Senin, Agustus 10, 2026
spot_img

Demo Bupati Indramayu, Massa Lemparkan Puluhan Ular ke Aparat yang Berjaga

INDRAMAYU – Suasana di depan Pendopo Kabupaten Indramayu mendadak riuh saat puluhan ekor ular meluncur ke arah barisan penjagaan aparat keamanan. Aksi tak lazim ini mewarnai demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Topi Jerami, yang datang membawa rapor merah terkait isu lingkungan, pendidikan, hingga ekonomi di wilayah berjuluk Kota Mangga tersebut, Kamis (7/5/2026).

Bukan sekadar mencari sensasi, aksi melemparkan reptil tersebut diklaim sebagai metafora tajam atas kekecewaan masyarakat. Koordinator aksi, Rakhmat Hidayat, menegaskan bahwa simbol ular merupakan kritik balik terhadap gaya kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang dinilai lebih mengedepankan seremoni daripada eksekusi solusi nyata.

“Simbol lempar ular ini adalah bentuk kritik kami terhadap kebijakan yang selama ini terkesan hanya simbolis. Masyarakat membutuhkan solusi yang benar-benar dirasakan dampaknya, bukan sekadar gaya-gayaan di depan kamera,” ujar Rakhmat di sela-sela aksi.

Berita Lainnya  Dugaan Kriminalisasi Aktivis Lingkungan, BM PAN Ancam Demo Polda Jabar

Sentilan untuk Bupati dan Persoalan Sampah

Rakhmat secara spesifik menyinggung aksi Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang beberapa waktu lalu sempat terekam kamera melempar ular ke sawah sebagai simbol penanganan hama. Bagi Aliansi Topi Jerami, langkah tersebut kontras dengan realitas lapangan, terutama terkait pengelolaan lingkungan hidup yang masih carut-marut.

Salah satu poin krusial yang disoroti massa adalah kegagalan pengelolaan sampah. Meskipun sejumlah tempat pembuangan sampah telah dinyatakan legal dan memiliki fasilitas pendukung, massa menilai operasionalnya jauh dari kata optimal. Penumpukan sampah yang tidak rutin diangkut telah menciptakan aroma busuk dan potensi penyakit, yang justru membebani warga di sekitar lokasi.

Berita Lainnya  Jadi Tersangka Pengeroyokan, Anggota DPRD Bekasi Nyumarno Diserahkan ke Kejaksaan Tanpa Diborgol

Selain itu, mereka menilai data dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah tidak sinkron dengan fakta di lapangan. “Program yang diklaim sukses di atas kertas seringkali berbanding terbalik dengan apa yang dialami warga di bawah,” tambah Rakhmat.

Jenis Ular dan Respon Kepolisian

Di tengah ketegangan akibat lemparan ular tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan pengamanan. Diketahui, ular-ular yang dilepaskan merupakan jenis Xenochrophis vittatus atau yang akrab disebut warga lokal sebagai “ular kisik”, serta jenis ular sawah Hypsiscopus plumbea. Meski tergolong tidak berbisa, tindakan tersebut sempat memicu reaksi petugas melalui pengeras suara guna memastikan ketertiban.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengonfirmasi bahwa seluruh ular yang dilepaskan telah diamankan oleh petugas gabungan. Ia juga memastikan bahwa secara keseluruhan, jalannya penyampaian aspirasi tersebut berakhir tanpa insiden kekerasan.

Berita Lainnya  Bukan Hanya Sekedar Masuk Senayan, PSI Miliki Target Besar di Pemilu 2029

“Alhamdulillah, unjuk rasa berjalan kondusif hingga selesai. Puluhan ular yang dilemparkan sudah langsung ditangkap dan diamankan oleh petugas,” jelas AKP Tarno saat dikonfirmasi.

Meski aksi berakhir tertib, Aliansi Topi Jerami mengancam akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka terkait perbaikan akses pendidikan dan pemerataan ekonomi tidak segera mendapat respons konkret dari pihak eksekutif maupun legislatif. (rif/dbs)

Sumber : jabarpublisher.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gegara Program LKS Gratis, Bupati Aep ‘Dimusuhin’ Anak Buahnya Sendiri

KARAWANG - Lantaran program buku LKS gratis bagi siswa SD dan SMP, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh mengaku sampai dimusuhin beberapa orang, khususnya beberapa...

Singgung Pembagian ‘Fee’ Saat Live di Medsos, Dedi Mulyadi Minta ASN di Bandung Barat Diberi Sanksi Tegas

BANDUNG - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berinisial IYV memicu kontroversi setelah melakukan siaran langsung (live) di...

MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,...

Diduga Korban Perampokan, Ibu dan Anak Tewas Tragis dalam Kondisi Terikat

LANDAK - Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak,...

Polda Jabar Tangkap 2 Orang Terduga Penghasutan di Medsos, Pernyataan Presiden Prabowo Soal Nuklir Iran

BANDUNG - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat menangkap dua orang terkait unggahan di platform media sosial Threads yang memuat isu mengenai pernyataan Presiden...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan