Kamis, Mei 7, 2026
spot_img

RDP Komisi III, KBC Sebut Dishub – PUPR Lakukan Pemborosan Anggaran

KARAWANG – Rapat Dengar Pendapat (RDP) digelar Komisi III DPRD Karawang, Senin (19/1/2026). RDP atas permintaan Karawang Budgeting Control (KBC) ini membahas dugaan pemborosan anggaran yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas PUPR Karawang, atas proyek marka jalan dan pengaspalan.

Dalam RDP, Direktur Eksekurif KBC, Ricky Mulyana menyebut jika Dishub dan Dinas PUPR telah melakukan pemborosan anggaran atas proyek marka jalan dan pengaspalan di tahun 2025. Yaitu dimana beberapa titik proyek marka jalan Dishub senilai Rp 1,1 miliar mubazir atau tidak ada manfaatnya bagi masyarakat, karena marka jalan yang ditimpah (overlay) oleh pengaspalan Dinas PUPR.

“Ini jelas pemborosan anggaran. KBC melihat tidak ada sinkronisasi dan lemahnya komunikasi antara Dishub dengan PUPR terkait realisasi program. Sehingga proyek miliaran marka jalan ini muabazir,” tutur Ricky Mulyana.

“Diduga ada potensi penyalahgunaan wewenang. Angaran diduga digunakan bukan untuk kepentingan pembangunan, hanya sebatas menjalankan program yang sudah ditetapkan. Uang rakyat dikeluarkan, tapi nihil manfaatnya. Karena di tahun depan harus dianggarkan lagi untuk marka jalan,” timpal Beno, perwakilan KBC.

Berita Lainnya  Realisasikan Aspirasi Warga, DIS Resmikan Lapangan Voli di Perum CKM

Menjawab tudingan KBC, Kepala Seksi Bidang Perencanaam Pembangunan Dishub, Niken membantah adanya overlay proyek marka jalan tahun 2025  di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Arif Rahman Hakim. Bahkan menurutnya, proyek marka jalan sepanjang 2.000 meter persegi di 49 titik ini sudah dilakukan pemeriksaan oleh BPK.

Menurutnya, overlay marka jalan hanya terjadi di jalan-jalan eksisting atas proyek marka jalan di tahun 2022.

Namun saat disinggung KBC mengenai overlay marka jalan di Jalan Nagasari (simpang Jalan Tuparev), akhirnya Niken tidak bisa membantah. Tetapi ditegaskannya, overlay yang terjadi di Jalan Nagasari tidak sepanjang ruas jalan. Melainkan hanya sebagian saja. Dan itu masih masih dalam pemeliharaan, masih menjadi tanggungjawab penyedia jasa.

Berita Lainnya  Pesan Hardiknas, DPRD Karawang Minta Sekolah Jangan Abaikan Pendidikan Karakter dan Moral

“Hanya beberapa puluh meter saja yang kena overlay, tidak sepanjang ruas jalan. Tapi apa yang terjadi hari ini tidak akan terulang di tahun depan,” kata Niken.

Menyikapi persoalan ini, Dani – Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR menjelaskan, bahwa ke depan untuk setiap pembangunan jalan yang baru akan sekaligus dilakukan marka jalan oleh PUPR. Sehingga khusus pembangunan jalan baru, marka jalannya tidak dikerjakan Dishub.

Rencana kebijakan ini dilakukan sebagai solusi agar tidak kembali terjadi persoalan overlay marka jalan, yang dikhwatirkan terjadi pemborosan anggaran seperti yang disampaikan KBC.

“Ini jadi pembelajaran buat kita semua. Ke depan saya pastikan komunikasi antara PUPR dengan Dishub lebih baik lagi,” kata Dani.

Sementara, Anggota Komisi III, Pendi Anwar yang memimpin jalannya RDP menyampaikan ucapan terima kasih atas kritik dan saran KBC. Sehingga persoalan yang disampaikan KBC akan menjadi catatan serius Komisi III didalam melakukan fungsi contolling terhadap realisasi program pembangunan di setiap SKPD, khususnya Dishub dan Dinas PUPR.

Berita Lainnya  Euforia Milangkala Tatar Sunda Dikritik, 'Harusnya Perkuat Ekosistem Budaya, Bukan Sekadar Event'

Pendi juga menegaskan jika persoalan-persoalan seperti ini akan kembali dibahas di rapat evaluasi triwulan antara Komisi III dengan SKPD.

“Insha Allah, ini menjadi catatan serius di Komisi III, sehingga ini akan dibahas dirapat evaluasi triwulan di bulan Maret 2026 nanti. Alhamdulillah tadi juga sudah ada solusi. Jadi ke depan untuk pembangunan jalan yang baru akan sekaligus dimarka oleh PUPR,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dikritik Budayawan, Lokasi Kirab Mahkota Binokasih Dipindah ke Masjid Syech Quro

KARAWANG - Pasca dikritik keras budayawan, Nace Permana, titik lokasi Kirab Mahkota Binokasih dalam rangka Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Karawang akhirnya dipindah ke...

Gaduh Duit Sogokan Rekrutmen Nakes, Askun : Karawang Harus Bersih dari Oknum ASN Biadab

KARAWANG - Terkait adanya dugaan uang sogokan atau suap Rp 10 juta dalam rekrutmen tenaga kerja kesehatan (Nakes) di RSUD Rengasdengklok yang melibatkan oknum...

Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Subang berinisial MR (56) ditangkap polisi setelah melakukan penipuan proyek fiktif terhadap warga Jakarta. MR, pria yang...

Kakek Bejat di Subang Cabuli 4 Cucu Tiri Sejak Tahun 2012

SUBANG - HT (66), seorang kakek di Kabupaten Subang - Jawa Barat terpaksa diringkus polisi, karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap...

Ade Armando, Abu Janda hingga Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim

JAKARTA - Aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melaporkan Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Laporan itu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan