Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Karangan Bunga Apresiasi untuk KPK di PN Tipikor Bandung

​BANDUNG – Gelombang dukungan dan apresiasi dari masyarakat mulai membanjiri Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung. Sejumlah karangan bunga terlihat berjajar di depan gedung pengadilan sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Jaksa Penuntut Umum, dan Majelis Hakim yang tengah menangani Kasus Ijon Proyek dugaan korupsi APBD Bekasi.

​Salah satu pesan mencolok datang dari Adv. NR Icang Rahardian, SH., MH, yang juga dikenal sebagai Panglima GEBER. Dalam pesan yang tertulis di karangan bunga tersebut, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada lembaga antirasuah dan perangkat hukum yang bertugas.

Berita Lainnya  Demo Sumpah Pemuda dan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Mahasiswa Saling Dorong dengan Aparat

​”Terima kasih KPK dan Hakim PN Tipikor Bandung sudah membongkar tradisi ‘Atur Dulu Baru Lelang di Bekasi’. Kawal terus sampai tuntas!”, demikian bunyi pesan yang tertulis pada karangan bunga tersebut, Rabu (8/4/2026).
​
​Selain ucapan terima kasih, masyarakat juga menitipkan harapan besar agar proses hukum berjalan dengan tegas. Terdapat desakan agar Majelis Hakim dan Jaksa memberikan hukuman yang seberat-beratnya bagi para pelaku yang terlibat dalam penyelewengan dana APBD Bekasi.

​Hal ini dianggap sebagai langkah krusial untuk memutus mata rantai korupsi dalam proses lelang proyek di lingkungan pemerintah daerah yang selama ini diduga menggunakan praktik “pengaturan” sebelum prosedur resmi dimulai.
​
​Advokat Icang Rahardian menegaskan bahwa elemen masyarakat akan terus memantau jalannya persidangan hingga dijatuhkannya vonis. Dukungan ini diberikan agar para penegak hukum tetap objektif dan tidak gentar dalam menghadapi intervensi dari pihak manapun.

Berita Lainnya  Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN, Desak Pemberantasan Mafia Tanah

​”Ini adalah momentum pembersihan Bekasi dari tangan-tangan ‘perampok’ uang rakyat. Kami berdiri di belakang KPK, Jaksa, dan Hakim untuk memastikan keadilan ditegakkan seadil-adilnya,” tegasnya dalam keterangan tertulis secara simbolis.

Selaku elemen masyarakat Bekasi, menegaskan bahwa praktik ijon proyek di mana komitmen “fee” diberikan di awal sebelum lelang dimulai—tidak mungkin dilakukan sendirian.

​”Kami meminta Majelis Hakim dan KPK untuk jeli melihat fakta persidangan. Siapa pun yang disebut menerima aliran dana atau ikut mengatur proses lelang haram ini harus segera diproses hukum. Jangan ada tebang pilih,” tutup Icang dalam keterangannya.***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan