Sabtu, Juni 20, 2026
spot_img

Pertama Kali, Pabrik NPK Nitrat Indonesia Dibangun di Karawang

KARAWANG – PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menegaskan perannya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memulai pembangunan pabrik NPK Nitrat berbasis amonium nitrat pertama di Indonesia, tepatnya di Kabupaten Karawang.

Proyek ini dibangun melalui PT Pupuk Kujang Cikampek bersama PT Rekayasa Industri, ditandai dengan peletakan batu pertama di kawasan industri Pupuk Kujang Cikampek, Jawa Barat pada Selasa, 23 Desember 2025.

Pembangunan pabrik ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor pupuk khusus, sekaligus mendorong transformasi industri pupuk nasional menuju sistem yang lebih efisien, modern, dan bernilai tambah tinggi.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi menyampaikan, kehadiran pabrik NPK Nitrat merupakan bagian dari strategi hilirisasi industri pupuk nasional yang selaras dengan Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, proyek ini tidak hanya memperkuat pasokan pupuk dalam negeri, tetapi juga membuka babak baru bagi industri pertanian nasional.

“Pembangunan pabrik NPK Nitrat ini menjadi tonggak penting bagi industri pupuk nasional. Ini merupakan ikhtiar jangka panjang Pupuk Indonesia dalam mendukung swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Rahmad.

Berita Lainnya  Bupati Aep Apresiasi 'Gerobak Nyai', Semoga Bermanfaat bagi Para Pelaku UMKM

Pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 5 hektare ini ditargetkan beroperasi penuh pada kuartal III 2027, dengan kapasitas produksi mencapai 100.000 metrik ton per tahun. Jumlah tersebut diproyeksikan mampu memenuhi sekitar seperempat kebutuhan NPK Nitrat nasional yang selama ini masih dipasok dari impor.

Selain meningkatkan kemandirian pasokan, keberadaan pabrik ini berpotensi menghemat devisa negara sebesar Rp700 miliar hingga Rp1 triliun per tahun melalui skema substitusi impor.

Dari sisi rantai pasok, proyek ini memperkuat integrasi di lingkungan Pupuk Indonesia Group dengan memanfaatkan amonium nitrat produksi dalam negeri dari PT Multi Nitrotama Kimia sebagai bahan baku utama. Pabrik NPK Nitrat diperkirakan akan menyerap hingga 25.000 ton amonium nitrat per tahun, sehingga meningkatkan efisiensi dan daya saing industri pupuk nasional.

Rahmad menambahkan, pembangunan pabrik ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun tujuh pabrik pupuk baru, seiring implementasi Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 terkait pembiayaan subsidi pupuk.

Direktur Utama Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif menilai, formula NPK berbasis nitrat memiliki keunggulan dalam penyerapan nutrisi yang lebih optimal serta lebih ramah lingkungan.

Berita Lainnya  Mukab ke-8 Kadin Bekasi, Perkuat Kolaborasi  Pemerintah - Dunia Usaha untuk Tingkatkan Daya Saing Ekonomi

“Pupuk NPK Nitrat membantu tanaman menyerap nitrogen secara lebih efisien, khususnya pada fase pembentukan bunga dan buah, sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat,” ujarnya.

Hasil uji coba yang dilakukan sejak awal 2024 menunjukkan peningkatan produktivitas hortikultura hingga 11,5 persen. Karakteristik nitrogen berbasis nitrat yang lebih stabil juga dinilai mendukung praktik pertanian berkelanjutan.

Pembangunan pabrik ini turut memberikan dampak ekonomi, baik secara nasional maupun regional. Selama masa konstruksi, proyek ini menyerap sekitar 130 tenaga kerja, sementara pada tahap operasional diproyeksikan menyerap 125 tenaga kerja. Selain itu, porsi TKDN mencapai 25 persen atau setara Rp140 miliar.

Wakil Menteri Pertanian RI sekaligus Komisaris Utama Pupuk Indonesia, Sudaryono, menyampaikan bahwa proyek ini mencerminkan kesiapan Pupuk Indonesia dalam mendukung visi pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Pabrik NPK Nitrat ini telah melalui perencanaan matang selama dua tahun, mulai dari kajian pasar hingga studi kelayakan. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang Pupuk Indonesia terhadap ketahanan pangan nasional,” kata Sudaryono.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Turun Tangan Benahi Pasar Baru Cikarang Melalui Program CSR

Dukungan juga disampaikan oleh Managing Director Business II PT Danantara Asset Management (Persero), Setyanto Hantoro, yang menilai proyek ini sebagai bagian dari upaya revitalisasi industri pupuk untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

“Dan ini akan terus berlanjut pabrik baru, kemudian kapasitas baru, efisiensi lebih bagus dibandingkan pabrik lama, sehingga kita harapkan selain produktivitasnya meningkat, namun juga dari sisi ongkos produksinya bisa kita tekan. Sehingga selain produksi yang naik harganya juga bisa sangat kompetitif dan tentu saja ini sangat memberikan keuntungan yang besar bagi rakyat Indonesia khususnya petani di seluruh Indonesia,” tandasnya.

Melalui proyek ini, Pupuk Indonesia menegaskan komitmennya menjalankan agenda revitalisasi industri pupuk nasional secara berkelanjutan, guna menjaga keterjangkauan harga pupuk serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia.***

Sumber : tvberita.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Siapakah Fatimah Azzahra yang Berani Mengkritik Habis-habisan Program MBG

Sosok Mahasiswi Cerdas yang Menyita Perhatian Publik JAKARTA - Nama Fatimah Azzahra menjadi perbincangan luas di media sosial setelah tertangkap kamera wartawan saat melakukan orasi...

Roy Suryo dan dr. Tifa Ditahan, Jokowi akan Tunjukan Ijazah Asli di Pengadilan

SOLO - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menanggapi penahanan dua tersangka kasus dugaan fitnah ijazah palsu UGM, Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma alias...

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi MBG, Total Sudah 6 Tersangka

JAKARTA - Kejagung kembali menetapkan tersangka baru di kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak yang ditetapkan sebagai tersangka baru adalah...

Polisi Masih Upaya Pecahkan Misteri Tewasnya ASN Purwakarta, Ambil Sampel Darah untuk Uji Forensik

PURWAKARTA - Tim penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta bekerja secara sistematis, teliti, dan bertahap dalam menangani kasus misterius kematian Yogi Saleh (40), Kepala...

KPK Putuskan Tidak Lanjutkan Penyelidikan Korupsi MBG

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk sementara waktu tidak melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan