JAKARTA – Ketua Umum PSSI sekaligus Menpora, Erick Thohir, mengecam keras insiden penyerangan yang menewaskan seorang suporter Persib Bandung (Bobotoh) berinisial ARK (16 tahun) di Jalan Raya Jakarta-Bogor.
Erick menegaskan bahwa keselamatan penonton sepak bola adalah prioritas utama dan meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas serta menindak tegas pelaku.
Erick menyatakan secara terbuka bahwa “yang namanya suporter itu harus pulang ke rumah dengan selamat”. Keamanan tidak boleh ditawar dan menjadi tanggung jawab bersama dari penyelenggara, klub, hingga suporter.
Erick mengaku langsung menghubungi Kapolres Bogor untuk mendesak penanganan kasus secara hukum positif yang berlaku.
Ia menggarisbawahi pemetaan sanksi. Jika kekerasan terjadi di luar stadion, kasus tersebut mutlak menjadi ranah hukum pidana kepolisian. Sementara jika insiden terjadi di dalam area stadion, PSSI akan menjatuhkan hukuman sepak bola.
Untuk memberikan efek jera di dalam kompetisi domestik, Erick mendorong Komisi Disiplin agar tidak segan-segan menjatuhkan sanksi berat berupa pengurangan poin maksimal bagi klub yang suporternya terbukti berulah atau memicu kerusuhan serius.
Diketahui, tragedi tewasnya Boboroh asal Bogor ini terjadi pada Minggu (25/10/2026) malam, ketika korban diserang menggunakan senjata tajam oleh orang tak dikenal (OTK) saat perjalanan pulang usai menonton laga pekan ketujuh Liga Indonesia antara Garudayaksa FC melawan Persib Bandung di Stadion Pakansari, Cibinong.***

