KARAWANG – Dalam rangka merubah paradigma masyarakat, khususnya kalangan anak muda agar tidak ketergantungan terhadap dunia industri dalam mencari mata pencaharian ekonomi, mantan Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) akan membagikan gerobak UMKM atau yang ia sebut sebagai ‘Gerobak Nyai’.
Disampaikan Kang Jimmy, pembagian ‘Gerobak Nyai’ ini tidak akan diberikan secara cuma-cuma. Melainkan akan diterapkan konsep kerjasama saling menguntungkan antara ia sebagai owner dan anak muda atau guru ngaji sebagai pelaku usaha (penjual).
Sebagai owner, kata Kang Jimmy, ia dan istrinya Nyai Hj. Ida Zamakhsyari akan menyediakan gerobak berikut isi jualannya seperti aneka jenis sembako, kopi, es, rokok, obat-obatan, mie instan, makanan ringan, minuman mineral dan lain sebagainya. Dan ‘Gerobak Nyai’ juga akan dilengkapi dengan kompor dan gas, alat masak, termos es, kursi, meja, serta peralatan dan perlengkapan berjualan lainnya.
Untuk tahap pertama, sebanyak 25 ‘Gerobak Nyai’ akan dibagikan kepada anak muda dan ustaz atau guru ngaji yang memiliki keinginan adanya penghasilan tambahan untuk berjualan di tempatnya masing-masing. Yaitu dengan konsep keuntungan 60% baginya sebagai owner dan 40% bagi si penjual atau pelaku UMKM.
“Insha Allah ini program konkret yang akan membangkitkan gairah ekonomi kerakyatan, supaya anak-anak muda kita tidak selalu ketergantungan ke industri terus,” tutur Kang Jimmy, saat dikonfirmasi Redaksi Opiniplus.com, Minggu (17/5/2026).
Penjual Diberikan Keleluasaan Jualan Tambahan Apapun dengan Konsep Keuntungan 70% bagi Penjual dan 30% bagi Owner
Dalam program ‘Gerobak Nyai’ ini, Kang Jimmy juga memberikan keleluasaan bagi setiap penjual atau pelaku UMKM untuk berjualan jenis dagangan lain. Misal seperti berjualan gorengan bala-bala, gorengan pisang dan apapun jenis jualan tersebut.
“Kalau untuk jualan tambahan ini nanti besaran keuntungannya berbalik, lebih besar si penjual, yaitu 70% bagi penjual dan 30% bagi owner. Insha Allah, program Gerobak Nyai ini akan kita launching kamis besok,” terangnya.
Belajar dari Warung Kuningan dan Warung Madura
Kang Jimmy kembali menegaskan rasa optimismenya, agar masyarakat Karawang khsususnya kalangan anak muda tidak bergantung kepada dunia industri di dalam mencari mata pencaharian ekonomi.
Menurutnya, ide dan gagasan untuk membangkitkan gairah ekonomi kerakyatan ini muncul setelah ia melalukan survei ke beberapa Warung Kuningan dan Warung Madura yang selama ini bisa hidup dan mengais rejeki di Karawang.
“Akang berharap dengan ini pola pikir masyarakat kita khususnya kalangan anak muda bisa berubah. Karena ‘digawe’ itu tidak harus mesti di industri. Karena berdagang juga sama disebut bekerja juga. Yang penting halal dan tidak merugikan orang lain,” tegasnya.
Kang Jimmy menekankan jika ‘Gerobak Nyai’ merupakan program yang akan mudah diterima bagi mereka yang memiliki keinginan kuat untuk maju. Karena ditegaskannya, semua jenis peralatan dan perlengkapan akan ia sediakan di program ini. Sementara si penjual tinggal bagaimana memiliki niatan dan keinginan kuat untuk berjualan.
“Kita tiru konsep Rasulullah SAW saja, kalau ingin kaya, ya berdagang. Bismillah, insya Allah, Gerobak Nyai ini akan membantu mereka yang selama ini kesulitan mencari mata pencaharian ekonomi,” tutupnya.***
Ket foto : ilustrasi gambar Kang Jimmy dan istrinya Nyai Hj. Ida Zamakhsyari sedang berjualan UMKM.










