Sabtu, Maret 14, 2026
spot_img

Polisi Tangkap Bos Penipu Penyalur Tenaga Kerja di Karawang

Satuan Reserse Kriminal Polres Karawang berhasil mengamankan DK, pria yang diduga menjadi otak di balik praktik penipuan berkedok yayasan penyalur tenaga kerja di Kabupaten Karawang.

Pemilik Yayasan KSA ini dilaporkan telah menipu ratusan pencari kerja dengan kerugian mencapai lebih dari Rp 236 juta.

Penangkapan terhadap DK dilakukan setelah sejumlah korban membentuk grup WhatsApp untuk saling berbagi informasi dan bukti penipuan yang mereka alami.

Dari hasil pengumpulan informasi tersebut, terungkap bahwa yayasan milik DK menggunakan modus lowongan kerja fiktif dengan iming-iming proses cepat melalui jalur administrasi (ADM).

Para korban dijanjikan akan segera bekerja di sejumlah perusahaan besar di wilayah Karawang dan sekitarnya.

Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Karawang, Bekasi, Cikarang, Subang, hingga Purwakarta.

“Salah satu marketing bernama DMG menawarkan pekerjaan kepada adik saya. Lalu, kami diminta membayar uang administrasi oleh seseorang berinisial S. Katanya langsung kerja, tapi ternyata hanya janji kosong,” ujar Epul, salah satu keluarga korban.

Setelah membayar, para korban hanya mendapat janji palsu. Jadwal masuk kerja selalu diundur dengan alasan pelatihan yang tidak pernah terjadi.

Bahkan saat mereka meminta uang dikembalikan, pelaku hanya memberi harapan palsu tanpa realisasi.

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Solikhin, membenarkan penangkapan tersebut. “Pelaku sudah diamankan dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya, Selasa 29 April 2025.

Polisi menduga jumlah korban masih akan terus bertambah karena banyak di antaranya belum melapor secara resmi.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya pencari kerja, untuk selalu mengecek legalitas yayasan penyalur kerja dan tidak mudah tergiur janji kerja instan. ***

Sumber : Pojoksatu

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Polres Karawang Bantah Mandeknya Penanganan Kasus Dugaan Pencabulan Anak 6 Tahun

​KARAWANG – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) PPA dan TPPO Polres Karawang telah melakukan penyidikan kasus dugaan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak di bawah...

Dugaan Suap Proyek, KPK OTT Bupati Cilacap

CILACAP - Tim penyidik Komisi Pemberantasan (orupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, dan 26 orang lainnya pada Jumat (13/3/2026). Selain...

Program Gentengisasi di Jabar Dimulai, Pemerintah Borong Genteng Jatiwangi Rp 3 Miliar

MAJALENGKA - Pemerintah memulai program gentengisasi di Jawa Barat (Jabar). Nantinya program tersebut akan dilakukan melalui bedah rumah atau perbaikan rumah tidak layak huni,...

Gus Yaqut Pakai Rompi Orange : Saya Tidak Menerima Uang Sepeser pun…

JAKARTA - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan rasuah kuota haji. Yaqut mengaku tidak pernah menerima uang...

Bupati Rejang Lebong Minta ‘Fee Proyek’ untuk Kebutuhan Lebaran

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan lima orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi suap ijon proyek di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Tahun Anggaran...

Hukum

Dugaan Suap Proyek, KPK OTT Bupati Cilacap

CILACAP - Tim penyidik Komisi Pemberantasan (orupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, dan 26 orang lainnya pada Jumat (13/3/2026). Selain...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan