Senin, September 28, 2026
Google search engine

Ganti Rugi Korban Kebakaran SPBE Cimuning Kembali Tertunda

KOTA BEKASI – Harapan para korban kebakaran SPBE di wilayah Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, untuk mendapatkan kejelasan terkait ganti rugi harus kembali tertunda.

Rapat yang sedianya menjadi titik terang justru berakhir tanpa hasil setelah pihak perusahaan tidak hadir tepat waktu.

Pertemuan yang digelar di Plaza Pemerintah Kota Bekasi pada Kamis 9 April 2026 tersebut sejatinya dinantikan para korban.

Di tengah kondisi kehilangan tempat tinggal, pekerjaan, hingga anggota keluarga, kejelasan soal tanggung jawab menjadi harapan besar bagi mereka untuk mulai bangkit.

Namun, harapan itu kembali menggantung. Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, mengonfirmasi bahwa rapat belum menghasilkan keputusan apa pun dan harus dijadwal ulang.

Berita Lainnya  Diduga Terlibat Korupsi, Kiyai NU ini Minta KPK Segera Tangkap Nusron Wahid

“Belum ada hasil untuk saat ini karena tadi SPBE telat datangnya. Nanti akan dijadwal ulang,” ujarnya, dikutip dari Radar Bekasi, 10 April 2026.

Kondisi ini menambah ketidakpastian bagi para korban yang hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan pascakebakaran.

Banyak di antara mereka kehilangan dokumen penting, tempat tinggal, hingga sumber penghasilan.

Kejelasan ganti rugi menjadi salah satu hal yang sangat dinantikan untuk membantu proses pemulihan.

Maka menjelaskan, jadwal ulang pertemuan masih menunggu arahan dari pimpinan Pemerintah Kota Bekasi. Ia belum dapat memastikan kapan pembahasan tersebut akan kembali dilakukan.

Berita Lainnya  Wujudkan UMKM Digitalisasi, Disperindagkop UKM Kolaborasi dengan GOKAR

“Nanti nunggu arahan pimpinan kapan tepatnya. Entah besok atau lusa,” katanya.

Di sisi lain, keterlambatan pihak SPBE disebut disebabkan karena perwakilan perusahaan tengah menghadiri prosesi pemakaman salah satu korban meninggal dunia, Aulia Putri Budiasti.

Meski demikian, kondisi ini tetap membuat agenda penting tersebut tidak dapat berjalan sesuai rencana.

Situasi ini mencerminkan betapa kompleksnya penanganan pascakejadian kebakaran yang tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi para korban.

Di tengah duka, mereka masih harus berhadapan dengan proses yang belum memberikan kepastian.

Berita Lainnya  Ustaz Das'ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : "Penjilat Luar Biasa itu"

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe juga menyoroti keberadaan SPBE yang berada di tengah permukiman warga.

Ia menilai lokasi tersebut sudah tidak layak dipertahankan karena berisiko tinggi terhadap keselamatan.

Ketidakpastian ini membuat korban masih harus menunggu, berharap ada kejelasan yang berpihak pada mereka.

Di tengah kondisi yang belum pulih sepenuhnya, keputusan terkait ganti rugi menjadi hal krusial yang dinanti untuk membantu mereka melangkah ke depan.***

Sumber : pojoksatu.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ngaku Pengurus RT dan Gerebek Kontrakan, Juru Parkir ini Perkosa Remaja Perempuan 16 Tahun Secara Bergiliran

MT (39), seorang juru parkir ini terpaksa diamankan Sat Reskrim Polres Lubuklinggau, karena diduga menjadi salah satu pelaku pemerkosan remaja perempuan berusia 16 tahun. Kasat...

Ditetapkan Tersangka Korupsi, Bupati Gowa Melawan, Laporkan Penyidik ke Propam

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang melalui tim kuasa hukumnya melaporkan sejumlah penyidik yang menangani perkara dugaan korupsi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya...

Temukan Ribuan Lahan Sawah di Bekasi Kekeringan, Menteri PU Ancam Copot Pejabat yang Beri Laporan Palsu

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo marah dan mengancam mencopot pejabat Kementerian PU, termasuk meminta Pelaksana Tugas (Plt) untuk Kepala Balai atau Pejabat Pembuat...

MBG Dibawa Pulang ke Rumah, Orang Tua hingga Nenenk Ikut Keracunan

Kasus keracunan masal MBG di wilayah Kecamatan Bawang menyibakan sebuah fenomena dimana ternyata MBG tidak hanya dimakan oleh siswa penerima MBG. Ada cukup banyak...

Polisi Telusuri Insiden Pemotor Dipukuli dan Diacungkan Celurit di Purwakarta

Peristiwa pemukulan pengendara motor (pemotor) yang viral di wilayah Campaka arah Cimaung, Kabupaten Purwakarta, saat ini sedang dalam penelusuran dan penyelidikan intensif oleh Satreskrim...

Hukum

Ditetapkan Tersangka Korupsi, Bupati Gowa Melawan, Laporkan Penyidik ke Propam

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang melalui tim kuasa hukumnya melaporkan sejumlah penyidik yang menangani perkara dugaan korupsi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan