melibatkan sejumlah ahli,...

Hukum

Libatkan Sejumlah Ahli, Polisi Ekshumasi Jenazah Sutrimo

JAKARTA - Proses ekshumasi jenazah Sutrimo, yang meninggal di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih berlangsung. Proses ekshumasi melibatkan sejumlah ahli,...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan