Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Serapan Anggaran Paling ‘Melehoy’, Komisi III Warning Dinas Pertanian

KARAWANG – Komisi III DPRD Karawang memberikan warning kepada Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP), untuk lebih aktif dan responsif dalam penyerapan anggaran di tahun 2026. Hal ini menyusul kondisi ‘melehoy’ atau paling lemahnya serapan anggaran Dinas Pertanian di tahun 2025 yang hanya mencapai 49%.

Anggota Komisi III, Pendi Anwar mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Sekda H. Asep Aang Rahmatullah selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk membahas persoalan ini. Terlebih, persoalan lemahnya serapan anggaran di Dinas Pertanian ini menjadi pembahasan khusus di Badan Anggaran (Banggar).

Berita Lainnya  Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-393, Karawang Terus Berbenah dan Bangun Infrastruktur

Pasalnya, di tahun 2026 beban kerja Dinas Pertanian bertambah lebih besar karena faktor adanya merger atau penggabungan dengan Dinas Perikanan.

“Kalau tahun kemarin kan hanya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan saja. Sekarang kan jadi Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan. Kalau tahun kemarin saja serapan anggarannya lemah, apalagi di tahun ini yang beban kerjanya bertambah. Makanya ini harus jadi perhatian serius,” tutur Pendi Anwar, Senin (19/1/2026).

Oleh karenanya di tahun 2026, Komisi III berharap belanja langsung bisa dilakukan lebih awal, minimal di bulan Maret harus sudah direalisasikan (dibelanjakan). “Jangan seperti di tahun 2025, Juli-Agustus baru pelaksanaan,” katanya.

Berita Lainnya  Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

“Kita sudah komunikasi dengan SKPD, januari sudah dilakukan survei program, sehingga Maret-April sudah pelaksanaan realisasi program yang berbentuk fisik,” timpal Pendi.

Resiko Lambannya Realisasi Program Dinas

Dijelaskan Pendi, resiko keterlambatan realisasi program dinas tentu berdampak kepada program yang tidak bisa direalisasikan 100%, sehingga dampaknya akan menjadi program luncuran.

Kedua, anggaran yang tidak terserap tentu akan menjadi SiLPa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran).

“Kan sayang, kenapa anggaran ada tapi tidak bisa dipake. Itu konsekuensi ketika belanja baru bisa dilakukan di triwulan kedua atau ketiga,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Setujui Perubahan KUA - PPAS 2026 dan Bahas Raperda APBD 2027

Resiko selanjutnya, sambung Pendi, tentu program pembangunan tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Makanya nanti di rapat evaluasi triwulan pertama, Komisi III akan menekankan persoalan ini kepada setiap SKPD, khususnya Dinas Pertanian yang serapan anggarannya tahun kemarin paling lemah,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan