Minggu, Juni 14, 2026
spot_img

Pemerintah Kaji Program Perumahan Subsidi bagi Buruh Bekasi

BEKASI – Harapan ribuan buruh di Kabupaten Bekasi untuk memiliki hunian layak yang dekat dengan tempat kerja mulai menemui titik terang. Pemerintah pusat tengah mengkaji skema pelaksanaan program perumahan subsidi, mulai dari aspek pendanaan, teknis konstruksi, hingga penentuan lokasi strategis.

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron Anas mengatakan rencana tersebut telah memasuki tahap koordinasi dengan kementerian terkait. Penguatan rencana itu ditandai dengan kunjungan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah ke lokasi calon lahan di Jalan Serang Bulak, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung.

“Sudah ada tindak lanjut langsung dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dan sudah ditinjau langsung oleh Pak Wamen, hasilnya positif,” ucap Ade, Senin (23/2).

Berita Lainnya  Proyek SPPG Mandek, Investor di Sukabumi Merugi Rp 218 Miliar

Menurutnya, selama ini jarak tempat tinggal ke kawasan industri menjadi persoalan klasik buruh. Perumahan murah umumnya dibangun di wilayah pinggiran dengan akses transportasi terbatas, sehingga ongkos harian justru membengkak.

“Dari kunjungan Pak Wamen diminta penghitungan detail dan pembukaan akses pintu tol agar memudahkan pekerja sekaligus membantu mengurai kemacetan Cibitung. Lahannya sudah ada milik masyarakat yang siap dibebaskan,” tuturnya.

Ade menjelaskan, gagasan hunian pekerja ini merupakan aspirasi serikat buruh, khususnya Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), yang melihat ketersediaan lahan horizontal di Bekasi kian terbatas.

“Keinginan KSPSI untuk ada rumah susun bagi pekerja, apalagi dengan program pak presiden sekarang itu dianggap relevan. Namun di saat semakin terbatas lahan maka penggunaan hunian vertikal yang ditawarkan. Maka KSPSI mengajukan untuk dibangun tower untuk karyawan, minimal bagi mereka yang bisa mengakses rumah murah dari pemerintah,” kata Ade.

Berita Lainnya  Ditarget Rampung Juni 2026, Warga Minta JPO Stasiun Bekasi Dilengkapi Fasilitas Lift untuk Mudahkan Disabilitas

Meski lahan telah tersedia, realisasi proyek masih menunggu finalisasi regulasi dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah, kata dia, siap memfasilitasi percepatan dari sisi perizinan dan administrasi.

“Hitungan detail itu dikaji skemanya seperti apa karena itu ranahnya di pemerintah pusat. Sedangkan daerah sifatnya memfasilitasi dan mendukung dari kemudahan dalam penerbitan izinnya. Yang jelas dengan keberadaan rumah pekerja ini memudahkan mereka untuk memenuhi kebutuhan dasarnya,” ucapnya.

Dorongan penyediaan hunian khusus buruh juga dilandasi keprihatinan terhadap kondisi finansial pekerja. Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan sekitar 20 persen upah buruh habis untuk biaya sewa rumah atau kontrakan.

Di sisi lain, mengakses rumah subsidi kerap menambah beban karena lokasinya jauh dari tempat kerja. Akibatnya, biaya transportasi dan waktu tempuh harian meningkat.

Berita Lainnya  Puncak Kemarau, BPBD Purwakarta Ingatkan Dampak Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Indra, mengatakan pemerintah akan mengintegrasikan program tersebut dengan skema pembiayaan yang meringankan. Apartemen subsidi di kawasan industri diharapkan tak hanya menyediakan hunian, tetapi juga menjaga daya beli buruh melalui cicilan yang terjangkau.

“Pemerintah ingin memastikan pekerja memiliki akses hunian yang terjangkau dan dekat dengan tempat bekerja. Dialog hari ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan hal tersebut, termasuk melalui penyediaan apartemen bersubsidi di kawasan industri,” pungkas Indra.***

Sumber : RadarBekasi.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ayah Biadab di Karawang, Anak Kandung Usia 3 Tahun ‘Digares’ juga

KARAWANG - J (39), seorang ayah yang merupakan warga Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa dicokok polisi, setelah diduga memerkosa anak kandung...

Mendikdasmen Klaim 43 Juta Siswa Ingin Program MBG Dilanjutkan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeklaim, 43 juta murid penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) menginginkan programnya lanjut. Dia menyebutkan,...

Presiden Prabowo Disarankan ‘Puasa Pidato’ untuk Redam Kemarahan Rakyat

JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berpidato dalam beberapa...

Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

JAKARTA - Mahasiswa dari sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) di Jabodetabek membawa lima tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan jalan Jenderal...

Tetapkan Tersangka Baru, Kejagung Bongkar ‘Kongkalikong’ Pengaturan Titik SPPG

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS) sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejagung mengungkapkan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan