Sabtu, September 19, 2026
spot_img

Pengamat : Hentikan Bagi-bagi Proyek Program MBG

KARAWANG – Ribuan pengadaan sepeda motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menuai banyak kritikan. Pasalnya, pengadaan sepeda motor listrik untuk ‘jatah’ kepala SPPG tersebut bukan merupakan program prioritas pemerintah.

Terlebih, pengadaanya dilakukan ditengah efisiensi APBN yang sedang dilakukan. Sehingga banyak pihak yang mendesak, agar pengadaan sepeda motor listrik tersebut dievaluasi total dan segera dihentikan.

Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Ujang Suhana SH meminta agar DPR, MPR dan pemerintah kembali mempertimbangkan keputusan ini. Karena menurutnya, penggunaan APBN harus berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Saya secara tegas mengkritisi pengadaan puluhan ribu sepeda motor listrik yang dilakukan BGN. Saya menilai ada masalah dalam pengadaan itu, jika memang pernah ditolak Kementerian Keuangan,” tutur Ujang Suhana, Kamis (9/4/2026).

Berita Lainnya  Diungkap KDM Terlibat Transportasi Truk Tambang PT. Jui Shin Indonesia, Anggota DPRD Jabar H. Jenal Arifin Sampaikan Klarifikasi

Kalau pernah ditolak oleh Kementerian Keuangan, Ujang menyampaikan bahwa pengadaan sepeda motor listrik sudah masuk ranah pelanggaran dalam tata kelola anggaran negara.

“Tidak boleh ada lembaga yang merasa bisa berjalan di luar mekanisme anggaran yang sah. Saya sampaiakan secara tegas untuk  pengadaan sepeda motor listrik tersebut sebagai bentum pemborosan yang serius. Maka saya tegaskan agar Ketua BGN berhenti bagi-bagi proyek dari program MBG,” tegasnya.

Disampaikannya, ketua BGN seharusnya lebih fokus dalam program pemenuhan gizi anak, bukan malah bagi-bagi proyek MBG dengan pengadaan proyek sepeda motor listrik.

Berita Lainnya  Habib Rizieq Kecam Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Bambang dan Lukai Faturrohman

“Komisi IX DPR wajib memanggil ketua BGN untuk meminta pertanggungjawaban dari pengadaan tersebut. Dan saya tegaskan anggaran negara tak boleh digunakan tanpa prinsip akuntabilitas,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait video memperlihatkan sepeda motor dengan logo BGN yang viral di sosial media.

Kepala BGN, Dadan Hindayana menyebut pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang lalu.

Dadan mengatakan rencananya sepeda motor tersebut untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berita Lainnya  Apresiasi Kinerja Kasi Pidsus, Pengamat Desak Kejaksaan Bongkar Keterlibatan BTN

“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan di Jakarta, Selasa (7/4/2026) dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.tv.

Meski demikian, Dadan memastikan motor tersebut hingga saat ini belum didistribusikan kepada pihak terkait. Menurutnya, kendaraan yang telah tersedia masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Prabowo Geram dan Sindir Pakar : “Saking Pintarnya Jadi Goblok…!”

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan keras kepada pihak yang disebutnya sebagai "pakar", ketika menyampaikan pidato dalam perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional...

Prabowo : “Biaya Pendidikan Sekolah Negeri hingga Universitas Harus Gratis”

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Acara Puncak Peringatan...

Nekat Tanam Ganja di Rumah, ASN di Bandung Diciduk Polisi

BANDUNG - Seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berinisial AS (49) ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung setelah diduga...

Febrie Adriansyah: “Presiden Dapat Masukan yang Salah soal Perkara Saya”

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah meyakini Presiden Prabowo Subianto mendapat informasi yang keliru soal kasus yang menjeratnya. "Dan saya yakin...

Pengamat Minta KPK Panggil Purbaya Terkait Saweran Live TikTok

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu memanggil Purbaya Yudhi Sadewa untuk meminta klarifikasi terkait pemberian gift atau saweran saat...

Hukum

Febrie Adriansyah: “Presiden Dapat Masukan yang Salah soal Perkara Saya”

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah meyakini Presiden Prabowo Subianto mendapat informasi yang keliru soal kasus yang menjeratnya. "Dan saya yakin...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan