MIMIKA – Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (1/8/2026) malam.
Korban ditemukan aparat kepolisian setelah menerima laporan dari warga. Saat dievakuasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan kemudian dibawa ke RSUD Mimika.
Kapolsek Kwamki Narama Iptu Yusak Sawaki mengatakan, korban merupakan warga dari kubu Dang.
Berdasarkan informasi awal yang diterima polisi, korban diduga berada di bawah pengaruh minuman keras dan membawa senjata tajam berupa parang. Korban kemudian berjalan memasuki wilayah kubu Newegalen hingga akhirnya dipanah oleh warga setempat.
“Laporan yang kami dapat, dia (korban) lagi miras, tidak kontrol diri lalu menyeberang dari Dang ke Newegalen sambil membawa parang, sehingga kubu Newegalen panah karena merasa terancam,” ujar Yusak, dilansir dari Kompas, Minggu (2/8/2026).
Yusak mengatakan, sejak konflik adat kembali pecah di Distrik Kwamki Narama, jumlah korban yang terkena panah telah mencapai 16 orang. Dari jumlah tersebut, tujuh korban berasal dari kubu Newegalen dan sembilan lainnya berasal dari kubu Dang.
Pascakejadian, aparat kepolisian meningkatkan pengamanan di kawasan konflik untuk mengantisipasi aksi balasan dari kedua kelompok.***










