Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Polisi Tangkap Bos Penipu Penyalur Tenaga Kerja di Karawang

Satuan Reserse Kriminal Polres Karawang berhasil mengamankan DK, pria yang diduga menjadi otak di balik praktik penipuan berkedok yayasan penyalur tenaga kerja di Kabupaten Karawang.

Pemilik Yayasan KSA ini dilaporkan telah menipu ratusan pencari kerja dengan kerugian mencapai lebih dari Rp 236 juta.

Penangkapan terhadap DK dilakukan setelah sejumlah korban membentuk grup WhatsApp untuk saling berbagi informasi dan bukti penipuan yang mereka alami.

Dari hasil pengumpulan informasi tersebut, terungkap bahwa yayasan milik DK menggunakan modus lowongan kerja fiktif dengan iming-iming proses cepat melalui jalur administrasi (ADM).

Para korban dijanjikan akan segera bekerja di sejumlah perusahaan besar di wilayah Karawang dan sekitarnya.

Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Karawang, Bekasi, Cikarang, Subang, hingga Purwakarta.

“Salah satu marketing bernama DMG menawarkan pekerjaan kepada adik saya. Lalu, kami diminta membayar uang administrasi oleh seseorang berinisial S. Katanya langsung kerja, tapi ternyata hanya janji kosong,” ujar Epul, salah satu keluarga korban.

Setelah membayar, para korban hanya mendapat janji palsu. Jadwal masuk kerja selalu diundur dengan alasan pelatihan yang tidak pernah terjadi.

Bahkan saat mereka meminta uang dikembalikan, pelaku hanya memberi harapan palsu tanpa realisasi.

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Solikhin, membenarkan penangkapan tersebut. “Pelaku sudah diamankan dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya, Selasa 29 April 2025.

Polisi menduga jumlah korban masih akan terus bertambah karena banyak di antaranya belum melapor secara resmi.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya pencari kerja, untuk selalu mengecek legalitas yayasan penyalur kerja dan tidak mudah tergiur janji kerja instan. ***

Sumber : Pojoksatu

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan