Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Sekda Bekasi Tinjau Banjir di Huripjaya – Babelan

BEKASI – Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin meninjau banjir di Desa Huripjaya, Kecamatan Babelan (13/01/2026) untuk memastikan penanganan cepat dan penyaluran logistik ke 970 kepala keluarga terdampak.

Tim mendata banjir terjadi akibat hujan lebat dan aliran Sungai Kelici tersumbat sehingga air menggenangi permukiman.

Petugas mencatat Kampung Cabang Empat RT 01 dan RT 02 terendam 40–50 sentimeter dan berdampak pada 380 kepala keluarga.

Wilayah Kampung Pondok Dua RT 08 tergenang 50–60 sentimeter dan mengenai 120 kepala keluarga.

Genangan di Kampung Gedong Jaya RT 09 setinggi 30–40 sentimeter memengaruhi 70 kepala keluarga.

Berita Lainnya  Diungkap KDM Terlibat Transportasi Truk Tambang PT. Jui Shin Indonesia, Anggota DPRD Jabar H. Jenal Arifin Sampaikan Klarifikasi

Kondisi terberat terjadi di Kampung Setia Mekar RT 03 dan RT 04 dengan air 80–100 sentimeter dan berdampak pada 400 kepala keluarga.

Endin menjelaskan air lama surut karena sungai tersumbat dan permukiman berbatasan langsung dengan rawa.

“Hari ini kami turun memastikan kondisi lapangan, hujan kemarin memicu banjir karena aliran Sungai Kelici tersumbat,” ujar Endin.

Pemerintah desa dan kecamatan diminta mengajukan usulan normalisasi ke Dinas Bina Marga agar penanganan fisik segera berjalan.

Berita Lainnya  4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Endin menyebut pemerintah menjajaki kerja sama dengan Pertamina di sekitar lokasi untuk membantu pendanaan normalisasi.

Logistik telah dipusatkan di Desa Huripjaya lalu disalurkan ke warga agar kebutuhan dasar segera terpenuhi.

“Logistik sudah didistribusikan, kami berharap lurah dan camat menyalurkan merata ke warga,” kata Endin.

Petugas menemukan kasus stunting di lokasi banjir sehingga Dinas Sosial, puskesmas, dan relawan mengawal penanganan agar tepat sasaran.

Kepala Desa Huripjaya M. Yakub menyatakan sebagian warga mengungsi karena air tinggi, sementara lainnya bertahan di rumah.

Berita Lainnya  Pemkab Bekasi Matangkan Persiapan Pilkades Digital, Bimtek KPPS Digelar Sertak

Pelayanan kesehatan sudah berjalan dengan tim puskesmas turun memberi pengobatan ke warga terdampak.

Bantuan sementara berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Sosial, dan desa berharap dukungan terus bertambah.

Pemerintah desa menyiapkan alat berat untuk membersihkan sumbatan dan menormalisasi saluran air.

Yakub mengapresiasi kehadiran jajaran pemerintah daerah dan berharap penanganan cepat meringankan beban warga. (Diskominfo Kab. Bekasi/bhf)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan