Minggu, Agustus 9, 2026
spot_img

Ganti Rugi Korban Kebakaran SPBE Cimuning Kembali Tertunda

KOTA BEKASI – Harapan para korban kebakaran SPBE di wilayah Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, untuk mendapatkan kejelasan terkait ganti rugi harus kembali tertunda.

Rapat yang sedianya menjadi titik terang justru berakhir tanpa hasil setelah pihak perusahaan tidak hadir tepat waktu.

Pertemuan yang digelar di Plaza Pemerintah Kota Bekasi pada Kamis 9 April 2026 tersebut sejatinya dinantikan para korban.

Di tengah kondisi kehilangan tempat tinggal, pekerjaan, hingga anggota keluarga, kejelasan soal tanggung jawab menjadi harapan besar bagi mereka untuk mulai bangkit.

Namun, harapan itu kembali menggantung. Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, mengonfirmasi bahwa rapat belum menghasilkan keputusan apa pun dan harus dijadwal ulang.

Berita Lainnya  Diduga Soal Perbuatan Asusila, Kadishub Karawang Dilaporkan ke BKN

“Belum ada hasil untuk saat ini karena tadi SPBE telat datangnya. Nanti akan dijadwal ulang,” ujarnya, dikutip dari Radar Bekasi, 10 April 2026.

Kondisi ini menambah ketidakpastian bagi para korban yang hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan pascakebakaran.

Banyak di antara mereka kehilangan dokumen penting, tempat tinggal, hingga sumber penghasilan.

Kejelasan ganti rugi menjadi salah satu hal yang sangat dinantikan untuk membantu proses pemulihan.

Maka menjelaskan, jadwal ulang pertemuan masih menunggu arahan dari pimpinan Pemerintah Kota Bekasi. Ia belum dapat memastikan kapan pembahasan tersebut akan kembali dilakukan.

Berita Lainnya  Beri Dampak Positif ke Masyarakat, BPD Walahar Apresiasi KKN Mahasiswa UBP

“Nanti nunggu arahan pimpinan kapan tepatnya. Entah besok atau lusa,” katanya.

Di sisi lain, keterlambatan pihak SPBE disebut disebabkan karena perwakilan perusahaan tengah menghadiri prosesi pemakaman salah satu korban meninggal dunia, Aulia Putri Budiasti.

Meski demikian, kondisi ini tetap membuat agenda penting tersebut tidak dapat berjalan sesuai rencana.

Situasi ini mencerminkan betapa kompleksnya penanganan pascakejadian kebakaran yang tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi para korban.

Di tengah duka, mereka masih harus berhadapan dengan proses yang belum memberikan kepastian.

Berita Lainnya  Demo di Kejagung Nyaris Ricuh, Polisi Hampir Adu Fisik dengan Mahasiswa

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe juga menyoroti keberadaan SPBE yang berada di tengah permukiman warga.

Ia menilai lokasi tersebut sudah tidak layak dipertahankan karena berisiko tinggi terhadap keselamatan.

Ketidakpastian ini membuat korban masih harus menunggu, berharap ada kejelasan yang berpihak pada mereka.

Di tengah kondisi yang belum pulih sepenuhnya, keputusan terkait ganti rugi menjadi hal krusial yang dinanti untuk membantu mereka melangkah ke depan.***

Sumber : pojoksatu.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Singgung Pembagian ‘Fee’ Saat Live di Medsos, Dedi Mulyadi Minta ASN di Bandung Barat Diberi Sanksi Tegas

BANDUNG - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berinisial IYV memicu kontroversi setelah melakukan siaran langsung (live) di...

MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,...

Diduga Korban Perampokan, Ibu dan Anak Tewas Tragis dalam Kondisi Terikat

LANDAK - Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak,...

Polda Jabar Tangkap 2 Orang Terduga Penghasutan di Medsos, Pernyataan Presiden Prabowo Soal Nuklir Iran

BANDUNG - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat menangkap dua orang terkait unggahan di platform media sosial Threads yang memuat isu mengenai pernyataan Presiden...

Ratusan Senjata Api, Narkoba hingga VCD Porno Ditemukan di Ruangan Sekolah Swasta di Jaksel

JAKARTA - Sebanyak 995 senjata api (senpi) ditemukan di sebuah ruangan sekolah swasta wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan