Jumat, November 6, 2026
Google search engine

Pengamat : Hentikan Bagi-bagi Proyek Program MBG

KARAWANG – Ribuan pengadaan sepeda motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menuai banyak kritikan. Pasalnya, pengadaan sepeda motor listrik untuk ‘jatah’ kepala SPPG tersebut bukan merupakan program prioritas pemerintah.

Terlebih, pengadaanya dilakukan ditengah efisiensi APBN yang sedang dilakukan. Sehingga banyak pihak yang mendesak, agar pengadaan sepeda motor listrik tersebut dievaluasi total dan segera dihentikan.

Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Ujang Suhana SH meminta agar DPR, MPR dan pemerintah kembali mempertimbangkan keputusan ini. Karena menurutnya, penggunaan APBN harus berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Saya secara tegas mengkritisi pengadaan puluhan ribu sepeda motor listrik yang dilakukan BGN. Saya menilai ada masalah dalam pengadaan itu, jika memang pernah ditolak Kementerian Keuangan,” tutur Ujang Suhana, Kamis (9/4/2026).

Berita Lainnya  Tangis Haru Warga Dapat Hadiah Paket Umroh Gratis dari Sanema Tour Warnai Peringatan HSN di Karawang

Kalau pernah ditolak oleh Kementerian Keuangan, Ujang menyampaikan bahwa pengadaan sepeda motor listrik sudah masuk ranah pelanggaran dalam tata kelola anggaran negara.

“Tidak boleh ada lembaga yang merasa bisa berjalan di luar mekanisme anggaran yang sah. Saya sampaiakan secara tegas untuk  pengadaan sepeda motor listrik tersebut sebagai bentum pemborosan yang serius. Maka saya tegaskan agar Ketua BGN berhenti bagi-bagi proyek dari program MBG,” tegasnya.

Disampaikannya, ketua BGN seharusnya lebih fokus dalam program pemenuhan gizi anak, bukan malah bagi-bagi proyek MBG dengan pengadaan proyek sepeda motor listrik.

Berita Lainnya  Demo Sumpah Pemuda dan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Mahasiswa Saling Dorong dengan Aparat

“Komisi IX DPR wajib memanggil ketua BGN untuk meminta pertanggungjawaban dari pengadaan tersebut. Dan saya tegaskan anggaran negara tak boleh digunakan tanpa prinsip akuntabilitas,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait video memperlihatkan sepeda motor dengan logo BGN yang viral di sosial media.

Kepala BGN, Dadan Hindayana menyebut pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang lalu.

Dadan mengatakan rencananya sepeda motor tersebut untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berita Lainnya  Capaian Pendapatan Bapenda Diapresiasi, Bupati Diminta Tahan TPP 'Pejabat OPD Pemalas'

“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan di Jakarta, Selasa (7/4/2026) dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.tv.

Meski demikian, Dadan memastikan motor tersebut hingga saat ini belum didistribusikan kepada pihak terkait. Menurutnya, kendaraan yang telah tersedia masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah S1 miliknya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjadi saksi kasus fitnah ijazah palsu...

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan