SUBANG – Dengan total luas 6.209 hektare lahan tambak yang tersebar di Kecamatan Batujaya, Cibuaya, Pakisjaya dan Tirtajaya, Kabupaten Karawang masuk tahap pertama program Revitalisasi Tambak Pantura tahun 2026 di wilayah Provinsi Jawa Barat.
Diketahui, revitalisasi tambak Pantura ini merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung penguatan program ketahanan pangan nasional dan pertumbuhan ekonomi berbasis ekonomi biru.
Khususnya di wilayah Jawa Barat, total rencana revitalisasi tambak Pantura seluas ±14.090,38 hektare yang meliputi empat kabupaten, yaitu Bekasi, Karawang, Subang dan Indramayu.
Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh mengatakan, Pantura Jawa Barat memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar. Namun dalam beberapa dekade terakhir, banyak kawasan tambak mengalami penurunan produktivitas akibat faktor lingkungan, banjir rob, abrasi, pendangkalan saluran, perubahan fungsi lahan, serta keterbatasan infrastruktur dan teknologi.
Tercatat sekitar 78.550 hektare tambak dalam kondisi idle atau tidak produktif dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Program revitalisasi ini diharapkan menjadi jawaban atas berbagai tantangan tersebut.
“Tidak hanya menghidupkan kembali tambak yang ada, tetapi juga mendorong pengelolaan perikanan budidaya yang lebih ramah lingkungan, berbasis teknologi, serta sejalan dengan konsep ekonomi biru,” tutur Bupati Aep, usai mengikuti rapat koordinasi di Lembur Pakuan – Subang, bersama Gubernur Jabar dan Menteri KKP, Jumat (20/2/2026).
Bagi Kabupaten Karawang, sambung Aep, program ini memiliki arti penting. Karawang memiliki potensi lahan tambak seluas 6.209 hektare yang tersebar di Kecamatan Batujaya, Cibuaya, Pakisjaya, dan Tirtajaya.
Dari total rencana revitalisasi Pantura seluas ±14.090,38 hektare di empat kabupaten, Karawang menjadi wilayah dengan luasan terbesar dan direncanakan masuk tahap pertama pelaksanaan pada tahun 2026.
Revitalisasi tambak ini juga diyakini mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir, meningkatkan pendapatan petambak dan nelayan, memperkuat ekosistem hulu–hilir perikanan, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Program Prioritas Presiden Prabowo
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmennya dalam mempercepat pelaksanaan Program Revitalisasi Tambak Pantura Jawa Barat.
Disampaikannya, pogram Revitalisasi Tambak Pantura Jawa Barat ini telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, tentang Penetapan Daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menurutnya, revitalisasi tambak di kawasan Pantura tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi perikanan, tetapi juga menjadi bagian penting dari penguatan ketahanan pangan nasional dan pertumbuhan ekonomi berbasis ekonomi biru.
“Sebagai program prioritas pemerintah, pelaksanaan revitalisasi tambak Pantura tentu perlu sinergi yang baik antara pusat dan daerah. Pada pertemuan tadi, kami membahas bagaimana program ini bisa dijalankan dengan baik, mengutamakan kepentingan masyarakat, mendukung penguatan ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Menteri KKP menekankan, kolaborasi lintas pemerintah daerah menjadi kunci, agar revitalisasi tambak-tambak yang selama ini terbengkalai dapat kembali produktif dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat pesisir
Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi menyambut baik langkah percepatan program ini. Ia menilai program revitalisasi tambak akan membawa dampak signifikan, terutama dalam mengatasi persoalan abrasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Akan ada ratusan ribu tenaga kerja yang terserap. Akan ada produktivitas perikanan yang tinggi. Ekonomi akan tumbuh. Dan Pemerintah Provinsi berkomitmen menunjang infrastrukturnya agar Pantura nanti istimewa,” tandasnya.***









