Kamis, Juli 9, 2026
spot_img

3 Calon Sekda Bekasi Lolos Seleksi Tahap Administrasi dan Rekam Jejak

BEKASI – Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi telah menetapkan tiga nama calon yang lolos tahap administrasi dan rekam jejak.

Ketiganya berasal dari lingkungan internal Pemerintah Kabupaten Bekasi: Kepala BKPSDM Endin Samsudin, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Henri Lincoln, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Iwan Ridwan.

Ketiganya akan bersaing memperebutkan kursi strategis yang selama ini disebut-sebut sebagai “panglima ASN” Bekasi—jabatan yang menjadi simpul antara politik kepala daerah dan birokrasi.

Namun, dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dipublikasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), para kandidat menunjukkan profil yang kontras—terutama dalam hal kekayaan.

Endin, Kandidat Terkaya

Endin Samsudin tercatat sebagai kandidat terkaya dengan total harta mencapai Rp 8,79 miliar, berdasarkan laporan per 17 Maret 2025. Ia tidak memiliki utang sepeser pun. Asetnya didominasi oleh 26 bidang tanah seluas 44.160 meter persegi di Bekasi senilai Rp 7,6 miliar, ditambah satu unit Mitsubishi Pajero Sport 2016 dan kas Rp 838 juta.

Berita Lainnya  Pemkab Karawang Raih Penghargaan Anugerah Tata Kelola Pemerintahan Responsif dan Akuntabel

Iwan dan Henri, di Posisi Berikutnya

Kepala Bapenda Iwan Ridwan menempati posisi kedua dengan total harta Rp 4,64 miliar, setelah dikurangi utang Rp 367 juta. Asetnya terdiri atas tanah dan bangunan Rp 3,05 miliar serta kendaraan senilai hampir Rp 1 miliar.

Sementara Kepala Dinas SDA-BMBK Henri Lincoln tercatat memiliki kekayaan bersih Rp 3,63 miliar. Laporan per 21 Maret 2025 menunjukkan ia memiliki utang cukup besar—Rp 1,19 miliar—dengan aset terbesar berupa tanah dan bangunan senilai Rp 3 miliar, serta tiga mobil termasuk Hyundai Minibus Listrik 2023 dan Land Rover Defender 1997.

Soal Integritas dan Loyalitas

Pengamat kebijakan publik Hamludin mengingatkan agar Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang memilih Sekda bukan hanya berdasar kedekatan politik atau loyalitas pribadi.

Berita Lainnya  Pemkab Karawang Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026

“Sekda itu panglima ASN. Bupati perlu figur yang kredibel dan berintegritas, bukan sekadar yang bisa diajak akur,” ujarnya, Minggu(26/10/2025).

Ia menekankan pentingnya kepala daerah keluar dari tekanan politik atau intervensi kelompok tertentu dalam menentukan sosok Sekda. “Integritas calon harus menjadi pertimbangan utama,” katanya.

Hamludin juga mengutip data Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK 2024 yang menggambarkan rapuhnya sistem merit birokrasi: 63 persen responden menilai nepotisme kerap memengaruhi promosi jabatan, 20 persen menilai pelapor korupsi justru mendapat respon negatif dari instansi, dan 17 persen percaya “pemberian sesuatu” berpengaruh besar dalam kenaikan jabatan.

“Belajar dari Gubernur NTB yang tidak melantik kakaknya meski meraih nilai tertinggi karena dianggap terlalu riskan—itu contoh integritas yang bisa ditiru,” ujarnya.

Bupati dan Harapan Baru

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang mengatakan sosok Sekda yang ia butuhkan adalah yang bisa “bekerja cepat dan solid”.

Berita Lainnya  Plt Bupati Bekasi Minta Masyarakat Dukung Pembangunan

“Sekda yang bisa nge-handle, bisa ngebantu. Banyak persoalan, 3,2 juta penduduk dengan masalah lingkungan, kesehatan, pendidikan,” kata Ade.

Ia mengakui beban pekerjaan di Pemkab Bekasi cukup besar dan menuntut koordinasi lintas sektor yang baik. “Saya juga pengen orang-orang yang solid, terutama Sekda,” ujarnya.

Bayangan Lama yang Masih Mengintai

Seleksi terbuka kali ini menjadi ujian awal bagi Bupati Ade—apakah ia mampu memutus kebiasaan lama birokrasi Bekasi yang sarat patronase dan kompromi politik. Kursi Sekda bukan sekadar jabatan administratif, melainkan posisi strategis yang selama ini menentukan ritme dan arah kebijakan daerah.

Di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan desakan publik akan transparansi, publik menunggu: apakah seleksi ini benar-benar “terbuka”, atau hanya ritual administratif untuk mengesahkan pilihan yang sudah ditentukan.***

Sumber : GoBekasi.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KPK Pelototi Rp355 Miliar Pokir DPRD Karawang: ‘Jangan Sampai Ada Kesepakatan Politik dalam Pemerintahan’

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang memperkuat tata kelola perencanaan, penganggaran, dan pengelolaan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Dewan Perwakilan Rakyat...

Cegah Aktivitas LGBT, Wali Kota Bekasi Intruksikan Satpol PP Razia Apartemen

KOTA BEKASI - Pemkot Bekasi melalui Satpol PP Kota Bekasi memperketat pengawasan apartemen di Kota Bekasi. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan...

Lokalisasi Tenda Biru Cibitung – Bekasi Digerebek, Polisi Ungkap Kasus Eksploitasi Anak yang Dipekerjakan untuk Layani Lelaki Hidung Belang

BEKASI - Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya mengungkap kasus dugaan eksploitasi seksual anak di kawasan lokalisasi “Tenda Biru”, Cibitung, Bekasi. Para korban merupakan anak di...

Kejari Purwakarta Musnahkan Barbuk Hasil Kejahatan, dari Rokok Ilegal hingga Narkotika

PURWAKARTA - Kejaksaan Negeri Purwakarta, Jawa Barat, memusnahkan ratusan ribu batang rokok ilegal, ratusan gram berbagai jenis narkotika, hingga barang bukti kekerasan seksual. Barang...

Job Fair Kota Bekasi, 7 Ribu Pencaker Berebut 3,5 Ribu Loker di 50 Perusahaan

KOTA BEKASI - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menghadiri pembukaan Job Fair Kota Bekasi 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bekasi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan