PURWAKARTA – Kebakaran hebat yang melanda Pasar Rebo Purwakarta pada Selasa (24/2/2026) dini hari mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab dipanggil Om Zein menegaskan bahwa langkah awal pascakebakaran difokuskan pada identifikasi penyebab kebakaran sebelum dilakukan pembersihan dan penanganan lanjutan.
Binzein menjelaskan, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Ia menerima laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran sekitar pukul 02.45 WIB dan langsung memerintahkan pengerahan seluruh kekuatan yang dimiliki daerah.
“Kita punya delapan unit Damkar dan semuanya kita kerahkan. Karena dirasa masih kurang, kita juga meminta bantuan dari pihak swasta, sehingga total ada 16 unit Damkar yang bergerak,” ujar Binzein saat ditemui Tribunjabar.id usai melihat langsung kondisi Pasar Rebo Purwakarta, Rabu (25/2/2026).
Dilihat Tribunjabar.id, Binzein turun langsung meninjau lokasi kebakaran Pasar Rebo. Bupati menyusuri area kios yang hangus terbakar, memperhatikan puing-puing bangunan, serta memastikan titik-titik yang masih harus disterilkan untuk kepentingan penyelidikan.
Tak hanya itu, Binzein juga menyempatkan diri menyapa warga sekitar dan para pedagang yang terdampak.
Ia berdialog langsung, mendengarkan keluhan pedagang, serta memberikan penguatan agar para korban tetap tabah menghadapi musibah tersebut.
Dirinya memastikan, pemerintah daerah telah turun langsung ke lapangan, bertemu dengan para pedagang korban kebakaran serta pengurus pasar. Meski demikian, area tertentu masih harus disterilkan karena menjadi bagian dari proses penyelidikan kepolisian.
“Langkah kita saat ini adalah mengidentifikasi penyebab kebakaran terlebih dahulu. Ada area yang tidak boleh diganggu sebelum hasil dari kepolisian keluar. Yang terpenting, alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ucapnya.
Sementara itu, Pengurus Ikatan Warga Pasar (Iwapa) Pasar Rebo Bidang Ekonomi, Yayat Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya telah dipanggil ke pemerintah daerah untuk membahas langkah lanjutan pascakebakakaran.
“Langkah awal yang disepakati adalah menunggu hasil pemeriksaan laboratorium selama sekitar dua sampai tiga hari terkait penyebab pasti kebakaran. Setelah itu, tahap pertama yang akan dilakukan adalah pembersihan limbah-limbah kebakaran,” kata Yayat.
Ia menambahkan, para pedagang terdampak untuk sementara diliburkan dan belum dapat beraktivitas, kecuali pedagang yang berada di luar garis polisi. Akan tetapi, kata dia, para pedagang berharap dapat kembali berjualan di lokasi yang sama setelah proses pembersihan dan perbaikan dilakukan.
Terkait dugaan awal penyebab kebakaran, Yayat menyebutkan bahwa berdasarkan keterangan tim keamanan pasar, titik api diduga berasal dari kios gilingan kelapa.
“Ditemukan sebaran asap yang ditelusuri hingga ke kios kelapa parut. Saat pintu dijebol, api sudah membesar. Kemungkinan besar akibat arus pendek listrik, ditambah mesin yang menggunakan bensin,” ucapnya.***
Sumber : TribunNews









