KARAWANG – Siapa yang tidak tahu kedekatan antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Lurah Jujun atau Kades Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.
Yaitu dimana saat dilakukan penertiban bangunan liar (Bangli) di sepanjang Jalan Interchange Karawang Barat menuju gerbang Tol Karawang Barat pada November 2025 lalu, keduanya terlihat bersinergi.
Saat itu, Lurah Jujun bukan hanya banyak memuji ketegasan Dedi Mulyadi. Melainkan juga disebut-sebut ‘berlindung di ketiak’ Dedi Mulyadi, saat ia banyak diserang atau di-bully netizen karena dinilai terlalu banyak offside – melakukan aksi melebihi seorang Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh.
Bahkan saat dilaporkan ke Polres Karawang oleh salah seorang ahli waris pemilik lahan yang terdampak proyek normalisasi di Interchange Karawang Barat, saat itu Lurah Jujun merengek-rengek meminta perlindungan Dedi Mulyadi.
Serang Balik dan Tagih Janji Dedi Mulyadi
Kini, Lurah Jujun justru menyerang balik dan menagih janji Dedi Mulyadi, ketika banyaknya peristiwa laka-lantas di Jalan Interchange Karawang Barat akibat kondisi jalan yang bergelombang.
Lurah Jujun menagih janji Dedi Mulyadi yang akan menata sepanjang jalur Interchange Karawang Barat.
“Gubernur Jawa Barat mengatakan bahwa akses menuju Tol Karawang Barat ini akan dikerjakan oleh Pemprov Jawa Barat,” tutur Lurah Jujun, saat meninjau kecelakaan truk terguling di Interchange Karawang Barat, Selasa (7/7/2026).
Diketahui, penataan di sepanjang Jalur Interchange Karawang Barat merupakan kewenangan Pemprov Jabar. Yaitu dimana pada November 2025 lalu, Dedi Mulyadi telah mengeluarkan kebijakan pembagian tugas penataan antara Pemprov Jabar dengan Pemkab Karawang.
Yaitu dimana jalur Interchange Karawang Barat menjadi kewenangan Pemprov Jabar, termasuk jalan dan pembangunan jembatan.
Sementara Pemkab Karawang diminta fokus untuk menata jalur Interchange Karawang Timur menuju Gerbang Tol Karawang Timur.***
www.opiniplus.com










