SOLO – Mobil yang ditumpangi pendakwah KH. Anwar Zahid dikabarkan mengalami kecelakaan beruntun di wilayah Tinggang, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Peristiwa yang melibatkan mobil pendakwah KH Anwar Zahid tersebut terjadi pada Senin malam, 10 Agustus 2026, atau sekitar pukul 00.05 WIB, Selasa (11/8/2026).
Kabar mengenai kecelakaan beruntun itu beredar di media sosial. Sejumlah akun mengunggah video yang memperlihatkan kondisi kendaraan dan situasi di lokasi kejadian.
Dalam video yang beredar, terlihat mobil Toyota Alphard berwarna hitam yang disebut ditumpangi KH Anwar Zahid mengalami kerusakan cukup parah.
Bagian depan dan belakang mobil tampak ringsek setelah terlibat kecelakaan. Mobil tersebut juga terlihat berada di antara dua truk. Posisi kendaraan menunjukkan bagian depan dan belakang mobil seperti terhimpit kendaraan berat.
Video lainnya memperlihatkan KH Anwar Zahid berada di sekitar lokasi kejadian dan duduk di pinggir jalan setelah insiden tersebut.
Informasi mengenai kecelakaan mobil KH Anwar Zahid itu salah satunya diunggah akun Instagram @beritabojonegoro.tv.
Sementara akun Instagram @tubancekrek juga membagikan video yang memperlihatkan kondisi pendakwah tersebut di lokasi kejadian.
Meski demikian, hingga Selasa (11/8/2026), pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai kronologi lengkap kecelakaan beruntun tersebut.
Satlantas Polres Bojonegoro juga belum memberikan penjelasan terkait jumlah kendaraan yang terlibat, penyebab kecelakaan, maupun bagaimana mobil yang ditumpangi KH Anwar Zahid bisa berada di antara dua truk.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, seluruh penumpang mobil, termasuk KH Anwar Zahid, disebut tidak mengalami luka serius.
Namun, informasi tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang maupun pihak keluarga.
Pendakwah asal Kecamatan Kanor, Bojonegoro, itu dikabarkan sedang dalam perjalanan menuju Banjarnegara, Jawa Tengah, untuk menghadiri undangan pengajian.
Hingga berita ini ditulis, kondisi seluruh penumpang dan kronologi pasti kecelakaan masih menunggu keterangan resmi.
Masyarakat juga diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar di media sosial sebelum ada konfirmasi dari pihak terkait.***
Sumber : Radar Solo










